Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Permintaan Andra


__ADS_3

beberapa hari kemudian, hubungan Andra dan Hania semakin baik. Andra selalu menemani Hania, hampir sedetik pun dia tidak pernah meninggalkan Hania.


"mas."


"hmm, iya sayang. kenapa?"tanya Andra!kedua nya sedang duduk di taman belakang


"kita ke rumah ayah yuk mas, aku rindu sama ayah."


"iya sayang, nanti kita kesana."jawab Andra


Hania mengangguk sembari tersenyum.


"sayang."


Hania menoleh ke arah Andra


"kita kemo lagi ya."ucap Andra sendu


Hania tersenyum "mas, kanker di tubuh ku ini sudah menyebar, dokter aja sudah angkat tangan sama penyakit aku. aku bersyukur mas, Allah menguatkan aku hingga hari ini, Allah masih memberikan aku kesempatan untuk bisa duduk bersama mu seperti sekarang. terima kasih ya mas, aku tidak peduli dengan awal pernikahan kita kemarin yang mungkin begitu rumit, tapi sekarang, disaat kondisi ku seperti ini, suami ku ada di samping ku, memberikan semangat, kekuatan untuk selalu kuat dan terlihat baik-baik saja."


Andra merangkul Hania,.dia begitu bangga dengan semangat istri nya. walaupun sebenarnya setiap hari hati Andra selalu khawatir jika Hania meninggalkan nya.


"kapan kita jalan-jalan?"tanya Hania


"ins syaa Allah lusa kita berangkat."jawab Andra


"benarkah, kemana mas?"tanya Hania penasaran


"nanti kamu juga bakalan tau sayang, aku yakin kamu pasti suka."

__ADS_1


"hmm, baik lah."ucap Hania lalu memeluk Andra


...----------------...


tok tok


"assalamu'alaikum ayah."ucap Hania


"wa'alaikumsalam."sahut pak Arshad


buru-buru pak Arshad membuka pintu, dia begitu senang karena putri nya datang. Hania mencium punggung tangan pak Arshad kemudian di ikuti dengan Andra. tampak pak Arshad terlihat kebingungan karena Hania datang dengan Andra.


"ayo masuk."titah pak Arshad


ketiganya duduk di sofa ruang tamu, Hania tampak sedang memeluk pak Arshad.


pak arshad mengangguk sekilas, pak arshad merasa tak enak karena pasti andra sudah tau kalau Hania belum menikah lagi.


Hania menceritakan semua nya pada pak Arshad.


pak Arshad membuang nafas berat, dia menghargai perjuangan menantu nya itu.


"dra, sekarang Nia sudah kembali lagi sama kamu, ayah mohon jangan sakiti dia lagi."ucap pak Arshad serius


"ins syaa Allah, yah. Andra janji akan selalu jagain Hania."


pak Arshad mengangguk "ayah percaya sama kamu dan ayah beri kamu kesempatan."ucap pak Arshad


"terima kasih yah."

__ADS_1


cukup lama kedua nya di rumah pak Arshad, sore hari nya Andra dan Hania pun pulang.


"kamu kemarin di tampar ayah, mas?"tanya Hania memecahkan keheningan


"iya sayang."jawab Andra terkekeh


"maafin ayah ya mas."ucap Hania tak enak


""tidak apa-apa sayang, wajar saja kalau ayah melakukan itu sama aku, lagi pula kalau aku jadi seorang ayah mungkin aku akan melakukan hal yang sama bahkan lebih dari apa yang ayah lakukan sama aku."


"mas kenapa cari aku?"tanya Hania


"karena aku baru menyadari kalau aku mencintaimu sayang, dan aku butuh kamu."


"benar kah?"


"iya, demi Allah sayang."jawab Andra serius


Andra terus melajukan mobilnya hingga kedua nya tiba di rumah.


tampak seorang wanita sedang berdiri di depan pintu, setelah melihat Andra datang, perempuan itu langsung menghampiri Andra.


"dra."ucap Saras lirih! sementara Hania merasa tak enak, dia memilih untuk masuk ke dalam rumah


"aku mau minta maaf sama kamu, dra."ucap Saras sedih


"sudah lah Saras, tolong jangan ganggu aku lagi. pergilah."ucap Andra lalu dia masuk menyusul Hania.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2