Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Terbongkar


__ADS_3

"Apa?"terdengar suara Saras yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu


"Apa maksud nya dra? Kamu udah nikah? Hah?"bentak Saras


"Iya, tapi aku tidak mencintai dia. Aku menikahi dia karena perjodohan dan aku sangat membenci nya."jawab Andra lantang dan tak kalah emosi nya


"Pantas saja kamu menyuruh aku untuk menunggu satu tahun kepergian papa mu, ternyata itu alasan nya. Aku benar-benar kecewa sama kamu dra."ucap Saras lalu dia keluar


"Saras...Saras."teriak Andra


"Puas kamu sekarang Van? Puas." bentak Andra


"Iya, gue sangat puas. gue kasihan sama Hania. Coba elu pikir sesabar-sabar nya manusia, nggak akan ada yang seperti Hania, dia sangat sabar dalam menghadapi sikap elu bahkan Mak lampir itu belum tentu akan sabar seperti Hania, dra. Coba kamu lihat sedikit aja istri elu, apa yang nggak dia lakukan untuk elu? Makan disiapkan, elu pulang dari kantor dia sambut. Pernikahan kalian udah berjalan setengah tahun, tapi sikap elu nggak ada berubah-rubah nya.  kalau bukan karena Hania sakit kemarin, elu nggak akan peduli sama dia, itupun elu peduli cuma karena elu kasihan sama dia. Dra, elu harus ingat, Tuhan memang memberikan kesempatan untuk setiap makhluk nya tapi Tuhan punya banyak cara untuk mengambil kesempatan itu. Kalau bukan elu yang berubah, maka Tuhan yang akan merubah segalanya dan satu lagi jangan sampai elu disadarkan dengan kehilangan Hania. kalau tidak di ambil laki-laki lain yaaa di ambil tuhan."jelas Evan dengan penuh penekanan lalu Evan pun keluar dari kamar.


"Oh ya, lebih baik elu kejar Mak lampir itu, siapa tau dia gantung diri di pohon pisang."ucap Evan lalu dia pun menutup pintu

__ADS_1


Setelah evan pergi, Andra terdiam dan terpaku. Omongan Evan ada benar nya juga, namun itu belum cukup untuk menyadarkan Andra. Setelah cukup lama merenung, dia pun keluar untuk mencari Saras.


Cukup lama dia berputar-putar di tempat itu, akhirnya dia melihat Saras sedang duduk di sebuah kafe


"Mau ngapain kamu kesini?"tanya Saras dengan sorot mata yang tajam


"Aku bisa jelasin semua nya, please tolong dengerin aku dulu."pinta Andra memohon


Saras pun menatap wajah Andra


"Maafin aku sayang."ucap Saras sembari memegang tangan Andra


"sekarang terserah kamu, kalau kamu mau ninggalin aku nggak apa-apa."ucap Andra frustasi


"Aku tidak akan meninggalkan mu, aku akan menunggu kamu menceraikan wanita itu, siapa perempuan yang sudah berani mengambil kamu dari aku, dra?"

__ADS_1


"Hania, wanita yang ada di rumah."


"Yang katamu keponakan mbok?"


"Iya."


"Kurang ajar, lihat aja kamu. Dasar wanita kampung."batin Saras


"aku minta maaf ya sayang, aku nggak bermaksud untuk marah-marah sama kamu."ucap Saras


"sudah lah, lupakan saja. sekarang kamu sudah tau semua nya. aku mohon bersabar lah sampai aku dan dia berpisah."


"iya sayang."ucap Saras dengan senyum kemenangan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2