
semilir angin pagi terasa begitu dingin ketika membelai kulit, sayup-sayup terdengar suara adzan subuh. Hania yang masih terlelap mencoba membuka mata nya perlahan.
Hania mengambil ponselnya di atas nakas, ntah apa yang dia lihat. walaupun Andra sudah beberapa hari di luar negeri tapi dia tak pernah menghubungi Hania.
Hania bangkit dari tempat tidur nya lalu pergi ke kamar mandi.
setelah mengambil wudhu, Hania segera melaksanakan sholat subuh. selepas sholat cukup lama Hania berdiam diri di atas sajadah.
Hania mengambil ponselnya lalu dia mencari nomer telpon Andra.
"hallo."ucap seseorang di seberang sana namun suara perempuan
deg
"siapa wanita itu? kenapa dia yang mengangkat telpon mas Andra."batin Hania!beribu hal dia pikirkan
"apa mas Andra."batin Hania terhenti
"hallo, ada orang nggak sih."
"ma...maaf. ini siapa ya?"tanya Hania pelan
"saya Saras, anda siapa? kenapa anda menghubungi nomor kekasih saya?"bentak Saras
"astaghfirullahaladzim, apa mas Andra tidur dengan Saras. nggak. nggak mungkin."ucap Hania dengan menjauhkan telpon
"hallo, dasar orang gila. ganggu aja."gerutu Saras lalu dia mematikan sambungan telepon
__ADS_1
"ya Allah."ucap Hania lirih
"assalamu'alaikum kak Evan, maaf Hania mengganggu waktu nya. Hania mau tanya apa mas Andra tidur satu kamar sama kak Evan? maaf Hania panggil nya kakak aja ya😅."pesan dari Hania
Ting
Evan langsung terbangun dan melihat ponselnya.
Evan mengernyitkan kening nya, dia menoleh ke samping dan Andra memang tidur dengan nya.
"iya Han, ada apa?"balas Evan
"tidak apa-apa kak. terima kasih."balas Hania lagi
"Alhamdulillah."ucap hania
jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sejak mendapatkan pesan dari Hania, Evan tidak tidur lagi dia memilih untuk membuat kopi.
"udah bangun kamu, Van?"
"hmm,"jawab Evan sembari menyeruput kopi nya
Andra ikut bangun dan mengambil air putih lalu duduk di samping Evan.
"ponsel elu kemana dra?"
Andra mencoba untuk mengingat dimana ponsel nya.
__ADS_1
"ada kok, di atas meja. kenapa?"tanya Andra bingung
"nggak sih, coba elu cek dulu soal nya tadi Hania wa gue, dia nanyain elu tidur sama gue atau nggak."jawab Evan
Andra langsung berdiri dan mencari ponsel nya namun tidak ada. baru lah dia ingat ponsel nya tadi malam ada di tas Saras waktu mereka jalan-jalan.
Evan hanya menggelengkan kepalanya. sementara Andra langsung ke kamar Saras.
"sar."panggil Andra
"iya sayang."
ceklek
"aku mau ngambil handphone aku."ucap Andra
"oh iya, ini sayang. tadi ada orang yang nelpon tapi nggak ada nama nya."jelas Saras
"oh oke. thank you ya. sebentar lagi sarapan kamu akan di antar, nanti agak siang ya kita keluar nya soal nya aku masih ada kerjaan."
"oke sayang."ucap Saras manja lalu dia memeluk Andra
Andra pun kembali ke kamar. dan dia mengecek ponselnya dan benar saja walaupun dia tidak menyimpan nomor Hania tapi dia tau kalau itu nomer Hania.
"bener-bener ya. gue nggak tau lagi dech sama elu dra. elu nggak tau kan apa saja yang Saras bilang tadi. walaupun dia tidak tau kalau itu nomor Hania. elu terpikir nggak gimana perasaan Hania?."sahut Evan
...----------------...
__ADS_1