Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Lepaskan Aku


__ADS_3

Hania berdiri disisi ranjang, dengan membelakangi pintu. air mata nya terus membasahi pipi nya itu.


ceklek


"sayang."ucap Andra lirih


Hania semakin mengencangkan tangisan nya, tubuh nya tampak gemetar


"sayang, aku mohon percaya sama aku sayang."ucap Andra memohon


Hania membalikkan tubuhnya, menatap Andra sendu "kenapa kamu tega sama aku, mas? kenapa?"tanya Hania lirih sembari mencengkram baju Andra


kedua nya sudah sama-sama menangis, Andra mencoba memeluk dan menenangkan Hania namun yang dia dapatkan hanya lah penolakan dari Hania, Hania terus memberontak


"kenapa kamu lakukan semua ini sama aku, mas? aku salah apa sama kamu mas."tanya Hania sambil memukul-mukul dada Andra


rasa sesak mulai Hania rasakan "Lepaskan aku, mas. aku ikhlas, kamu harus bertanggung jawab."ucap Hania dengan menatap bola mata Andra yang sudah basah dengan air mata


"demi Allah sayang, aku tidak pernah melakukan nya dengan Saras, malam itu memang aku lembur tapi aku tidak tidur dengan dia sayang, aku di fitnah."ucap Andra kini sudah bersimpuh di kaki Hania


sebenarnya hati Hania juga tak percaya jika Andra melakukan itu pada Saras, namun hati Istri mana yang tak sakit jika dia menerima kabar kalau suami nya dituduh sudah menghamili wanita lain.

__ADS_1


Hania mengangkat tubuh Andra "buktikan sama aku, mas kalau itu bukan anak mu, semoga saja saat kamu membuktikan nya, aku masih ada."ucap Hania dengan tatapan kosong


tak lama, Hania mencengkram erat baju Andra, kini kepala nya mendongak ke atas, dia menahan sesak di dadanya dan rasa sakit di tubuh nya, darah segar sudah membanjiri wajah Hania, Andra terlihat panik.


"argh."hania terus mencengkeram erat lengan Andra untuk menyalurkan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Andra memeluk tubuh lemah Hania


"sayang bertahanlah, ku mohon."ucap Andra yang benar-benar takut kehilangan Hania


uhuk


uhuk


kini darah segar sudah membasahi baju Andra, darah itu keluar bertubi-tubi dari mulut Hania.


Hania menatap wajah Andra sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran nya.


"tolong....tolong."teriak Andra


Evan dan Lala berlari ke atas.


"Hania."teriak Lala yang kini juga sudah menangis

__ADS_1


Evan yang melihat kondisi Hania juga ikut lemas tanpa dia sadari air mata nya juga ikut membasahi pipi nya


"ayo dra, kita bawa Hania ke rumah sakit."


Andra terlihat tak berdaya lagi, tanpa pikir panjang Evan menggendong tubuh Hania sementara Andra di bantu Budi untuk ke mobil


Saras yang melihat itu bingung mau merasa senang atau sedih, karena dia pun tak tega melihat kondisi Hania saat ini.


"ngapain aku memikirkan perempuan itu, bukan nya bagus kalau dia mati."ucap Saras lalu dia pun pergi dari rumah itu setelah Andra berangkat menuju rumah sakit.


...----------------...


sesampainya di rumah sakit, Hania langsung di tangani dokter. Andra mencoba untuk memaksa masuk namun suster tetap melarang.


"tenang lah dra."ucap Evan


"gimana aku bisa tenang, Van. kamu tidak lihat bagaimana kondisi istri ku saat ini, Van?"tanya Andra frustasi


Andra mondar mandir di depan ruang ICU, dia tak tau apa yang akan terjadi pada istrinya itu.


bugh

__ADS_1


pak arshad yang baru saja datang langsung memukul Andra. tampak Andra sudah tersungkur di lantai.


...----------------...


__ADS_2