
*tok tok
ceklek*
"eh kak Evan, mari masuk kak."ucap Hania
"saya nggak akan lama, Han. saya cuma mau ngasihkan ini aja."
"apa itu kak?"tanya Hania bingung
"ambil saja, ini dari suami mu."
deg
"mas Andra?"
"iya."
#flashback on
"kasihkan ini pada perempuan itu."ucap Andra sembari memberikan beberapa paperbag dan makanan
Evan tersenyum simpul, dia tau bahwa Andra mengkhawatirkan Hania.
"oke bos, nanti gue sampai kan pada Hania."
Andra melangkah keluar dari ruangan nya, sementara Evan tertawa puas.
"dasar pohon pisang, sok sok an cuek padahal khawatir, rasa nya nggak sabar bikin kamu marah sama Mak lampir itu dra."ucap Evan sembari membayangkan sesuatu
#flashback off
"terima kasih kak."ucap Hania sembari tersenyum
"hmm, saya permisi dulu ya nia.kalau ada apa-apa segera hubungi saya."
"iya kak."
Evan pun meninggalkan apartemen Hania menuju apartemen nya yang tak jauh dari tempat Hania.
...----------------...
"hallo bos."
"iya, ada informasi apa?"tanya Saras di balik benda pipi nya
"kami sudah menemukan beberapa informasi tentang nona Hania."
"bagus, informasi apa yang kalian dapat?"
"nona Hania sekarang tinggal di apartemen A, dan menurut info yang kami dapat,dulu nona Hania pernah dekat dengan seorang laki-laki bernama Ridwan, sekarang laki-laki itu depresi dan masih menginginkan nona Hania."jelas bodyguard Saras
"oke bagus, thanks info nya."ucap Saras tersenyum sinis
"kamu tangkap laki-laki itu dan bawa ke tempat biasa."
"baik bos."
Saras mematikan sambungan telepon.
"ada apa sayang?"tanya Bu Rini
__ADS_1
Saras tersenyum, dan dia pun langsung merencanakan hal buruk untuk Hania.
...----------------...
selepas Maghrib, Hania membaca Al-Qur'an, hampir tak pernah dia melewatkan untuk membaca Al-Qur'an walaupun hanya satu ayat.
drrtttt
"assalamu'alaikum ayah."
"wa'alaikumsalam, apa kabar nak?"tanya pak Arshad
"Alhamdulillah, Nia baik-baik saja yah. ayah apa kabar?"
"ayah juga baik. kapan kamu main kesini. ayah rindu sama kamu nak."
"ins syaa Allah besok Nia kesana yah."
"iya sayang, ayah tunggu ya."
"iya yah."
...----------------...
ke esokan hari nya, Hania pergi ke rumah ayah nya bersama Evan. bukan tanpa alasan Evan ingin menjelaskan semua nya pada pak Arshad.
"assalamu'alaikum ayah."
"wa'alaikumsalam, sayang."
Hania langsung mencium punggung tangan ayah nya lalu memeluk nya dengan erat.
"Andra nya mana? kok pergi sama Evan?"tanya pak Arshad bingung
"mari masuk Van."
"terima kasih om."
ketiga nya duduk di ruang tengah.
"jadi begini om, maksud Evan datang kesini, Evan mau ngasih tau om kalau Hania dan Andra sudah tidak serumah lagi."
"astaghfirullahaladzim, kenapa Nia?"tanya pak Arshad
"tenang om,biar Evan jelaskan. untuk sementara waktu biarkan Hania tinggal di apartemen, Evan dan Hania hanya ingin melihat bagaimana sikap Andra ketika Hania meninggalkan nya. karena Evan tau om, Andra sebenarnya sudah mencintai Hania tapi dia."
"tapi dia apa, Van?"
"Andra masih menjalin kasih dengan kekasih nya yang bernama Saras, om."
"astaghfirullahaladzim,ya Allah. kenapa kamu tidak pernah bilang sama ayah kalau kamu disakiti nak?"tanya pak Arshad sedih
"ayah, tenang lah. mas Andra tidak menyakiti Hania yah, ini hanya masalah waktu lagi pula bukankah ayah tau kalau kami dijodohkan yah? sejak awal mas Andra memang sudah mempunyai kekasih, ayah tau siapa kekasih mas Andra itu?"tanya Hania
"siapa nak?"
"anak ibu, yah ."ucap Hania sedih dengan air mata di pipinya
"maksud kamu nak?"
"iya, Saras itu anak ibu juga, ibu sudah menikah lagi yah, dan Saras itu Kakak tiri Hania."
__ADS_1
"ya Allah."ucap pak Arshad sedih
"om tenang saja, Evan akan mengungkap semua nya, Saras tidak sebaik yang kita pikirkan om. Evan janji. sekarang kita harus fokus sama kesehatan Hania."ucap Evan tiba-tiba
deg
"kak."ucap Hania lirih
pak Arshad menatap Hania "emang nya Hania kenapa, Van?"lalu melihat ke arah Evan
Hania menggeleng kan kepala nya,
"Hania terkena leukemia stadium akhir om."ucap Evan
Hania hanya menunduk, dia tak tau apa yang akan terjadi dengan ayah nya.sementara pak Arshad bak disambar petir, pak Arshad sangat sedih dan tak percaya
"benarkah yang dikatakan oleh Evan, nak?"tanya pak Arshad lirih dengan air mata sudah membasahi pipi tua nya
Hania mengangguk pelan "iya yah."jawab Hania
"kenapa kamu tidak bilang sama ayah nak?"
"maafkan Nia, yah. Nia nggak mau bikin ayah sedih dan khawatir."
"ayah ini, orang tua kamu nak. dari kecil ayah selalu jagain kamu dan memastikan kalau kamu baik-baik saja. ayah selalu ingin kamu sehat dan bahagia."ucap pak Arshad lalu memeluk Hania dengan erat
kedua nya tampak begitu sedih.
"sebentar lagi, keinginan ibu selama ini akan terwujud yah."ucap Hania lirih!karena Bu Rini sangat menginginkan Hania untuk mati
"tidak nak, kamu adalah alasan ayah untuk bertahan hidup dan sehat. kalau kamu sakit, ayah jauh lebih sakit."
Evan hanya diam saja, sebenarnya hati nya juga ikut teriris melihat ayah dan anak di depan nya.
"apa Andra tau?"tanya pak Arshad
"tidak yah."
"kenapa? dia masih suami mu nak."
"om, tenang lah. Andra sengaja belum diberi tau karena Evan ingin membongkar rahasia Saras terlebih dahulu ."
"emang nya ada rahasia apa, Van?"
"tenang lah om. semua nya akan baik-baik saja."jawab Evan
setelah dari rumah pak Arshad, Evan pergi ke kantor sementara Hania masih disana.
Hania tak pernah menyangka kalau Evan akan memberi tau ayah nya, namun dia tak marah karena bagi Hania mungkin dengan ayah nya tau, pak Arshad bisa lebih ikhlas jika sudah waktunya nanti.
"ayah jangan sedih terus ya, doakan saja Nia sehat dan bisa selalu menemani ayah. kalau ayah sedih, nanti Nia juga sedih."
"kenapa harus kamu nak? rasa nya ayah tak sanggup untuk menerima kenyataan ini."
"ayah harus ikhlas, ini semua terjadi karena kehendak Allah, yah."
hiks ...hiks pak Arshad kembali terisak. dia tak pernah membayangkan kalau putri kesayangannya akan merasakan sakit yang begitu berat.
"ayah, jangan marah sama mas Andra ya. mas Andra itu baik sama Nia. dia tak pernah menyakiti Nia yah. memang dengan dia masih menjalin hubungan dengan Saras itu membuat Hania sakit hati, tapi Hania sadar yah semua nya butuh waktu."jelas Hania
"iya nak, ayah tidak marah sama Andra. almarhum pak Farhan juga akan sedih jika ayah marah pada nya."ucap pak Arshad walaupun sebenarnya dia sangat kecewa atas sikap menantu nya itu
__ADS_1
...----------------...