
setelah beberapa hari terlelap dan enggan membuka mata, syukurlah sekarang Hania sudah kembali membuka matanya. dokter yang menangani Hania merasa kagum atas kekuatan Hania.
"Masya Allah, Alhamdulillah nona sudah sadar."ucap dokter sembari tersenyum
Hania membalas senyuman dokter.
"bagaimana kondisi anak saya, dok?"tanya pak Arshad
"kondisi pasien cukup stabil, pak."jawab dokter
pak Arshad mengangguk paham pada penjelasan dokter.
"kalau begitu saya permisi dulu ya, selamat beristirahat nona Hania."ucap dokter ramah
"terima kasih dok."jawab Hania lirih
dokter pun mengangguk lalu berlalu keluar.
Lala segera memeluk sahabat nya itu, semua alat-alat sudah terlepas dari tubuh Hania yang tertinggal hanyalah infus di tangan nya.
"nak, ayah pergi sebentar ya. la, om titip Hania ya."
"iya om."
setelah berpamitan pak Arshad langsung pergi ntah kemana.
__ADS_1
tatapan Hania kosong, hati nya kembali sakit ketika mengingat kejadian malam itu, Hania juga merasa kecewa karena Andra tak ada di samping nya saat ini.
"aku nyerah, la. aku ingin pisah dari mas Andra."ucap Hania tiba-tiba
"kenapa, Han?"tanya Lala terkejut
"apa kamu bisa membayangkan betapa hancurnya hati ku, la? apa kamu mau jika berbagai suami? aku tidak mau, la."ucap Hania lirih
"Han, coba pikirkan baik-baik, jangan sampai kamu mengambil keputusan yang salah."
"lihat lah, la. kalau dia mencintai ku dan masih menginginkan ku, kenapa dia tidak ada disini? apa dia sudah menikah dengan wanita itu saat aku tak sadarkan diri, la?"tanya Hania sembari menangis
"Han, Andra sudah beberapa kali kesini, tapi om Arshad melarang nya."jawab Lala
Lala memperlihatkan bukti, betapa Andra mengkhawatirkan Hania"lihat lah ini, dia terus bertanya padaku tentang keadaan mu, Han."ucap Lala
Hania tertunduk lemas, air mata nya terus saja mengalir. tak lama pak Arshad pun kembali.
"kamu kenapa nangis, nak?"tanya pak Arshad bingung
"ayah, Nia mau pisah sama mas Andra."ucap Hania lirih
Lala benar-benar terkejut, dia tak menyangka kalau Hania benar-benar ingin bercerai.
"ayah sudah mengurus nya."jawab pak Arshad! karena diam-diam pak Arshad sudah mengurus nya ke pengadilan agama
__ADS_1
Hania merasa itu adalah keputusan yang terbaik, dia tak mungkin membiarkan anak itu lahir tanpa ayah dan dia pun tidak ingin di madu.
"Hania mau pulang, ayah."ucap Hania
"tapi Nia harus di rawat dulu, nak."
"Nia, mau pulang ayah."ucap Hania lagi
pak Arshad keluar dan menemui dokter, dokter pun ikut masuk ke ruangan Hania.
"kenapa nona ingin pulang? bukankah kondisi nona masih lemah?"tanya dokter
"saya tidak mau di rawat lagi disini, dok. saya mau istirahat di rumah saja. lagipula saya sudah merasa baik-baik saja."jawab Hania
"baik lah, saya akan mengizinkan anda pulang tapi berjanjilah pada saya untuk istirahat."ucap dokter
"iya dok."
"baik lah, tunggu sebentar ya. suster akan mengurus semua nya."
Lala hanya diam saja sejak tadi, dia merasa aneh ada sikap sahabat nya saat ini. Hania menjadi lebih kasar dan tidak memperdulikan nya lagi.
"sekarang kamu bilang sama dia, jangan hubungi ku lagi dan jangan ganggu aku lagi."ucap Hania sembari memalingkan wajahnya nya.
...----------------...
__ADS_1