
sepulangnya dari rumah makan, setelah bersih-bersih Hania ngobrol bersama Budi dan mbok iyem di halaman depan rumah.
"kapan kamu mau menikah Bud?"tanya Hania
"secepatnya non."jawab Budi
"iya Bud, ingat umur lho."tambah mbok Iyem
"iya mbok."
saat mereka sedang asyik ngobrol, mobil Andra pun memasuki pekarangan rumah. Andra pun keluar dari mobil.
"selamat sore den."sapa Budi
"masukkan mobil saya, Bud."titah Andra lalu dia masuk ke dalam rumah tanpa melihat Hania
"aku masuk dulu ya mbok."
"iya non."
******
"kasihan ya non Hania."ucap Budi
"iya, tapi kita nggak usah ikut campur, cukup do'akan saja yang terbaik buat non Hania dan Aden Andra."ucap mbok Iyem.
"iya mbok. saya permisi kebelakang dulu mbok."
"iya, saya juga mau beres-beres di dapur."
kedua nya pun kembali dengan aktivitas mereka masing-masing.
setelah selesai sholat Maghrib, Hania keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam.
ceklek
Hania terkejut karena Andra sedang duduk disana.
"mas."panggil Hania pelan
bukannya menjawab justru Andra pergi meninggalkan nya.
"astaghfirullahaladzim."batin Hania
Hania pun pergi ke meja makan, dia mulai menyiapkan semua lauk pauk yang sudah dimasak oleh mbak Iyem tadi sore.
"suruh mas Andra makan ya mbok, saya ke kamar dulu."
"non nggak makan?"
"nanti saja mbok, mbok kan tau sendiri kalau ada aku mas Andra nggak mau makan"ucap Hania lalu dia masuk kedalam kamar.
tak lama Andra pun duduk di meja makan, dia pun mulai menyantap makanan yang sudah di siapkan Hania.
setelah selesai makan, Andra langsung pergi meninggalkan rumah. sementara Hania juga keluar dari kamar
"mas Andra mau kemana mbok?"tanya Hania sembari melihat ke arah luar.
"mbok, nggak tau non."
"ya sudah mbok, nggak apa-apa."ucap Hania sembari menarik kursi makan
**********
hujan deras disertai petir dan angin kencang, membuat Hania takut dan khawatir. Andra yang pergi sejak dari tadi belum juga pulang.
"ya Allah, mas Andra kok belum pulang."batin Hania sembari mondar mandir di depan pintu
sesekali Hania mengintip dari balik tirai jendela.
"non."panggil mbok Iyem
"iya mbok."jawab Hania sembari melihat ke arah mbok Iyem
"non, ngapain?"
"Nia lagi nunggu mas Andra mbok, kok dia belum pulang ya."
"tidur lah non, biar mbok yang nungguin Aden."
"nggak usah mbok, biar Nia aja. mbak istirahat aja."
__ADS_1
"tapi non."
"udah, tidur lah mbok."
mbok Iyem pun menurut dan kembali ke kamar. sementara Hania masih menunggu Andra di depan pintu.
samar-samar suara mesin mobil masuk ke dalam garasi. buru-buru Hania membukakan pintu.
Andra sedikit terkejut ketika Hania membuka pintu.
"mas, kok baru pulang?"tanya Hania
Andra langsung masuk ke dalam rumah.
"bukan urusan kamu, lagi pula kenapa kamu nungguin saya?"
"hmm, aku khawatir sama kamu mas."jawab hania terbata-bata
Andra mendekati Hania, lalu dia menatap wajah Hania.
"sekali lagi saya tegaskan, jangan pernah mengurusi hidup saya dan tidak perlu bersikap baik pada ku. karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah mencintai mu."tegas Andra dengan sorot mata yang tajam
terlihat mata Hania berkaca-kaca, hati nya terasa sakit ketika mendengar perkataan Andra.
Hania ikut menatap mata tajam Andra.
"aku akan tetap berusaha menjadi istri yang baik untuk mu mas, sekalipun kamu membenci ku. aku melakukan semua ini karena Allah dan papa. sampai waktu aku habis."ucap Hania dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya lalu Hania pun berlari ke kamar nya.
Andra yang mendengar kata-kata Hania, masih diam terpaku disana.
"dasar wanita munafik."ucap Andra lalu dia pergi ke kamar nya
**********
ke esokan hari nya, seperti biasa Hania menyiapkan sarapan untuk Andra lalu dia pergi dari sana. setelah Andra pergi barulah dia sarapan.
Hania tidak tau sampai kapan dia akan bertahan dengan pernikahan yang tak pernah dia impikan akan menjadi sebuah pernikahan yang penuh dengan kebencian.
tap...tap
suara langkah kaki Andra
"selamat pagi den."sapa mbok Iyem
Andra melirik ke arah mbok Iyem
"ada apa?"
"sa....saya mau bicara sama Aden."
"bicara saja, ada apa?"
"saya mau izin pulang kampung lagi den, tadi malam tetangga saya nelpon, kata nya suami saya kembali drop."
"lalu?"
"apa saya boleh pulang den?"
"pulang saja."jawab Andra lalu dia bangkit dan segera pergi ke kantor
"ada apa mbok?"tanya hania
"mbok, mau izin pulang non, suami mbok sakit."
"astaghfirullahaladzim, terus apa kata mas Andra?"
"pulang saja, mbok takut Aden marah non."
"tidak, pulang lah mbok. mas Andra tidak akan marah biar nanti saya yang berbicara."
"tapi non."
"pulang lah, temani suami mbok."
"terima kasih ya non."ucap mbok Iyem lalu dia memeluk hania
"sama-sama, ya udah sekarang mbok siap-siap biar nanti saya antar."
"tidak usah non."
"nggak apa-apa, sekalian saya mau ke rumah makan, mbok."
__ADS_1
"iya non."
mbok Iyem pun langsung pergi ke kamar nya, sementara Hania menunggu di depan rumah.
"sudah non."ucap mbok Iyem
"ya udah kita langsung jalan aja ya."
"iya non."
"ayo Bud."
"iya non."
mereka pun pergi meninggalkan rumah menuju stasiun kereta. setelah mengantarkan mbok Iyem, Hania pergi ke rumah makan.
"assalamu'alaikum."
"wa'alaikumsalam, teteh."ucap mereka senang
"lagi ngapain nih?"
"biasa teh, lagi sibuk melayani pengunjung."
"semangat."ucap hania
"gimana stok barang di gudang, dan?"
"aman teh."
"oke good."
Hania duduk dan ikut ngobrol dengan mereka, terlihat hania begitu bahagia.
"teh, kapan teteh mau nikah?"
"hahahah, teteh udah nikah tau."jawab Hania
"ha, serius teh? sama siapa?"
"orang lah."
"ih, bukan gitu teh, maksud nya nama nya siapa?"
"mana teteh tau."jawab Hania
"teteh mah, suka banget bercanda."
"hehehe, nanti lah, teteh belum kepikiran buat nikah."
"kenapa teh? teteh trauma ya?"
"trauma apa ni?"
"ya trauma sama masa lalu nya teteh."
"nggak lah, ngapain trauma. teteh belum menemukan orang yang tepat saja."jawab Hania
"iya teh. semoga secepatnya ya teh, biar kami cepat punya ponak'an."
"hmmm, do'akan saja lah."
mereka pun tertawa.
setelah dari rumah makan, Hania mampir sebentar ke rumah pak Arshad. karena dia merindukan ayah nya
Hania terkejut ketika melihat orang lagi ramai di lapangan di dekat rumah nya.
"wah, kayak nya ada pasar malam ni."ucap Hania senang
"neng."panggil seseorang dari belakang
"i...iya."jawab Hania terkejut
"ngapain neng?"
"oh, nggak bude. disini ada acara apa bude?"
"pasar malam neng."
"oooh, iya bude."jawab Hania sembari tersenyum
__ADS_1
lalu Hania pun pergi ke rumah nya.
...----------------...