Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
ikhlaskan aku


__ADS_3

Andra menggendong Hania menuju kamar mereka, rasa cemas dan takut terus menghantui Andra. ingin rasanya dia hilang dari bumi ini. bayangan nya kehilangan Hania membuat semua tubuhnya terasa lemah tak berdaya.


ditatap nya wajah lemah Hania " ya Allah, apa engkau sudah ingin menjemput istri hamba?"batin Andra dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya


"mas."panggil Hania lirih


"iya sayang, mas disini. sayang mau apa? kita ke rumah sakit ya."


Hania tersenyum dia menggelengkan kepalanya pelan "Nia, capek mas. Nia boleh istirahat kan?"tanya nya lirih


"iya, sayang boleh istirahat. aku akan jagain kamu disini sayang."


Hania tersenyum"terima kasih mas."ucap nya lirih


Andra membersihkan hidung Hania dengan tisu, mbok Iyem juga ikut ke kamar Hania dan Andra. dia juga khawatir dengan majikan nya itu.


Hania memejamkan mata nya, wajah yang dulu nya selalu ceria kini berlahan hilang dan berganti dengan wajah pucat Pasih dan kurus. seolah-olah itu bukan wajah Hania.


Andra menangis terisak sambil memegang tangan Hania yang sudah seperti tengkorak hidup. di satu sisi Andra tak tega melihat Hania begitu menderita dengan penyakit yang dia derita, namun di satu sisi dia juga tak sanggup jika harus kehilangan Hania.

__ADS_1


"ya Allah, bisakah Andra meminta untuk sekali lagi kesempatan. Andra membutuhkan istri Andra ya Robb. kalau dia pergi bagaimana dengan hamba ya Allah."ucap nya lirih sambil mencium tangan Hania


mbok Iyem juga sudah ikut menangis " ya Allah, berikan kesempatan pada den Andra dan non Hania."batin nya sambil menyeka air mata nya


"mas. uhuk....uhuk."panggil Hania tiba-tiba darah segar keluar dari mulut nya


"Allahuakbar."pekik Andra dengan tangis yang semakin deras, dia memeluk Hania yang sudah di ambang kematian.


"mas, Nia nggak sanggup lagi. uhuk...uhuk."


"nggak, istri mas itu kuat sayang, bertahanlah."ucap Andra lalu dia menggendong Hania dan ingin membawa nya ke rumah sakit. Hania terus memberontak menolak untuk ke rumah sakit


"Nia mohon mas, Nia mau di rumah saja."ucap nya lirih sambil meremas lengan Andra untuk menyalurkan rasa sakit yang mendera tubuh nya


Hania menatap mata Andra yang terlihat sudah begitu sembab. tak lama Evan dan Lala pun datang bersama pak Arshad.


"ayah, Nia nggak mau lagi ke rumah sakit yah."ucap nya lirih sambil menatap sendu pak Arshad


"iya nak. apa yang sakit sayang?"tanya pak Arshad yang juga sudah menangis

__ADS_1


"ayah."panggil nya lirih


"iya sayang, Nia mau apa nak?"


"tolong ikhlaskan Nia ya."


pak Arshad menangis sesenggukan, hidup nya benar-benar terasa hancur.


Andra kembali membawa Hania ke dalam kamar dan memeluk nya dengan erat. "sayang aku mohon bertahan lah, aku tau istri ku wanita yang kuat."ucap Andra sambil menangis di pelukan Hania


sementara di tempat lain, bu Rini seperti merasakan perasaan tak enak, tiba-tiba dia teringat pada Hania. rasa khawatir menyelimuti hati nya.


"mama kenapa, ma?"tanya Saras lirih


"nggak apa-apa nak, mama cuma kepikiran sama Hania."ucap nya malu sekaligus khawatir


"temui lah Hania ma, sudah terlalu banyak dosa yang kita lakukan dengan nya."ucap Saras


"mama mau menunggu kamu nak."

__ADS_1


perasaan kedua nya benar-benar kacau mengingat penyakit Hania begitu berat di tambah lagi sikap mereka sudah benar-benar keterlaluan.


...----------------...


__ADS_2