Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Khawatir


__ADS_3

Meeting pun selesai, Andra dan Evan masih duduk disana.


Hania bangkit dari tempat duduk nya. saat Hania melewati meja Andra, dia hanya tersenyum. dia tak berani menyapa Andra yang terlihat begitu tidak memperdulikan nya.


"kemana,Han?"tanya Evan


"Hania ada kerjaan sebentar kak."jawab Hania


"paling mau menemui selingkuhan nya Van.",celetuk Andra


Hania tampak tertegun mendengar ucapan Andra.


"Nia minta maaf mas, tapi Nia nggak pernah selingkuh dengan siapapun, tentang hari ini itu tidak seperti yang mas lihat. aku tau, aku ini masih istri orang jadi aku tau menjaga batasan mas.rafa hanya cerita kalau dia akan menikah bulan depan. oh ya, tinggal beberapa bulan lagi kita akan berpisah, bukan? tampak nya memang tidak ada usaha kamu untuk aku, mas. sudah beberapa hari aku nggak ada di rumah, tapi sedikit pun kamu tidak mencari tau tentang ku bahkan mengirim pesan pun kamu tidak pernah. tapi nggak apa-apa mas, terima kasih atas paperbag yang kamu titipkan pada kak Evan beberapa waktu lalu. aku tau di hati mu ada sedikit rasa kasihan pada ku mas."jelas Hania dengan menahan air mata


"aku permisi. assalamu'alaikum."ucap Hania berpamitan


Mata Andra terus memandangi kepergian Hania.namun saat Hania ingin menyebrang tak sengaja sebuah mobil menyenggol tubuh Hania hingga dia terjatuh


reflek Andra langsung berdiri dan menghampiri Hania, begitupun dengan para pengunjung


"astaghfirullah, sakit."Hania meringis karena kaki nya terluka


Andra langsung membawa Hania ke tepi jalan, dia menutup luka Hania dengan jas nya.


"bawa ke klinik saja, dra."ucap Evan

__ADS_1


tanpa aba-aba, Andra menggendong tubuh Hania.


di klinik, Hania langsung diperiksa dan di obati oleh dokter. setelah Hania di periksa Andra pun masuk ke ruangan Hania.


"terima kasih mas."ucap Hania


"hmm."balas Andra dengan deheman


"lain kali jalan tu pake mata."


"iya maaf mas."ucap hania pelan


mau tidak mau, Andra mengetahui tempat Hania.


"oh, jadi kamu tinggal disini?"tanya Andra ketus


"hmm, sudah berapa laki-laki yang datang?"tanya Andra


"maksud, mas?"


"sudah lah lupakan saja."ucap Andra lalu dia pergi meninggalkan Hania di apartemen


di tempat lain, ada seseorang yang mengumpat kesal.


"kurang ajar."ucap Saras sembari melihat sebuah gambar di ponsel nya! tampak Andra menggendong Hania menuju apartemen

__ADS_1


"berani-beraninya wanita itu, aku nggak bisa sabar lagi. lihat saja Hania, siapa yang akan menang"ucap Saras tersenyum sinis


Saras langsung menelpon orang suruhan nya untuk segera melaksanakan rencana mereka.


...----------------...


malam harinya, Hania ingin ke kamar mandi, tampak kesusahan untuk jalan. luka di kaki nya cukup parah.


"hmm, gimana ya."ucap Hania sembari melihat kaki nya yang terluka


tok tok


deg


"siapa yang datang malam-malam seperti ini?"batin Hania karena kalau Evan pasti dia akan menghubungi Hania terlebih dahulu


dengan langkah pelan,Hania mendekati pintu.


ceklek


benar saja di depan pintu bukan Evan, melainkan Ridwan dengan tampilan lusuh nya, hampir saja Hania tak mengenali nya lagi.


"hallo sayang."ucap Ridwan serak-serak


sementara di arah lain, ada seseorang sedang mengambil gambar keduanya.

__ADS_1


"ngapain kamu kesini, wan? dari mana kamu tau tempat ku?"tanya Hania takut


...----------------...


__ADS_2