Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Danau Pukaki


__ADS_3

sore ini, selepas ashar mereka turun ke bawah menuju sebuah danau yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka, mereka berencana akan camping disana dengan menyewa beberapa tenda. danau itu terlihat begitu indah dengan air yang jernih berwarna biru, serta dikelilingi dengan bunga lupin berwana ungu, serta di seberang nya terdapat gunung cook yang diselimuti dengan salju. sangat cocok untuk camping atau hanya sekedar menghabiskan waktu disana.


Andra dan Evan memasang tenda di tepi danau, sementara Hania dan Lala tengah asik bersua foto di tepi danau. canda tawa mengiringi kebahagiaan mereka.


setelah memasang tenda, Andra dan Evan tak mau kalah, mereka juga ikut berfoto.


"fotoin aku sama istri ku dulu, Van."titah andra yang dibalas anggukan oleh Evan


Evan mengambil setiap gambar dari andra dan Hania yang begitu sangat romantis.


"pengen ya."sindir Andra


"apa sih, kita juga bisa kan, la."jawab Evan sembari memberikan kamera pada Andra


"sekarang elu fotoin gue sama Lala, buat foto undangan."jawab Evan sembari menarik tangan Lala


Andra mulai mengambil gambar Lala dan Evan, sementara Hania sudah duduk di dalam tenda karena tubuh nya sudah mulai tak ingin banyak gerak lagi.


"udah ni, saya mau nemani Hania."ucap Andra lalu memberikan kamera pada Evan, kedua nya kembali melanjutkan foto-foto sementara Andra mendekati Hania


"kenapa sayang?"tanya Andra khawatir


"nggak apa-apa, mas. cuma capek aja."jawab Hania sembari tersenyum


"hmm, baik lah."jawab Andra

__ADS_1


kedua nya memandangi kedekatan Lala dan Evan, Mereka terlihat begitu akrab dan bahagia.


"menurut sayang, apa mereka akan bersama nanti nya?"tanya Andra


"ntah lah, mas. kalau Allah meridhoi tentu saja mereka akan bersama."jawab Hania!mata nya tak terlepas dari Evan dan lala


"semoga saja."tutur Andra


tak lama keduanya juga itu duduk bersama Andra dan Hania. mereka mengambil foto berempat yang terlihat begitu bahagia.


"aku seneng banget, Han."ucap Lala memeluk Hania


"aku juga, la."


"senang karena ada Evan kali."goda Andra


"iya-iya."


Evan hanya cengengesan sambil minum minuman bersoda yang dia bawa dari tempat penginapan.


...----------------...


malam ini mereka akan menikmati taburan bintang di bawah langit hitam di tepi danau, mereka menghidupkan api unggun layak nya sedang berkemah.


"sholawatan yuk, Han. aku rindu tau sama suara mu."ucap Lala

__ADS_1


"nggak ah la, malu tau."


"ayo lah sayang."mohon Andra karena dia tau suara istrinya begitu indah


"baik lah."jawab Hania lalu dia pun mulai bersholawat


prook


prook


Lala bertepuk tangan, dia begitu mengagumi sahabat nya itu.


"aku mau kayak kamu dech, Han. pintar ngaji, pintar sholawat, rajin sholat."ucap Lala tiba-tiba yang membuat Hania sedikit terkejut


"kamu harus masuk Islam dulu, la. biar bisa kayak Hania."jawab Evan


"iya, i know. semoga saja ya."jawab Lala


spontan Hania terkejut dan melotot kan mata nya "kamu serius, la?"tanya Hania


"iya, Han. doakan saja. nggak salah kan kalau Nasrani Pindah ke Islam?"tanya Lala


"nggak lah, justru itu lebih baik biar aku juga bisa nikahin kamu nanti, la."celetuk Evan


"hmm, emang kalau aku pindah Islam, aku mau nikah sama kamu?"jawab Lala

__ADS_1


Andra tampak tertawa puas dengan jawaban Lala yang menurut nya begitu polos namun menyakitkan. sementara Evan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


...----------------...


__ADS_2