
setelah beberapa jam menunggu, akhirnya hasil CT scan pun keluar. rasa cemas dan takut menyelimuti hati Hania.
"atas nama nyonya Hania."panggil suster
"iya sus, saya."
"silahkan masuk nyonya, dokter Mia menunggu anda di dalam."
"terima kasih sus."
Hania pun masuk dan duduk di depan dokter Mia. namun terlihat wajah dokter Mia sedikit seperti wajah kebingungan.
"saya sakit apa dok?"tanya hania tanpa basa basi
dokter membuka amplop coklat, lalu dia memberikan hasil CT scan pada Hania.
"maaf dok, saya tidak bisa membaca keterangan dari dari hasil ini. katakan saja dok saya sakit apa?"
dokter mia menarik nafas panjang, lalu membuang nya dengan pelan.
"setelah melalui berbagai pemeriksaan, anda dinyatakan mengidap leukemia stadium akhir."ucap dokter Mia berat
Hania tertegun ketika mendengar penuturan dokter.
"apa saya bisa sembuh dok?"tanya Hania lirih
"saya tidak bisa memastikan, namun hal yang bisa dilakukan adalah kemoterapi. itu pun bukan untuk menyembuhkan tetapi hanya untuk memperlambat penyebaran sel kanker nya. satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah kemo dan banyak-banyak berdoa mbak."
__ADS_1
tanpa disadari air mata Hania sudah jatuh di pipi nya. dokter Mia pun memeluk Hania. dia merasa sedih karena beberapa tahun lalu dia pun kehilangan anak nya karena leukimia.
"kamu harus kuat ya, saya akan mengusahakan yang terbaik untuk kamu."tutur dokter Mia
"terima kasih dok."ucap hania
"sama-sama. dimana suami kamu?"
"suami saya di luar negeri dok, saya mohon tolong jangan kasih tau siapa pun. cukup saya, dokter dan Allah yang tau ya. saya tidak ingin menyusahkan orang-orang yang saya sayangi dok."
"tapi, ini adalah penyakit yang berbahaya mbak."
"tidak apa-apa dok, kalaupun saya kalah dengan penyakit ini, ins syaa Allah saya ikhlas."
dokter Mia hanya tersenyum getir, dia merasa tak tega dengan kondisi Hania.
"mulai Minggu depan kita akan mulai kemoterapi ya, nanti saya buatkan resep obat untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh mu."
"terima kasih dok."
...----------------...
Evan yang dari tadi melihat Saras terus bermanja-manja dengan Andra sangat merasa jijik.
"Ya Tuhan, setan apa yang sudah mengganggu otak sahabat ku ini. Kenapa dia bisa luluh dengan Mak lampir itu."umpat Evan
"Jadi kapan ni? Mau ke hotel. Capek gue berdiri Mulu."ucap Evan
__ADS_1
"Sabar kenapa sih Van, maka nya cari pacar dong."sahut Saras
"Dih, mending gue nggak punya pacar daripada ngambil milik orang."jawab Evan
"Maksud kamu apa Van?"
"Nggak ada. Udah ayo ke hotel. Gue capek ni."jawab Evan lalu dia menarik koper menuju taksi
Namun, ucapan Evan barusan sangat mengganjal di hati Saras.
"Sayang, maksud Evan tadi apa? Kamu punya selingkuhan ya?"
"Apaan sih, nggak usah dengerin lah ocehan Evan."jawab Andra sedikit emosi
"Ih, kok kamu marah sih. Aku kan cuma nanya doang."
"Sorry...sorry."ucap Andra lalu dia menggenggam tangan Saras
"Aduh, kasihan banget kamu Han. Kamu baik tapi kelakuan suami kamu kayak gini han..Han."batin Evan sembari melihat kelakuan Andra dan Saras dari kaca mobil
Sesampainya di hotel, Andra dan Evan langsung masuk ke dalam kamar mereka sedangkan kamar Saras berada di samping kamar nya.
"Aduh, akhirnya bisa istirahat."ucap Evan lalu dia membaringkan tubuhnya di kasur
"Maksud kamu apa sih Van?, Kenapa kamu ngomong kayak gitu tadi? Kamu mau ngerusak hubungan aku sama Saras?"bentak Andra
Evan pun bangun dari tidur nya, dia menatap Andra dengan tatapan yang penuh dengan emosi.
__ADS_1
"Elu nggak salah marah sama gue dra? Demi perempuan itu elu rela bentak gue. Emang apa salah nya kalau Saras tau kalau elu itu sudah punya istri."ucap Evan lantang
...----------------...