
"udah gue berangkat ke kantor dulu."ucap Evan kemudian dia pun pergi
Andra masih bersandar pada ranjang pasien.
"mas, mau minum?"tanya Hania
"nggak."jawab andra
"ya udah, mas istirahat saja dulu."ucap Hania
Andra kembali membaringkan tubuhnya.
ceklek
"sayang."ucap Saras tiba-tiba datang
Hania tekejut, darimana Saras tau kalau Andra lagi di rawat.
"ngapain kamu masih disitu, keluar sana."bentak Bu Rini
Hania pun pergi, namun dia tidak meninggalkan Andra. Hania memilih untuk pergi ke taman sampai Bu Rini dan Saras pulang.
Andra sedikit tak terima ketika Hania di usir.
"sayang, kenapa kamu bisa sakit kayak gini sih, kenapa kamu nggak ngabarin aku? untung saja Evan ngasih tau aku."
"kurang ajar."umpat Andra
"aku suapin ya."
"aku sudah makan, aku mau istirahat aja."
"ya udah sayang, kamu istirahat ya. aku pergi dulu karena ada pemotretan."
__ADS_1
"iya nggak apa-apa."jawab Andra
Saras dan Bu Rini pun pergi. sementara Andra mencari-cari kemana Hania pergi.
ceklek
"Mana pacar elu, dra?"
"kurang ajar kamu ya van, kenapa Saras kamu suruh kesini?"
"kenapa?"
"bukan kah kamu sangat mencintai wanita itu."
"cukup van, kamu nggak usah ikut campur dengan urusan ku."jawab Andra
"iya iya. maaf. kemana Hania?"
"kak Evan belum jadi ke kantor?"tanya Hania bingung
"ada yang ketinggalan, Han. ini mau pergi lagi."
Evan kembali keluar, kali ini dia benar-benar berangkat ke kantor karena ada meeting.
"Saras nya kemana, mas?"tanya Hania
"untuk apa kamu nanyain dia?"
"ya, aku cuma tanya aja. maaf."ucap Hania
"dia sudah pergi, apa kamu juga akan pergi?"tanya Andra dingin sekaligus kesal
Hania tersenyum " kamu itu suami ku mas, selagi aku masih jadi istri kamu, maka sudah kewajiban ku untuk merawat kamu ketika sakit, melayani mu ketika kamu sehat. aku tidak akan meninggalkan kewajiban ku sebagai istri mas, walaupun itu tidak ada harga nya di mata mu."ucap Hania dengan senyum getir
__ADS_1
"aku sekarang sudah pasrah mas, bahkan aku sudah ikhlas kalau kamu akan menikah dengan saudara tiri ku."tambah nya lagi
"tapi aku mohon, selagi aku menjadi istri mu tolong jaga sedikit perasan ku mas."
"udah, sekarang mas istirahat ya. nanti kalau udah bangun minum obat yang satu nya lagi."
Andra mulai memejamkan mata nya, Hania selalu setia duduk di samping ranjang Andra. tampak wajah itu terlihat begitu tenang ketika terpejam, tak nampak wajah kasar, dingin dan egois nya.
"Masya Allah, ternyata suami ku ini tampan banget ya."batin Hania sembari tersenyum manis
"aku mencintaimu mu mas, aku mencintai dan menyayangi kamu karena Allah. aku hanya berharap sama Allah, semoga aku bisa melihat senyum mu, dan merasakan kasih sayang mu sebelum aku pergi."batin Hania
"permisi."ucap suster dengan membawa obat Andra
"ini obat yang di minum jam 1 nanti ya mbak."
"iya sus, terima kasih ya."
"sama-sama mbak."
Hania meletakkan obat di atas nakas, kemudian Hania membereskan sedikit barang-barang yang ada di lemari.
setelah beres-beres, Hania kembali duduk di kursi samping ranjang Andra.
"sembuh kan lah suami hamba ya Allah."batin Hania sembari mengelus tangan Andra yang di infus.
...----------------...
**JANGAN LUPA VOTE, LIKE, COMENT, SHARE DAN FOLLOW YA READERS š¤, BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK MENULIS DAN UP. DAN TERIMA KASIH UNTUK PARA READERS YANG SELALU SABAR NUNGGUIN KARYA AUTHOR YA.
SEHAT SELALU READERS
SALAM SAHABAT DARI AUTHORā¤ļø**
__ADS_1