
dua Minggu kemudian, malam ini, Evan dan Hania serta Lala akan menghadiri acara teman bisnis Andra dan Evan. walaupun Evan tidak berkerja lagi di perusahaan Andra namun dia tetaplah tamu penting.
pak Arshad kali ini juga ikut, dia sudah menolak namun Evan tetap memaksa nya.
suara musik terdengar begitu menggema di seluruh ruangan, para tu sudah berdatangan untuk memberikan selamat pada pak Broto atas keberhasilan nya.
dari arah pintu, terlihat Saras dan Andra baru saja datang bersama pak Lukman dan Bu Rini. mereka sama-sama kaget namun Evan bersikap tak peduli.
"bo*oh."gerutu Evan kesal
tak lama acara pun dimulai, lagi-lagi Andra memberikan kata sambutan di acara tersebut. tampak Andra melirik Hania yang duduk di samping Evan.
"kok beda sih yang di gandeng, pak."teriak salah satu tamu undangan karena mereka melihat Saras di samping Andra
Hania hanya diam dan tertunduk, hari nya kembali merasakan sakit. tapi dia bersikap biasa saja.
__ADS_1
lagi-lagi Bu Rini beraksi, dia tak ingin melepaskan kesempatan itu.
"permisi-permisi."teriak Bu Rini hingga orang-orang tertuju pada diri nya
"sebelum nya saya ingin memperkenalkan pada kalian semua, bahwa sebentar lagi Andra ini akan menjadi menantu saya, kalian pasti mengenal nya, bukan? siapa Saras ini. sebentar lagi mereka akan menikah, hanya menunggu keputusan cerai dari pengadilan agama saja."ucap Bu Rini sambil melirik Hania
rahang Evan sudah mengeras "seperti nya nenek lampir ini berulah lagi."batin Evan! namun dia masih memperhatikan Bu Rini yang begitu merasa bebas
wajah Andra tak ada ubah nya dengan wajah Evan, tampak Andra sedang menahan emosi.
para tamu undangan berbisik-bisik, mereka tau bagaimana bu Rini sejak kejadian beberapa waktu yang lalu.
"kata siapa? anak saya cuma Saras kok."jawab bu Rini
sementara pak Arshad juga sudah mulai emosi mendengar perkataan mantan istri nya itu.
__ADS_1
"anak saya itu cuma satu, orang yang membenci saya saja yang mencoba memfitnah saya."tutur nya sambil melirik Evan
"oh jadi lampir ini nantangin gue rupanya."gumam Evan
Hania merasa tak sanggup lagi berada disana, otak nya terasa mau pecah. Hania bangkit lalu mulai meninggalkan ballroom.
"tunggu."tahan seseorang! Hania menghentikan langkahnya
"saya disini ingin memperlihatkan sesuatu pada kalian, sebelum nya saya ingin berterima kasih pada keluarga pak Broto. kalian lihat wanita itu."ucap Bu Rini! kini Hania sudah berada di tengah-tengah para tamu undangan, Hania membalikkan badannya menghadap ibu nya itu
"wanita ini adalah, seseorang yang sering disebut sebagai anak saya. saya tidak pernah memiliki anak modelan seperti ini. wanita ini hanya lah wanita pembawa sial, perebut calon suami orang. saya sudah lama menunggu kematian nya, tapi sayang dia tidak mati-mati."
"cukup."bentak seseorang di seberang sana
"apa maksud anda berbicara seperti itu, sopan kah mulut anda menyumpahi anak orang lain?"sentak pak Arshad lalu mendekati Hania
__ADS_1
"saya tau kedatangan kami disini hanya untuk dipermalukan, saya tidak apa-apa tapi jangan pernah sekekali menyakiti anak ku. siapa anda? sehingga anda menginginkan anak saya mati?"tanya pak Arshad dengan sorot mata tajam
...----------------...