Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
aku tidak Sebodoh itu


__ADS_3

"sudah ayah, sudah."ucap Hania yang kini sudah menangis


"kalian semua pasti sudah tau siapa wanita di depan kalian ini? ya dia adalah seorang ibu yang tak punya hati. Hania ini adalah darah daging anda sendiri, sejak kecil dia tak pernah mendapatkan kasih sayang anda sebagai seorang ibu. justru anda meninggalkan dia dan menikah dengan orang yang lebih kaya. apa anda pernah memikirkan bagaimana perasaan nya."


"ayah sudah, yah."mohon Hania


"tidak Hania, ayah tidak rela dipermalukan di depan semua orang, dia sudah keterlaluan. kenapa anda menginginkan dia mati sedangkan saya selalu ingin dia hidup. pernah kah selama ini dia mengganggu kehidupan anda? tidak, bukan?"


"diam, anda itu hanya laki-laki tua yang tak bisa di andalkan."teriak Bu Rini


acara itu seolah-olah terasa mencekam, mereka sudah sama-sama emosi.


"kenapa?."bentak pak arshad


"ayah, ibu sudah. cukup. ibu sebentar lagi keinginan ibu akan terwujud, doa ibu akan terkabulkan. Nia mohon Bu, tolong hentikan. Nia tidak menuntut apa-apa Bu, Nia ikhlas jika ibu tidak mengakui Nia. Nia minta maaf kalau Nia hanya menjadi beban ibu selama ini. Nia juga tidak minta dilahirkan Bu."ucap Hania dengan linangan air mata yang semakin deras


tamu undangan merasa iba dengan Hania.

__ADS_1


"lebih baik bicara di luar saja, malu sama orang."ucap Evan! dia tak ingin masalah itu justru menjadi tontonan semua orang


mereka pun menurut, kini semua nya sudah berada di luar. Andra masih diam tak bergeming, ingin rasanya dia memeluk istrinya itu.


Hania mendekati Bu Rini, dan mencoba untuk memeluk Bu Rini.


"ibu, bisa kah ibu memeluk ku sebentar saja, Hania rindu Bu. Hania janji, Nia akan pergi bu."ucap Hania lirih lalu mendekati Bu Rini


bukan nya menerima, justru Bu Rini mendorong Hania hingga dia jatuh.


"cukup."teriak Andra! dia benar-benar tidak tahan lagi


"cukup, jaga sikap anda."bentak Andra


"Andra, kamu kenapa?"tanya Bu Rini kaget


"sudah, hentikan semua sandiwara kalian. jangan kalian pikir saya bo*oh, saya tidak sebo*oh itu."ucap Andra lalu dia mengambil sebuah amplop yang diberikan Budi

__ADS_1


"kalian tau apa yang ada di tangan saya ini?"tanya Andra tersenyum sinis


Andra membuka nya lalu membaca nya dengan lantang, kemudian Andra melempar kertas itu pada Saras. Saras terkejut melihat isi kertas itu.


"jelas, bukan? itu bukan anak saya."ucap Andra lantang


semua nya mendongak ke arah Andra


"ini anak kamu, dra. dari mana kamu dapat ini."tanya Saras


Andra kembali tersenyum sinis "kamu ingat saat aku membawa mu untuk periksa kandungan?"tanya Andra sambil menaikkan sebelah alisnya


Saras gelagapan, dia terlihat ketakutan


"saya tidak sebodoh itu Saras, saya sadar dengan apa yang saya lakukan, kamu ingat bukan saat dokter mengambil darah mu? dan apa kamu tau siapa dokter yang satu lagi itu?"tanya Andra dengan tatapan tajam


Saras sudah benar-benar kalah, dia tak tau lagi harus menjawab apa

__ADS_1


"dia adalah Tante ku, Saras. dan saya sudah melakukan tes DNA dan jelas itu bukan anak saya."ucap Andra dengan penuh penekanan


...----------------...


__ADS_2