Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
part. 146


__ADS_3

Evan dan Andra tampak sedang duduk di sebuah kafe sembari menunggu seseorang.


"maaf, aku telat."ucap Lala yang baru saja datang


"iya nggak apa-apa, silahkan duduk. mau pesan apa?"tanya Evan


"nanti aja Van."jawab Lala lalu dia duduk di hadapan antara Evan dan Andra


"okay. apa kabar?"


"baik."


"hmm, la. sebenarnya aku pengen bilang sesuatu sama kamu."


Lala mengernyitkan dahi nya "apa Van? kok kelihatan nya serius banget?"


Evan tampak ragu dan malu, sementara Andra hanya bisa mendengar dan memperhatikan kedua nya.


"sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu, la. aku ingin mengajak kamu untuk serius."


"hah. maksud nya gimana, Van?"


"iya aku pengen nikah sama kamu."

__ADS_1


deg


Lala tampak berpikir "Van, sebenarnya aku pun memiliki perasaan yang sama tapi kita tidak mungkin bisa bersatu karena perbedaan keyakinan kita."jawab Lala bingung


"iya aku tau, la. tapi gimana caranya agar kita bisa bersama. apa kamu mau ikut keyakinan aku, la?"tanya Evan to the point sementara Andra hanya geleng-geleng kepala melihat keberanian Evan


"apa kamu mau jadi mualaf?"


"beri aku waktu ya, van. ini tidak lah mudah ku. berpindah keyakinan bukan sesuatu yang bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. aku akan memberitahu mu secepatnya."


"baik, aku akan menunggu mu."


"hmm, iya."


...----------------...


Lala pun di tuntun oleh seorang ustadz untuk melafazkan syahadat, dalam hitungan detik. Lala pun sah menjadi seorang muslimah. Lala menangis karena dia teringat pada Hania


"kenapa kamu menangis?"tanya ustadz


"tidak apa-apa ustadz, saya hanya teringat pada almarhumah sahabat saya. saya sudah banyak belajar dari dia tapi memang keputusan saya untuk memilih agama Islam ketika dia sudah pergi meninggalkan saya. saya cuma berharap dia dapat melihat saya disini, saya akan berusaha untuk memperbaiki diri saya, sebaik sahabat saya itu."


"Masya Allah, sungguh persahabatan yang mulia. semoga nanti kalian berdua dipertemukan lagi di surga nya Allah sebagai pemimpin bidadari surga nya Allah. aamiin."

__ADS_1


"aamiin, terima kasih ustadz."


kini Lala sudah sah menjadi seorang mualaf, Lala menangis terharu ketika dia mengucapkan kalimat syahadat yang sudah lama ingin dia ucapkan. semenjak dia berteman dengan Hania, Lala belajar banyak hal tentang agama Islam hingga hati nya bergetar.


"berarti aku udah bisa doain Hania kan, dra?"


"sebelum kamu masuk Islam, kamu udah bisa mendoakan hania, la."jawab Andra sembari tersenyum


"iya dra, tapi kan sekarang aku bisa lebih dekat dengan Hania karena kita sudah seiman."jawab Lala malu


"semoga Istiqomah ya, la."


"aamiin, terima kasih dra."


"sama-sama, jadi gimana nih sama sahabat ku ini, la?"tanya Andra


Lala menoleh ke arah Evan yang terlihat tenang.


"ins syaa Allah, kalau Allah memang mengizinkan semoga Allah mudahkan segala nya."jawab Lala sembari tersenyum dan menundukkan kepalanya


"aamiin."jawab Andra. sementara Evan hanya bisa tersenyum


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2