
ceklek
suara pintu, rupa nya Evan yang datang
"lho kenapa kamu, Han? elu apain adek gue?"tanya Evan
"hehehe, mas Andra tidak ngapa-ngapain Hania kak, tadi Nia cuma curhat aja eh kebawa perasaan."jawab Hania
"oh gitu. ini aku bawain makanan, kamu makan dulu Han."
"terima kasih kak."ucap Hania
kedua nya bergantian, Hania duduk di sofa sementara Evan duduk di samping Andra.
"gimana keadaan elu?"
"kamu nggak lihat apa?"gerutu Andra
"hahahaha, sabar dong bos. tangan udah di infus masih aja marah-marah."
"mas, hmm. aku keluar sebentar ya."ucap Hania karena dia juga harus minum obat.
"gimana? enakan di jagain istri atau pacar?"goda Evan
Andra hanya diam
"hmmm, dasar es balok. diam aja elu. pasti enakan di rawat istri kan? eh dra bentar lagi kan kalian mau pisah kan, nanti kalau Hania jadi istri gue, elu jangan cemburu ya. kami mau punya anak lima, hmm pasti bahagia sekali hidup gue."ucap Evan yang berhasil membuat Andra mengencangkan rahang nya
Evan terkekeh" kenapa elu? cemburu? katanya nggak cinta?" goda Evan lagi
Tuk
__ADS_1
suara sendok di kening evan
"woi sakit tau."tutur Evan sembari mengelus kening nya
"selagi dia jadi istri saya, jangan pernah macam-macam sama saya van, kamu tau kan bagaimana saya ketika dikhianati?"ancam Andra
"iya tau kok."
tak lama Hania pun kembali.
"kak Evan kalau mau istirahat di sofa aja, biar Nia jagain mas Andra."
"oke han."
Hania kembali duduk di samping Hania.
ceklek
"ya Ela datang lagi ni Mak lampir."umpat Evan
"minggir kamu."ucap Saras pada Hania
Hania memilih mengalah dan duduk di samping Evan. Evan menatap Andra dengan senyum kejahilan nya.
"Nia kamu mau lihat film ini nggak? lucu banget tau pasti kamu suka."ucap Evan sembari mendekat pada Hania
"oh ya, yang mana kak?"
kedua nya sama-sama tertawa, Andra merasa kesal pada sikap Evan dan Hania.
"sayang, ih kamu. aku disini lho ngapain kamu lihatin dia, kamu suka sama pelakor itu?"tanya Saras ketus
__ADS_1
Evan dan Hania sama-sama mendongak ke arah ranjang Andra
"nggak salah elu bilang pelakor? emang pelakor itu apa sih?"tanya Evan
"perebut laki orang kan? bukan perebut pacar orang. nggak sadar kamu, yang pelakor disini itu kamu nyonya Saras."ucap Evan dengan penuh penekanan
"sudah kak."sahut Hania
"sayang, lihat tu sahabat kamu. dia belain perempuan itu. jangan-jangan dia suka sama pelakor ini."ucap Saras
"sudah lah kalian ini, kalau cuma mau ribut lebih baik keluar saja."bentak Andra
"tuh dengar kan, keluar saja."ucap Saras
"kamu yang keluar, kalau cuma mau ribut."bentak Andra
Saras terperanjat kaget
"kamu.....kamu ngusir aku?"tanya Saras
Andra diam dan mengalihkan pandangan nya
"kamu sudah berani bentak aku di depan wanita ini, kamu belain dia, Andra?."tanya Saras marah
"hahaha, kasihan banget sih."sahut Evan sembari tertawa puas
"Van, sudah."bentak Andra
"dasar perempuan murahan, bisa-bisa nya kamu merebut calon suami ku. lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk mu."ancam Saras lalu dia memilih untuk pergi
...----------------...
__ADS_1