
Sudah beberapa jam Andra di kamar Hania. tatapan mata nya begitu kosong. semua memori tentang Hania berputar di kepala nya.
Andra melihat sebuah lemari, barangkali masih ada baju Hania yang tertinggal disana. Andra membuka lemari pakaian itu. namun, tak ada apa-apa lagi di dalam sana.
mata Andra tertuju pada sebuah kertas di dalam laci lemari. Andra mengambil nya, betapa terkejutnya Andra ketika membaca kertas itu lagi-lagi Andra terjatuh di lantai.
"kanker darah."ucap Andra lirih!saat dia melihat di kertas itu tertera nama Hania
perasaan kembali tak karuan, Andra melangkah keluar menuju mobil nya.
"dra, mau kemana?"teriak Evan lalu dia pun menyusul Andra.
Andra melajukan mobilnya menuju rumah pak Arshad.
...----------------...
sesampainya di rumah pak Arshad, Andra langsung berlari dan mengetuk pintu itu.
pak Arshad kembali terkejut melihat Andra.
"ayah."ucap Andra lalu dia memeluk pak Arshad
"apa ayah tau kalau Nia sakit, yah?"tanya Andra
pak arshad tak bisa menahan tangisan nya lagi, dia membalas pelukan Andra. dua laki-laki itu begitu mencintai dan menyayangi Hania.
"ayah, Andra mohon dimana istri Andra ayah."ucap Andra lirih
__ADS_1
namun pak Arshad hanya diam, dia tidak ingin memberitahu dimana Hania berada.
"ayah, Andra mohon ayah."teriak Andra
"ayo ikut aku, dra."ucap Evan
Andra mengalihkan pandangannya pada Evan.
"jadi kamu tau dimana Hania, Van?"tanya Andra geram
Evan mengangguk
Andra langsung berlari ke arah Evan dan
buuk
Andra melayangkan pukulan di wajah Evan. "kenapa kamu melakukan ini pada ku, Van. apa kamu ingin membuat aku gila, hah?"bentak Andra
Andra mencekam baju Evan "cepat antar saya dimana dia berada."ucap Andra geram
"ayo dra."ucap Evan! tak sedikit pun Evan marah atas perlakuan Andra terhadap nya, wajar saja Andra emosi pada diri nya.
...----------------...
Andra merasa bingung, kenapa jalan itu seperti ia kenal.
"kita mau kemana?"sentak andra
__ADS_1
"sebentar lagi elu akan tau."jawab Evan
tak lama kedua nya pun tiba di villa. Andra menatap Evan "kenapa kamu bawa saya kesini?"tanya Andra dingin namun mematikan
"masuk lah, nanti kamu akan menemukan seseorang di dalam sana."tutur Evan
dengan langkah cepat Andra masuk ke dalam villa, semua pelayan menyambut kedatangan Andra. namun Andra terkejut karena ada Lala disana.
"dra."ucap Lala lirih
"mana Hania, la?"tanya Andra tak sabar
"Nia baru saja istirahat, dra. dia baru selesai minum obat."jawab Lala
Andra melangkah kan kaki nya menuju kamar Hania.
ceklek
tampak Hania sedang tertidur di bawah selimut tebal. Andra tidak berpikir apa-apa lagi, dia mendekati Hania lalu memeluk nya. kini Andra sudah menangis sembari memeluk Hania.
Hania yang merasa tubuh nya begitu berat dan mendengar suara tangisan, dia pun terbangun. Hania memperhatikan siapa orang yang sedang memeluk nya itu.
Andra mendongak ke arah wajah Hania, Hania hanya diam.
"sayang. aku minta maaf. aku sudah begitu banyak menyakiti mu, aku mohon beri aku kesempatan sayang."ucap Andra dengan suara yang sudah parau karena beberapa hari ini dia selalu menangis
Hania mencoba bangkit dari tidur nya, akhirnya penantian nya selama ini terwujud.
__ADS_1
Hania menatap wajah yang sudah lama dia rindukan itu. Hania mengambil tangan Andra lalu mencium nya. kedua nya sama-sama menangis.
...----------------...