Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
ustadz somad


__ADS_3

"ada apa bang?"tanya seseorang di samping nya


"oh, nggak apa-apa."jawab Andra lalu dia kembali melihat ke arah Hania dan orang yang dia lihat sebagai mama nya sudah tidak ada lagi


"astaghfirullahaladzim."ucap nya berkali-kali


tak lama ustadz Somad pun tiba, suara sholawat nabi mengiringi kedatangan ustadz Somad.


ustadz Somad tersenyum dan menyapa para jamaah dengan segala kehumorisan nya.


acara pengajian pun dimulai, Hania begitu serius mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan oleh ustadz. bercanda namun serius itulah cara ustadz Somad menyampaikan dakwah nya. kali ini ustadz Somad membahas tentang kematian yang tentu saja membuat Andra semakin kalut.


hingga di penghujung acara, ustadz Somad menyampaikan "Kehilangan itu kata orang, nanti berjalannya waktu akan sembuh, itu bagi orang yang tidak merasa kehilangan. Dia hanya membaca teori tentang kehilangan, sebenarnya sembuh itu tidak akan pernah ada bagi orang kehilangan tapi Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lain."ucap ustadz Somad


mata Andra langsung tertuju pada sang istri yang berada di seberang nya. raut wajah itu memberikan keteduhan namun menyayat hati bagi Andra.


hampir dua jam mereka disana, hingga acara pun selesai. Andra mengusahakan agar Hania dapat bertemu dengan ustadz Somad sesuai dengan keinginan Hania.


"mas, boleh saya bertemu dengan ustadz nya?"tanya Andra


sungguh jika Allah sudah menghendaki maka tidak ada yang dapat menghalangi. Andra pun bertemu dengan ustadz Somad dan sang istri.


"assalamu'alaikum ustadz."

__ADS_1


"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."jawab ustadz Somad tersenyum. memang benar-benar wajah-wajah orang Sholeh memberikan kenyamanan tersendiri bagi siapapun.


"ustadz, apa boleh saya membawa istri saya untuk bertemu dengan ustadz, dia sudah sangat ingin bertemu dengan ustadz. maaf ustadz, saya cerita sedikit, istri saya sedang sakit, saya ingin mewujudkan setiap apapun yang dia inginkan."ucap Andra sedih


"innalilahi wa innailaihi rojiun, emang nya istri nya sakit apa?"tanya istri ustadz


"leukimia, ustadzah."


"astaghfirullahaladzim."


"mana istri nya, ajak lah kesini."


Andra mencari istri nya lalu membawa nya bertemu dengan sang ustadz. senyum manis begitu mengembang di wajah Hania.


"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."jawab kedua nya


mereka duduk di tengah-tengah hamparan sajadah.


"kata suami nya, kamu lagi sakit ya?"


Hania tersenyum "iya ustadzah."


"subhanallah. kamu harus sabar ya, semoga ini menjadi penghapus dosa untuk mu."

__ADS_1


"aamiin."


mereka berbincang-bincang hingga hari semakin malam, sebelum pulang Hania dan Andra meminta izin untuk berfoto dengan ustadz Somad dan juga istri nya.


...----------------...


jam dua belas malam, baru kedua nya tiba di rumah, jarak yang begitu jauh antara rumah dan tempat pengajian membuat kedua tiba di rumah sudah tengah malam.


"langsung istirahat ya sayang."ucap Andra sambil mengelus kepala Hania


"iya mas."


"sayang senang?"


"banget, Alhamdulillah ya mas. Allah meridhoi kita untuk bertemu dengan ustadz Somad dan istri nya. aku sangat bahagia, udah lama banget pengen lihat pengajian ustadz Somad."


"iya sayang. Alhamdulillah."ucap Andra lalu mencium kening Hania


kedua nya masuk ke kamar, Hania mengganti pakaian nya dengan kimono lalu dia pun membaringkan tubuhnya, sementara Andra masih di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Andra menatap wajah nya dari pantulan cermin wastafel, pikiran nya kembali pada saat dia melihat mama nya. karena pikiran itu mengganggu pikiran nya, Andra mencuci kembali wajah nya dengan kasar.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2