
Andra duduk di sofa, sementara pak Arshad mengatur nafas nya agar dia bisa mengontrol emosi nya.
Andra masih tertunduk
"belum puas kamu menyakiti dan menyiksa anak ku, Andra?"tanya pak Arshad lagi bahkan lebih daripada tadi. kini seolah-olah suara itu siap untuk menghantam nya lagi
"apa maksud ayah?"tanya Andra
plak
satu tamparan lagi mendarat di pipi Andra, tampak Andra mengencangkan rahang bawah nya menahan sakit akibat tamparan pak Arshad.
"kamu masih nanya apa maksudnya? kamu ini pura-pura bodoh atau benar-benar bodoh, Andra?"bentak pak Arshad
"Andra benar-benar tidak mengerti yah."
satu tamparan lagi mendarat di pipi Andra.
"jangan kamu pikir saya tidak tau apa-apa Andra, saya sudah tau semua nya. kenapa kamu tega menyiksa anak ku hah? dari kecil saya rawat, saya jaga tak pernah saya bentak atau marah pada nya, bahkan duri kecil pun melukai kaki nya aku tidak pernah rela. tapi kenapa kamu, orang yang aku percaya bisa melindungi dan menjaga putri ku justru dengan mudah nya kamu menyakiti anak ku, kamu menjalin kasih dengan wanita lain, saat kamu sudah mempunyai istri. dimana hati kamu Andra."bentak pak Arshad yang sudah benar-benar emosi
Evan hanya diam saja, menurut nya hal yang wajar jika seorang ayah marah jika anak nya disakiti, mungkin jika dia sudah menjadi seorang ayah mungkin dia akan melakukan hal yang sama seperti pak Arshad atau bahkan lebih dari itu.
__ADS_1
"kenapa harus menunggu satu tahun kepergian papa mu, baru kamu akan menceraikan anak ku, kenapa tidak saat selesai mengubur papa mu?"tanya pak Arshad
"lepaskan putri ku Andra, aku masih bisa membahagiakan anak ku."pekik pak Arshad
Andra mendongak ke arah pak Arshad,"yah, Andra minta maaf."ucap nya lirih! dia sebenarnya merasa bersalah dan tak terima kalau dia harus berpisah pada Hania
"maaf? kamu bilang? apa dengan kata maaf bisa mengembalikan semua nya, Andra?"tanya pak Arshad
"Hania juga sudah mengkhianati Andra dengan tidur bersama laki-laki lain, yah"jawab Andra lantang
plak
"jangan pernah kamu menuduh anak ku yang bukan-bukan, apa bukti nya kalau dia benar-benar sudah tidur dengan laki-laki itu."
lalu dia meminta Evan untuk mengambil nya di dalam mobil.
"lihat lah ini yah, Hania sudah tidur dengan laki-laki lain."ucap Andra sembari memberikan foto-foto itu
pak Arshad terkejut, dia tak menyangka ada seseorang yang mengambil gambar Hania dan ridwan.
"apa kamu lihat anak saya tidak memakai baju?"tanya pak Arshad tak terima
__ADS_1
Andra terdiam, sebenarnya dia pun masih ragu dengan foto itu.
"kenapa kamu diam? sebelum menyimpulkan lebih baik kamu cari tau kebenaran nya."
"maka nya Andra ingin bertemu dengan Hania yah, Andra ingin meminta penjelasan dari nya."ucap Andra
"Hania tidak ada disini."jawab pak Arshad
"ayah pasti bohong kan, kalau tidak disini lalu Hania kemana yah?"tanya Andra
"bukan urusan mu, bukan kah dengan anak ku pergi, kamu bisa bebas dengan pacar mu itu?"
"yah, tolong. kasih tau Andra, Hania itu masih istri Andra, yah."
"kalau kamu masih menganggap anak ku istri mu, kamu usaha sendiri. yang jelas aku lebih memilih jika Hania melepaskan laki-laki seperti mu."jawab pak Arshad
"sekarang kalian keluar."bentak pak Arshad
Andra tak bergeming dari tempat duduk nya.
"ayo dra, nanti kita cari Hania."bisik Evan
__ADS_1
Evan dan Andra pun pergi dari rumah pak Arshad yang terlihat masih sangat emosi.
...----------------...