
beberapa bulan telah berlalu, hari-hari terasa begitu berat bagi Andra. setiap hari Andra selalu mengunjungi istrinya untuk memberikan mawar putih kesukaan Hania. Andra selalu mengganti bunga yang dia bawakan untuk Hania. terkadang dia duduk disana sambil mengobrol seolah-olah Hania berada disampingnya.
"sayang, nggak kerasa ya udah beberapa bulan sayang ninggalin aku. sepi tau nggak sayang, biasa nya kamu selalu manja sama aku, aku rindu sayang. memang benar kata ustadz Somad kehilangan itu sangat berat, nggak ada obat nya. tapi ins syaa Allah mas ikhlas sayang. tunggu mas ya, mas nggak akan mencari yang lain karena mas ingin bersama kamu lagi. maafin mas juga ya sayang karena udah marah sama Allah. mas minta sama Allah semoga Allah mempertemukan mas sama sayang lagi walaupun mas sadar, mas tidak pantas untuk sayang. mas akan memperbaiki diri mas sampai Allah yakin untuk mempertemukan mas sama sayang lagi. tenang lah disana sayang."
Andra terlihat tersenyum sembari memandang kuburan Hania "mas, pulang dulu ya sayang. sayang nggak mau kan kalau mas sedih terus. mas ke kantor dulu ya. assalamu'alaikum."ucap Andra lalu dia pun masuk ke rumah
"mau kemana den?"tanya mbok Iyem saat melihat Andra hendak keluar
"ke kantor, mbok."
"Alhamdulillah. Aden hati-hati ya."
"iya mbok. assalamu'alaikum."
"wa'alaikumsalam."
Andra masuk ke dalam mobil lalu menuju kantor yang sudah hampir berbulan-bulan dia tinggalkan karena menemani hania.
...----------------...
"selamat pagi pak."sapa karyawan saat Andra memasuki kantor
"pagi."jawab Andra. lalu dia menuju ruangan nya dimana Evan juga ada di belakang nya
"gimana dra?"
__ADS_1
"apa nya, Van?"
"keadaan elu sekarang?"
"seperti yang kamu lihat."
"not bad, gitu dong harus tetap semangat, Nia pasti seneng kalau lihat kamu kayak kini."
"hmm. iya iya."
"eh by the way gimana kabar Mak lampir sama mama nya?"
Andra menaikkan kedua bahu nya
"iya lah kalau di awal itu nama nya pendaftaran."jawab Andra
prok prok
Evan bertepuk tangan "akhirnya sahabat ku ini, sih es kutub Utara akhirnya bisa kembali bercanda."
"lebay."
"hahaha."
"gimana kamu sama Lala?"tanya Andra
__ADS_1
Evan mengernyitkan dahi nya lalu dia menyenderkan kepalanya di sandaran sofa "aku nggak tau, dra. aku mungkin merebut dia dari Tuhan nya dan aku juga tidak mungkin ikut agama nya."
"kamu suka nggak sama Lala?"
"suka, aku sudah jatuh cinta saat pandangan pertama pada nya."jawab Evan sembari tersenyum mengingat pertama kali dia melihat Lala disaat hubungan Andra Hania lagi tidak baik
"ya udah, bicarakan sama Lala. aku yakin, dia juga suka sama kamu."
"oke bos, nanti aku bicarakan sama Lala."
"udah sana, sebentar lagi kita meeting."
"okay."jawab Evan lalu dia pun berdiri dan menuju ruangan nya
"hai pak Evan."
"hai Bella, tolong siapkan berkas meeting pagi ini ya."
"okay pak, aman."
"good."
beberapa menit kemudian mereka pun menuju ruang meeting, Andra sudah kembali memimpin perusahaan nya. Andra duduk diam memperhatikan sekretaris nya mempresentasikan materi hari ini. hingga tak terasa meeting pun selesai.
...----------------...
__ADS_1