Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Kemarahan Pak Arshad


__ADS_3

beberapa hari kemudian, di sebuah gedung tua.tampak Saras sedang menemui seseorang yang tak lain adalah Ridwan. Ridwan yang terkenal tampan dan berwibawa ternyata bisa hancur karena cinta. tubuh nya kini seperti tak terurus, rambut panjang dan brewokan, barangkali orang-orang tidak mengetahui kalau itu Ridwan.


"siapa kamu?"tanya Ridwan


"saya Saras, kekasih nya suami wanita yang kamu cintai."


"apa maksudmu?"


"tidak usah berpura-pura tidak tau tuan, anda adalah orang yang menaruh hati pada wanita bernama Hania, bukan?"tanya Saras dengan senyum yang penuh arti


"darimana kamu tau?"


"apa sih yang tidak saya tau tentang anda, tuan."


"apa mau mu?"


"saya ingin kita bekerja sama, Anda masih menginginkan wanita itu kan?"


"tentu saja, sampai kapan dia tetap lah wanita ku."


"begitu pun dengan saya, saya tidak rela jika kekasih saya bersama wanita lain. bagaimana kalau kita jebak mereka."


"bagaimana maksud mu?"


Saras membisikkan rencana busuk nya pada Ridwan,Ridwan pun terlihat begitu senang.


"baik lah."ucap Ridwan


ntah apa yang mereka rencanakan, yang jelas kedua nya akan menghancurkan pernikahan Andra dan Hania.


...----------------...


di rumah sakit


Hania terlihat begitu lemah di ruang rawat, semenjak pak Arshad tau tentang kesehatan putri nya, dia selalu ada di samping Hania.


hania baru saja selesai kemo untuk yang kedua kali nya, dia terpaksa harus di rawat karena kondisi nya begitu lemah.


pak arshad memandang sendu putri nya yang tengah tertidur di ranjang pasien dengan infus di tangan nya. orang tua mana yang rela melihat anak nya sakit dan tak berdaya.


ceklek


"assalamu'alaikum om."ucap Evan


"wa'alaikumsalam Van."


"sudah makan, om?"tanya Evan sembari duduk di samping pak Arshad


"sudah Van."


"om, sebenarnya ada satu hal lagi yang belum om tau."


"apa Van?"


"sebenarnya Hania dan Andra akan berpisah setelah satu tahun kepergian om Farhan."

__ADS_1


"apa."ucap pak Arshad tak percaya


"tenang lah om, Evan janji sebelum satu tahun kepergian om Farhan, Andra sudah tau semua yang terjadi."


"kenapa dia ingin menceraikan putri saya, Van?"tanya pak Arshad yang benar-benar sudah kecewa pada Andra


"Evan juga tidak tau om, kalau Evan nggak salah, setelah mereka bercerai Andra akan menikahi Saras."


"jahat sekali dia, kalau memang tidak mencintai anak saya, kenapa harus menunggu satu tahun Farhan."ucap pak arshad marah


"sabar om. Evan minta maaf kalau ini menyakiti hati om, tapi Evan bisa jamin Andra itu mencintai Hania om."


"tidak ada cinta yang menyakiti, Van."jawab pak Arshad kecewa


"katakan pada nya, tidak perlu menunggu satu tahun, kalau memang ingin menikahi wanita itu silahkan tapi lepaskan anak saya."


Evan terdiam, dia merasa menyesal karena sudah memberi tau pak Arshad.


"saya tidak akan rela jika anak saya hanya dijadikan pajangan dan tak di anggap."tambah pak Arshad


pak arshad bangkit dari tempat duduk nya, dia mendekati Hania.


"pergi lah Van, tinggalkan kami. kamu tidak perlu lagi repot-repot mengurus Hania, biarkan saya membawa nya pergi."


deg


Evan khawatir dan takut kalau pak Arshad benar-benar membenci Andra.


"tidak om, Evan mohon biarkan Evan tau tentang Hania. om boleh membawa Hania kemana pun, tapi biarkan Evan tau om."


"kenapa kamu harus tau? kami ini tidak lah penting bagi siapapun Van, anak saya berhak bahagia sebelum dia pergi."ucap pak Arshad lirih


"ya Allah, sekarang ayah sudah benar-benar kecewa pada mas Andra, apa mungkin Nia tidak akan bertemu lagi dengan mas Andra."batin Hania


"Nia, kenapa kamu tidak pernah cerita sama ayah, nak. kamu tersiksa dengan pernikahan mu kan? kenapa ayah tidak tau."


"ayah, Hania tidak pernah merasa tersiksa dengan pernikahan yang Nia jalani. Nia ikhlas yah."


"tidak Nia, ayah tidak mau kamu disakiti. ayah tidak akan mempertemukan kamu sama dia lagi.ayah kecewa pada Andra."


"ayah."ucap Hania lirih


"maaf Nia, ayah nggak bisa. kalaupun kamu sama Andra masih ada jodoh nya, biarkan Allah yang mengatur semua nya dan semoga ayah juga bisa ikhlas."


"sekarang kamu boleh pergi Van."titah pak Arshad dingin


"jangan usir kak Evan yah, dia sudah baik sama Hania. kalau bukan dari kak Evan, Nia nggak akan mungkin bisa kemo yah."


pak Arshad tertunduk lemah, dia sadar dengan perekonomian yang tidak baik, bagaimana dia bisa membiayai pengobatan Hania yang tentu nya tidak sedikit.


"jangan sedih om, Evan ikhlas. tapi Evan mohon om biarkan Evan ketemu dengan Hania, Hania sudah Evan anggap seperti adik sendiri om."pinta Evan


"maafkan om Van."


"tidak apa-apa om, Evan harap Hania bisa sembuh."

__ADS_1


pak Arshad mengangguk ngerti, bagaimanapun Evan sudah begitu baik pada Hania.


...----------------...


di kantor


Andra tampak termenung di kursi kerja nya, ntah apa yang dia pikirkan. bayang-bayang Hania selalu terlintas di pikiran nya.


ceklek


"permisi pak, ada ibu Saras."


"suruh dia masuk."


"baik pak."


tak lama Saras pun masuk dengan senyum bahagia.


"hai sayang. apa kabar? kok ngelamun?mikirin apa sih?"tanya Saras manja


"masalah kantor, kamu kenapa kesini?"tanya Andra


"aku kangen sama kamu sayang. oh ya istri kamu udah nggak di rumah lagi ya?"


Andra melirik pada Saras "kenapa?"tanya Andra dingin


"ya nggak apa-apa sayang, bagus dong. jadi tinggal beberapa bulan lagi kamu akan ceraikan dia kan?"tanya Saras percaya diri


Andra hanya diam, dia tak menjawab pertanyaan Saras yang membuat dia sakit, rasa nya dia tidak rela menceraikan Hania.


"kok diam sayang, jangan bilang kamu udah jatuh cinta ya sama pelakor itu."


"sudah lah sar, aku nggak mau ribut. kalau kamu bicara tentang pelakor, kamu lah yang jadi pelakor bukan dia."jawab Andra


"apa maksud mu, dra? kenapa kamu bilang aku pelakor. bukankah aku lebih dulu menjadi kekasih mu."bentak Saras yang sudah emosi


"sudah sar, aku minta maaf."ucap Andra


"aku nggak terima kalau kamu bilang aku pelakor, yang ada dia yang merebut kamu dari aku, dra."


"iya, aku minta maaf."ucap Andra karena Saras sudah menangis


"jangan nangis, kita makan aja yuk."ajak Andra


Saras mengangguk dan menghapus air mata nya.


"bel, kalau Evan kesini bilang saya lagi di luar."


"baik pak."


Andra dan Saras pun pergi ke restoran, walaupun sebenarnya Andra sudah merasa tak nyaman dengan Saras namun lagi-lagi perasaan cinta mengalahkan segalanya.


...----------------...


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, COMENT, SHARE DAN FOLLOW YA READERS.BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK UP DAN BERKARYA.

__ADS_1


SILAHKAN BERIKAN MASUKAN/SARAN YANG MEMBANGUN YA READERS, TAPI JANGAN MEMBERIKAN MASUKAN/SARAN YANG MENJATUHKAN.KARENA PADA HAKIKAT NYA AUTHOR JUGA MASIH BELAJAR.


SALAM DARI AUTHOR❤️


__ADS_2