Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Buktikan Pada Ku


__ADS_3

Hania sudah tinggal bersama ayah nya lagi saat ini, dia tak mau lagi pulang ke rumah Andra.


Hania menyenderkan kepalanya di sisi ranjang, dengan pandangan kosong.


"maaf mas, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita. aku ngalah dan aku ikhlas."ucap Hania lirih dengan linangan air mata


drrrtttt


suara panggilan di ponsel nya, namun Hania tak menghiraukan nya.


sementara di tempat lain, Andra berada di rumah sakit, namun suster mengatakan kalau Hania sudah pulang.


"sayang kamu dimana?"pesan yang Andra kirimkan pada Hania namun tak kunjung dapat balasan.


Andra merasa frustasi


Ting


buru-buru Andra membuka nya barangkali itu pesan dari Hania.


"temui aku di kafe sekarang, dra."pesan dari Lala


Andra langsung pergi dari rumah sakit itu, barangkali Lala akan memberitahu keadaan Hania.


Andra menancap gas menuju kafe, dimana Lala menunggu nya.


sesampainya di kafe, Lala sudah duduk disana bersama Evan karena dia tidak ingin menjadi fitnah jika dia hanya berdua pada Andra.


"bagaimana keadaan Hania, la? kenapa dia sudah pulang?"tanya Andra


"tenang dulu, dra."ucap Lala

__ADS_1


"oke, Hania memang meminta untuk pulang, dia mau istirahat di rumah. dan satu lagi, dra."


"apa, la?"tanya Andra


"Hania ingin berpisah dari mu, dra."


bagai disambar petir, Andra terkulai lemas.


"apa kamu membohongi ku, la? Hania tidak mungkin melakukan itu pada ku."ucap Andra lirih


"aku tidak membohongi mu, dra. om Arshad sudah mengurus perceraian kalian."jawab Lala


Andra tak percaya, kalau Hania benar-benar akan meninggalkan nya.


"semua ini gara-gara perempuan licik itu."teriak Andra geram


Lala dan Evan hanya diam saja melihat Andra yang begitu frustasi dengan kejadian ini.


"aku tidak mau cerai dengan dia, tidak."ucap Andra lirih


Andra diam sejenak, lalu dia pergi meninggalkan kedua nya. Andra segera menuju rumah Hania.


sesampainya di rumah Hania, Andra menggedor pintu rumah Hania, hingga membuat Hania kaget.


"tidur lah nak, biar ayah yang membukakan pintu."ucap pak Arshad karena melihat Hania terbangun


ceklek


pak Arshad sedikit terkejut dengan siapa yang datang "apa anda tidak di ajari sopan santun?"sindir pak Arshad sembari sedikit mendorong tubuh Andra


Hania menguping percakapan mereka, dia tau kalau Andra datang.

__ADS_1


"maaf yah, saya tidak bermaksud tidak sopan. Andra hanya ingin bertemu dengan Hania, yah."ucap Andra lirih


"Hania tidak ada disini."jawab pak Arshad


"ayah pasti berbohong, dimana Hania yah."sentak Andra geram


karena mendengar suara Andra yang sudah meninggi, Hania pun ikut keluar.


Hania menatap Andra dengan tatapan yang sulit diartikan.


"kenapa kamu berteriak-teriak disini?"tanya Hania dingin


"sayang, kenapa kamu sudah pulang? bukankah kamu harus di rawat sayang?"tanya Andra lirih sambil mendekati Hania


"jangan sentuh aku."ucap Hania lantang


Andra menghentikan tangan nya, dia hanya tersenyum getir


"aku akan segera mengurus perceraian kita dan kamu bisa menikahi perempuan itu."ucap Hania dengan sorot mata yang tajam


"kamu ngomong apa sih sayang, aku tidak mau menikah dengan nya, karena itu bukan anak aku sayang."jawab Andra


"bagaimana kamu bisa meyakinkan kalau itu bukan anak kamu?"sentak Hania


"aku akan membuktikan nya sama kamu."


"oke, silahkan kamu buktikan pada ku, jika itu bukan anak mu. aku kasih kamu waktu satu Minggu, kalau satu Minggu kamu tidak mampu membuktikan nya, aku akan menuntut cerai pada mu."ucap Hania! ntah kekuatan dari mana, Hania begitu tegar di depan suami nya itu


"satu lagi, jangan pernah menghubungi dan menemui ku lagi sebelum semua nya terbukti."tambah Hania lalu dia kembali masuk ke kamar! dia tak tahan lagi menahan air mata nya


sementara Andra masih terdiam, hati nya benar-benar terasa sakit.

__ADS_1


"kamu dengar apa yang dikatakan putri ku? sekarang pergilah."ucap pak Arshad lalu dia menutup kembali pintu.


...----------------...


__ADS_2