
Sepulang nya dari restoran, Andra segera mengantar mertua nya pulang.
"Kalian tidak menginap saja nak? Hari sudah malam."
"Maaf ayah, besok mas Andra pagi-pagi harus berangkat ke kantor, kalau dari sini takut nya mas Andra terlambat."tolak Hania lembut!dia pun sebenarnya ingin bermalam di rumah ayah nya, untuk menemani pak Arshad tapi dia tau Andra tidak akan mau tidur di rumah yang kecil dan juga banyak nyamuk.
"Ya sudah, kalau begitu lain kali saja. Kalian hati-hati ya."ucap pak Arshad sedih!pak Arshad segera membuka pintu rumah.
Sementara Andra dan Hania masih berdiri di teras.
"Nginap aja disini, besok subuh baru pulang ke rumah."ucap Andra yang berhasil membuat Hania tak percaya kalau suami nya itu masih ada hati
"Terima kasih ya mas."ucap Hania senang
"Ayah."panggil Hania
"Kalian kenapa belum pulang nak? Hari sudah malam."
"Malam ini Hania sama mas Andra akan menemani ayah di rumah, ayah senang nggak?"
"Senang banget tau, ayo nak Andra masuk."ucap pak Arshad senang
Ketiga nya duduk di ruang tamu, pak Arshad terus saja mengajak Andra ngobrol walaupun sebenarnya Andra tidak tau apa yang harus dia bicarakan.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Andra juga sudah terlihat mengantuk.
"Nia, kamu siapin kamar, seperti nya Andra sudah mengantuk, ayah juga mau istirahat.'
"Baik ayah."
Hania pun masuk ke dalam kamar nya, segera dia menyingkirkan boneka-boneka kesayangan dari atas kasur. Tak lama kemudian Hania kembali ke ruang tamu.
"Mas, kalau udah mau tidur, masuk ke kamar aja udah aku beresin kok."ucap Hania
"Aku tidur disini saja."
"Jangan mas, disini dingin lagipula banyak nyamuk."
"Udah kamu tidur sana, berisik banget sih."ucap nya pelan karena takut pak Arshad dengar
"Mas, ayo lah kali ini aja. Kalau ayah lihat, bisa-bisa aku yang dimarahi mas."
"Oke..oke."ucap Andra pasrah!dia pun ikut masuk ke kamar Hania
"Tidur lah di atas kasur, biar aku tidur di bawah."ucap Hania sembari membersihkan tikar di lantai.
Andra sedikit bingung, namun dia tidak memperdulikan Hania, segera dia membaringkan tubuhnya di atas kasur.
******
Ke esokan nya, setelah selesai subuh. Hania dan Andra pamit pulang pada pak Arshad.
"Ayah, hati-hati di rumah ya. Kami pamit dulu."ucap Andra
"Iya nak, kalian juga hati-hati ya."
Kedua nya pun mencium punggung tangan pak Arshad secara bergantian, lalu kedua nya mulai meninggalkan rumah.
__ADS_1
Di perjalanan, ntah kenapa Hania merasa perut nya begitu mual. Hania berusaha untuk menahan nya, namun perut nya semakin bergejolak.
"Mas, bisa berhenti sebentar nggak? Perut aku mual banget mas."pinta Hania
Mendengar permintaan hania, tanpa pikir panjang Andra pun meminggirkan mobil nya ke tepi jalan.
Sementara Hania langsung keluar, dan memuntahkan semua makanan yang ada di perut nya.
Uwek...uwek.
Cukup lama Hania berdiri di sisi mobil sembari berpegangan di pintu mobil.
"Ini minum dulu."ucap Andra sembari memberikan sebotol air mineral.
"Terima kasih mas."
Setelah merasa enakan, Hania kembali masuk ke dalam mobil. Wajah polos itu terlihat begitu pucat.
"Apa dia hamil?"batin Andra sembari melirik ke arah Hania yang masih memijat kening nya
"Eh tidak mungkin, aku aja nggak pernah menyentuh dia, apa sama laki-laki lain. Eh tapi nggak mungkin."batin nya lagi
Andra melajukan kembali mobil nya, di pinggir jalan Andra melihat ada pedagang bubur yang sudah buka. Andra menghentikan mobil nya, dia pun keluar dari mobil.
"Bang, bubur ayam nya satu ya."
"Oh iya mas, sebentar ya."
Beberapa menit kemudian, Andra kembali ke dalam mobil dan memberikan bubur itu pada Hania.
"Terima kasih."ucap Hania
Sesampainya di rumah, Hania langsung berlari ke dalam rumah, perut nya benar-benar merasa tidak enak. Andra yang melihat itu merasa heran dan juga sedikit khawatir.
Ntah kenapa andra sampai berpikir untuk menyuruh Budi beli testpack.
Hania duduk di meja makan,sembari menunduk dan memegang kepala nya.
Sementara Andra baru saja masuk ke dalam rumah dengan membawa testpack yang dibeli oleh Budi.
Andra melemparkan testpack itu pada Hania.
Hania menatap Andra dengan tatapan bingung"maksud nya apa mas?"
"Udah kamu cek saja sana."titah Andra
Hania mengangkat kedua alis nya. Hania pun menurut karena dia merasa kesal dengan ulah Andra. Bisa-bisa nya Andra berpikir kalau dia hamil, mau hamil sama siapa? disentuh aja nggak pernah.
Cukup lama Hania di dalam toilet, baru lah dia keluar dengan tubuh yang lemah dan sempoyongan.
"Ni."ucap Hania sembari memberikan testpack
Buru-buru Andra mengambil dan melihat nya.
"Lagian kamu tu aneh ya mas, aku mau hamil sama siapa? Angin?"gerutu Hania
"Siapa tau kan sama laki-laki lain."
__ADS_1
"Istighfar mas, aku memang bukan perempuan yang baik tapi aku juga tidak akan mencari laki-laki lain hanya untuk membuat aku hamil."jelas Hania lalu dia berjalan menuju kamar nya
Namun, belum sempat Hania membuka pintu kamar, tubuhnya sudah jatuh ke lantai. Andra yang melihat Hania juga tak kalah panik.
"Hania."panggil Andra sembari menepuk pipi Hania
"Budi."panggil nya lagi
"Iya den. Astaghfirullah non."
"Cepat buka pintu mobil."
"Iya den...iya."
Segera Andra membawa Hania ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Hania langsung di bawa ke ruang UGD. Sementara Andra langsung ke ruang admistrasi.
Setelah mengurus semua nya, Andra kembali ke ruang UGD.
Andra terlihat mondar-mandir di depan ruangan. Tak lama dokter pun keluar.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"tanya Andra
"Nona Hania, terkena gejala DBD, Hb darah nya juga sangat rendah, tuan. ditambah lagi asam lambung nya sangat tinggi. Jadi untuk sementara nona Hania harus dirawat."jelas dokter
"Terima kasih dok."
"Sama-sama, sebentar lagi nona Hania segera dipindahkan ke ruang rawat. Saya permisi."ucap dokter
Andra pun masuk untuk melihat kondisi Hania.
"Permisi tuan, nona Hania akan segera di bawa ke ruang rawat."ucap suster
Andra pun mengangguk, Hania pun di bawa ke ruang rawat VVIP.
Setelah Hania di pindahkan, Andra turun ke lantai bawah untuk mengambil obat Hania di apotek.
"Hai, kak Andra kan?"ucap seseorang
Andra melihat ke arah suara.
"Iya, kamu Tasya ya?"tanya Andra
"Iya kak, Masya Allah ternyata bisa ketemu lagi disini, siapa yang sakit kak?"
"Keponakan mbok iyem."jawab Andra tanpa ragu
"Oh, saya kira om Farhan."
" papa saya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu."jawab Andra
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, maaf kak. Saya tidak tau. Saya turut berduka cita ya kak."
"Terima kasih, kalu begitu saya permisi."ucap Andra
...----------------...
__ADS_1