Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Takut


__ADS_3

Sesampainya Evan di apartemen, dia langsung meminta pada security untuk mengecek cctv. tampak seseorang masuk ke kamar hania.evan memicingkan mata nya untuk mengenali siapa orang itu.


"oke, kamu simpan dulu rekaman ini."titah Evan lalu dia kembali pergi


sementara di tempat lain, Saras terlihat begitu puas dengan hasil yang dia dapatkan.


"kenapa kamu tidak tidur sekalian dengan wanita itu?"tanya Saras sembari melihat foto-foto di kamera


"tidak, saya memang mencintai nya tapi saya tidak ingin menyakiti nya."jawab Ridwan yang mencoba mengingat kejadian yang baru saja terjadi, ada penyesalan di hati nya


"hahahaha, bodoh kamu wan, kesempatan bagus nggak kamu manfaatin."


"saya memang brengsek tapi saya tidak mau mendapatkan nya dengan cara yang tidak baik."


"sudah lah, tugas kamu sudah selesai, tunggu saja setelah Andra melihat foto-foto ini, saya yakin dia akan lebih cepat menceraikan wanita itu."


"hmm."jawab Ridwan sembari melangkah pergi


...----------------...


di Bali


Andra sedang duduk di sebuah resort disana, dia memang pergi sendirian untuk mengurus bisnis disana.


pikiran Andra tertuju pada Hania, sejak tadi malam dia tak bisa tidur karena kepikiran Hania.


Andra membuka ponselnya, memang ada nomer Hania, namun dia gengsi untuk menghubungi nya.


Ting

__ADS_1


suara ponsel nya, pesan dari nomor baru, dan benar saja foto-foto itu sudah sampai pada Andra. Andra terkejut dia membelalakkan matanya untuk memastikan kalau itu bukan Hania.


"kurang ajar."umpat Andra geram


"dasar wanita murahan, bisa-bisa nya dia bercinta dengan laki-laki lain."ucap Andra geram dan emosi


perasaan Andra benar-benar kacau, dia marah pada apa yang dia lihat. bahkan Andra berencana akan pulang untuk menemui Hania. namun dia urungkan, karena bagi nya yang terpenting saat ini adalah bisnis nya.


...----------------...


"ayah."panggil Hania yang baru saja bangun


buru-buru pak Arshad mendekati Hania


"iya sayang,kenapa nak?"tanya pak Arshad


Hania menangis sejadi-jadinya, dia membayangkan kejadian tadi malam.


"Nia sudah kotor, ayah. hiks....hiks"ucap Hania sembari mengelus kedua lengan nya, dia merasa sudah ternodai oleh Ridwan


"tenang nak, tenang. cerita sama ayah, ada apa?"tanya pak Arshad panik


Hania tak tau apa yang terjadi setelah dia tak sadarkan diri, mungkin Ridwan sudah berhasil merenggut kesucian nya, beribu pikiran buruk terlintas di kepala nya.


ceklek


"Nia."panggil Evan lembut


Hania sudah seperti orang gila, dia terus berkata kalau diri nya sudah kotor dan ternodai.

__ADS_1


"tenang lah, cerita sama kakak apa yang sebenarnya terjadi."tanya Evan


"Nia nggak tau kak, siapa yang membawa Nia kesini?"tanya Hania


"kakak."


"apa kakak sudah melihat tubuh ku juga kak?"tanya Hania lirih


"tidak, hanya saja tadi malam kakak menemukan kamu pingsan di atas kasur, maaf Kakak terpaksa harus mengangkat kamu menuju rumah sakit."


"tenang dulu, cerita sama kakak.kakak janji kakak akan mencari tau tentang orang itu."


Hania menangis lagi, dia benar-benar frustasi dan hancur. bayang-bayang Ridwan terus berputar di mata nya.


Hania mencoba untuk tenang.


"sudah tenang?"tanya Evan lembut sementara pak Arshad hanya diam, dia tak tega melihat putrinya


Hania mengangguk


"oke sudah siap cerita?"tanya Evan memastikan


Hania mengangguk


"siapa laki-laki yang datang ke kamar, Nia?"tanya Evan


"Ridwan kak, dia adalah dosen ku dulu."jawab Hania


pak Arshad mendongak " laki-laki yang menginginkan kamu dulu, nak?"tanya pak Arshad

__ADS_1


"iya, yah."


...----------------...


__ADS_2