Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Maafin aku, La


__ADS_3

Andra dan Evan yang melihat kedekatan dua wanita di hadapan mereka merasa tersentuh, kini Andra sudah beralih tempat duduk di samping Evan. kedua nya hanya menatap Hania dan Lala yang begitu akrab dan terlihat saling menyayangi.


Hania menatap wajah Lala dengan lekat seolah-olah dia tidak peduli dengan laki-laki yang sedang memperhatikan mereka.


"maafkan aku ya, La."ucap Hania lirih


"maaf untuk apa, Han?"tanya Lala bingung


"maaf karena aku nggak bisa nemani kamu di saat kamu lagi terpuruk atas kehilangan om dan tante, aku minta maaf, la."ucap Hania lirih karena walaupun dia sudah beberapa kali meminta maaf pada Lala, namun di hati Hania tetap lah ada rasa bersalah


Lala tersenyum sembari mengelus pipi Hania" Hania ku sayang, kamu tidak perlu meminta maaf lagi, seharusnya aku yang minta maaf karena aku hampir saja membenci mu, tapi puji Tuhan, aku diberitahu sebelum aku benar-benar membenci mu, saat aku tau kamu sakit, dunia ku kembali hancur, Han. di dunia ini aku tak punya siapa-siapa, aku cuma punya orang tua ku dan kini sudah pergi meninggalkan aku, tapi bersyukur nya aku Tuhan masih memberikan aku sahabat yang sangat luar biasa baik nya. aku sangat bersyukur memiliki mu dan kamu pun memilih aku sebagai sahabat mu, Han. sekarang aku cuma berharap, sahabat ku ini sehat kembali, panjang umur karena aku masih butuh kamu di hidup ku, Han."tutur Lala yang kini sudah menangis


Andra dan Evan sekekali saling pandang, mereka begitu merasakan betapa tulusnya persahabatan wanita di depan nya.


"dulu, aku takut berkenalan dengan mu, karena perbedaan keyakinan yang kita miliki, tapi kamu tidak menjadikan itu sebagai halangan untuk aku bisa mengenal mu, Han. kesalehan yang kamu miliki membuat aku begitu mengagumi mu, bahkan terkadang ketika aku di rumah aku sering mencoba memakai jilbab, aku ketagihan saat kamu memakaikan jilbab pada ku saat itu.hehehe."tutur Lala jujur


"dan pada akhirnya, aku tau kamu menikah dengan laki-laki yang awal nya tidak aku sukai."ucap Lala sembari menoleh ke arah Andra

__ADS_1


"karena aku lihat dia laki-laki yang jahat dan kasar, sangat tidak pantas untuk sahabat ku ini. tapi yaaa walaupun begitu rumit perjalanan kalian, aku hanya bisa mendoakan saja, dan sekarang kalian sudah kembali bersama, semoga Andra bisa menjaga mu dan tidak menyakiti mu lagi."ucap Lala dengan penuh penekanan sambil menatap Andra dengan tajam


Evan terkekeh karena kini Lala juga sudah berani sama Andra. sementara Andra hanya diam dan menatap Lala dengan tatapan dingin


Lala dan Hania pun berpelukan, kedua nya benar-benar merasa bersyukur memiliki satu sama lain.


"oke, sekarang kita istirahat dulu ya."ucap Andra


"tapi mas."


"hmm, iya-iya dech. ya udah aku istirahat dulu ya, la. kamu juga istirahat gih biar nanti enak jalan nya."


"oke han, selamat istirahat."ucap Lala lalu mencium pipi Hania gemes


Andra yang melihat itu tersedak


"kenapa dra?"tanya Lala heran

__ADS_1


"ngapain kamu cium-cium istri aku, hah?"dengus Andra


"kenapa? nggak boleh ya?"dengus Lala


"nggak boleh lah"jawab Andra ketus


"kenapa nggak boleh? toh kami sama-sama perempuan biasa lah cipiki-cipiki, kalau saya cium kamu baru nggak boleh."jawab lala


lagi-lagi Evan terkekeh, melihat tingkah Lala yang menurut nya berani, mana ada sih yang berani sama Andra kecuali diri nya tapi kini Evan merasa punya teman untuk ngerjain Andra.


"beneran cocok ni sama kamu Van. belajar sama siapa kamu, la?"tanya Andra kesal


"sendiri lah, tapi lihat Evan juga sih."jawab Lala terkekeh


Hania hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2