
terdengar suara adzan zhuhur, sebelum memberikan obat pada Andra. Hania memilih untuk memenuhi panggilan sang ilahi. Hania sholat dengan mukenah yang di bawah oleh Budi ketika mengantarkan baju ganti Andra.
di belakang Hania yang lagi sholat, rupanya Andra sudah bangun. mata nya terus memandangi Hania.
"Tuhan, tidak salahkah engkau menjadikan saya sebagai jodoh nya?"batin Andra!karena dia merasa tak pantas dengan Hania
tanpa Andra sadari, Hania sudah selesai sholat namun dia tetap melamun memandang Hania.
"mas."panggil Hania pelan
Andra kaget"hmm."suara deheman Andra!dia juga merasa salah tingkah.
"mas sudah bangun? minum obat lagi ya."
Hania mengambil obat yang diberikan suster, lalu memberikan nya pada Andra.
Hania mengelus pundak Andra, dan menatap nya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"mas, nggak mau sholat?"tanya Hania
Andra diam, Hania tersenyum lalu dia duduk di kursi dekat ranjang Andra.
"Nia berharap mas, sebelum Nia berpisah sama mas Andra, Nia pengen mas Andra menjadi imam dalam sholat Nia."ucap Hania sembari tersenyum dan penuh harap
"kata mbok, mas itu anak yang baik, dulu waktu mama masih ada, mas sering sholat ke mesjid, ngaji dan selalu ceria."cerita Hania sembari membayangkan Andra saat itu
Andra hanya terdiam dan fokus mendengarkan Hania bercerita, kali ini dia begitu tenang ketika mendengar dan melihat senyum Hania.
"Nia, bukan sok pintar atau suci. tapi kita itu sebagai hamba harus ingat tujuan kita di dunia ini untuk ibadah dan mengejar ridho Allah. kalau Allah sayang sama kita pasti kita akan selalu dalam lindungan nya mas."
"maaf ya."ucap Hania lagi
"kamu nggak menyesal nikah sama aku?"tanya Andra tiba-tiba
Hania menatap Andra "kenapa aku harus menyesal mas? aku menikah dengan mu bukan tanpa alasan, semua ini sudah jalan nya Allah, ya mungkin jalan nya melalui perjodohan."jawab Hania
__ADS_1
"aku tidak mencintai kamu, kenapa kamu masih bertahan sama aku?"
lagi-lagi Hania tersenyum "aku tau mas, tapi aku mencintaimu karena Allah, aku menjadi istri mu barangkali surga mampu aku dapatkan ketika aku berbakti dengan mu."
"apa kamu tidak sakit hati ketika aku bersama saras?"
"kalau kamu tanya aku sakit apa tidak? tentu saja aku sakit mas, istri mana yang mau suami nya bermesraan dengan wanita lain, jangankan bermesraan, suami nya hanya tersenyum saja pada wanita lain, seorang istri pasti akan cemburu dan sakit."
"Bu Rini itu siapa kamu sebenarnya?"tanya Andra lagi tiba-tiba
"Bu Rini itu, wanita yang sudah melahirkan ku mas, tapi aku bukan anak yang dia inginkan. dari kecil dia tak pernah menyentuh ku, bahkan saat aku masih membutuhkan kasih sayang nya, dia pergi meninggalkan aku dan ayah."ucap Hania dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya
"hihihi. maaf."ucap Hania sembari menghapus air mata nya
"sejak saat itu, aku di rawat ayah, sampai aku dewasa. ayah selalu ada untuk aku mas. aku tidak menyangka kalau Saras adalah saudara ku juga yang mana dia adalah kekasih yang dicintai suami ku. tapi walaupun seperti itu aku tidak membenci nya mas, dia tetap ibu ku, di tubuh ku ada darah nya juga."
...----------------...
__ADS_1