The Prince and I

The Prince and I
Tidur Bertiga


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


Zinnia melotot ketika bibir seksih Sean menguasai bibirnya bahkan lidahnya bermain-main di dalamnya. Wanita itu berusaha melepaskan diri tapi Sean menahan tubuhnya bahkan kedua tangannya hingga dirinya hanya bisa pasrah menerima perlakuan mesra dari suaminya.


"I miss you, Zee..." ucap Sean di sela-sela cumbuannya. "I love you so much!"


Zinnia menoleh dan melihat ada Arsya yang tidur di sebelahnya. No, no... Arsya tidak boleh melihat adegan mesra kami.


Zinnia langsung mendorong tubuh Sean hingga pria itu terjatuh dari atas tempat tidur dan mendarat dengan sempurna diatas karpet tebal.


"Astaghfirullah! Zee!" desis Sean kesakitan sambil memegangi pantatnya.


"Kamu! Tidur di kamarmu!" bisik Zinnia galak.


"Aku...tidak bisa tidur Zee." Sean pun bangun dari lantai dan duduk di pinggir tempat tidur. "Please Zee, kita tidur bersama ya?"


Zinnia mendelik. "Tidak mau!"


"Hanya tidur Zee. Apalagi ini sudah malam dan aku ingin istirahat."


Zinnia merasa bimbang, satu sisi secara hukum negara mereka belum bercerai tapi hukum agama, mereka harus ijab lagi. Mata hitam Zinnia menatap wajah lelah Sean dan dirinya merasa bersalah sudah membuat Sean terjatuh.


"Hanya tidur Sean, tidak ada acara cium-cium! Apa kamu tidak berpikir Arsya bakalan bangun dan melihat adegan tidak senonoh orang tuanya!" hardik Zinnia dengan suara tertahan.


"Itu bukan adegan tidak senonoh, sayang." Sean mengusap wajah cantik Zinnia. "Itu sesuatu yang indah."


Tanpa menunggu persetujuan Zinnia, Sean langsung merebahkan tubuhnya disisi istrinya. "Kali ini beneran tidur Zee."


"Oke." Zinni memunggungi Sean dan memeluk Arsyanendra yang untungnya masih nyenyak.


Tubuh sintal wanita itu membeku ketika sebuah tangan kekar memeluk pinggang dan perutnya.


Zinnia menoleh dan tampak Sean sudah terlelap. Zinnia menggelengkan kepalanya ketika Arsya tidur juga mendekati dirinya dan memeluk tubuh mommynya..


Astagaaa! Gak bapak gak anak, sama-sama hobi ndusel emaknya! Jadi burger dong ini aku? Zinnia tersenyum dengan polah kedua laki-laki yang disayanginya. I love you both. Zinnia memeluk Arsya dan menciumi kepalanya. Tak lama kemudian dirinya ikut ke alam mimpi. Rasanya nyaman sekali tidur bersama suami dan anak.


***


Shinichi keluar kamarnya dan bingung karena hanya ada Jasmine dan Bik Minah disana. Mbak Zee belum bangun? Tumben! Shinichi yang sudah mandi karena kebiasaan di rumahnya sarapan harus sudah mandi kecuali weekend, hanya menatap kamar kakaknya.


Gue curiga nih bang Sean kagak pegang omongannya! Shinichi berperang dengan dirinya sendiri antara mau laporan ke Ayrton atau tidak.


Benar - benar minta dihajar sama Oom Ayrton dan Oma Sabine deh tuh pangeran blegug satu !


Deringan kelima, terdengar sapa seseorang disana.


"Wa'alaikum salam. Oom, kayaknya bang Sean tidur bareng sama mbak Zee deh!"


***


Kamar Tidur Zinnia


Zinnia mengerjapkan matanya dan terkejut melihat dua pria di sisi kiri dan kanannya merusuh di tubuhnya. Sean dengan santainya tidur di dadanya sedangkan Arsya di perutnya.

__ADS_1


"Astaghfirullah... Penyet deh ini tubuh aku..." gumam Zinnia. Mata hitamnya melotot melihat jam dinding kamarnya. Jam enam? What?!


"Ya ampun kalian berdua ini! Sean bangun! Arsya, ayo bangun nak. Mommy bangun terlambat ini..."


Sean pun membuka mata birunya dan tersenyum ketika tahu dia bersandar dengan apa. "Pagi sayang. Ini adalah tidur ternyenyak setelah berpisah denganmu."


"Iya kamu nyenyak, aku sumpek! Minggir !" Zinnia mencoba bangun tapi Sean lebih cepat dan langsung melu*mat bibirnya.


"Morning My Zee..." ucap Sean dengan mesra tapi setelahnya dia terkejut melihat ekspresi Zinnia. "Kenapa Zee?"


"Aku belum gosok gigi!"


***


Pagi ini terjadi kehebohan setelah Arsya menjerit heboh melihat Daddy dan Mommy nya tidur bersama dengannya.


"Daddy culang! Peluk-peluk mommy!" teriak Arsya yang tidak suka mommynya dipeluk Daddynya.


"Lho Sya, kan Daddy kangen sama mommy. Masa nggak boleh!"


"Kan tadi malam Asya bobok sama mommy! Kenapa Daddy bobok disini juga!"


Zinnia hanya memegang pelipisnya, pening menghadapi dua pria beda usia, beda tubuh tapi memiliki darah dan gen yang sama.


"Sudah! Kalian berdua mau dijewer mommy?" hardik Zinnia judes. "Pagi-pagi malah bikin ribut! Daddy, mandi sana di kamar Daddy! Arsya, ayo ke kamar sama mommy!"


Sean dan Arsya hanya saling berpandangan.


"Mommy malah ya?" Arsya mendusel untuk memeluk Zinnia.


"Mommy jangan malah-malah. Nanti cantiknya hilang" rayu Arsya yang membuat Zinnia tertawa.


"Kamu belajar dari mana itu?" tanya Zinnia sambil menowel hidung Arsya.


"Dali Oom Shin, Oom V dan Oom Alka. Kalau dimalahi Oma Fay, Oma Lina dan Oma Limbi, selalu bilang gitu."


Zinnia dan Sean melongo. "Kayaknya kamu banyak belajar usilnya ke Oom-oom kamu deh!"


"Kata Oom Shin gitu. Kalau Oma malah, dilayu gitu nanti malahnya hilang..."


Sean tertawa terbahak-bahak mendengar argumen putranya.


"He's right Zee. Kamu jangan sering marah-marah, nanti cantiknya hilang."


Zinnia melirik judes ke arah suaminya. "Ini Big Arsya ikutan juga!"


"Big Arsya... Berarti Arsya mini Sean?" goda Sean sambil memeluk Zinnia.


"Ya ampun kalian berdua itu! Mau sampai kapan mommy harus dikeloni begini?"


"Sampai siang nggak papa Zee" seringai Sean.


"Eh! Kalian berdua itu! Apa kalian nggak laper apa? Mommy belum ke dapur ini!"

__ADS_1


"Ada Tante Jaz dan Bik Minah. Mommy disini aja sama Asya."


"Sama Daddy juga." Sean semakin menempel ke punggung Zinnia.


"Allahuakbar! Kalian yaaaa!" Jujur Zinnia merasa nyaman dan ada rasa senang kruntelan bersama kedua pria yang dicintainya.


"Sya, kalau Arsya punya adik lagi... Mau?" goda Sean ke putranya.


Arsya menatap Sean. "Kayak dik Bia?"


"Bia?" Sean menoleh ke arah Zinnia.


"Biana. Anaknya Nadira dan Pedro."


"Aku kan nggak tahu sayang. Aku tidak diundang." Sean tampak bingung.


"Nadira McCloud sudah menikah dengan agen FBI bernama Pedro Pascal dua tahun lalu dan sekarang sudah punya anak perempuan usia sembilan bulan bernama Biana. Panggilannya Bia."


"Oooh." Sean kembali menatap Arsya. "Mau Sya? Punya adik kayak dik Bia?"


Arsya melihat ke arah Sean dan Zinnia bergantian.


"Asya pikil-pikil dulu" ucapnya dengan gaya sok dewasa.


Zinnia tergelak melihat putranya yang meniru Arka kalau sudah dimarahi oleh Bima dan hendak diberi hukuman.


"Kenapa Zee?"


"Sepertinya aku harus mengawasi trio kampret agar tidak memberikan ajaran kacau ke putraku."


Suara ketukan di pintu membuat ketiga orang yang masih di tempat tidur menoleh. Sean pun turun dengan santainya masih tanpa baju dan hanya mengenakan celana training.


Wajah imut Shinichi tampak jahil melihat Sean yang membuka pintunya.


"Ijab dulu bang!" goda Shinichi.


"Aku nggak ngapa-ngapain. Tuh tidur sama Arsya juga semalaman."


"Mbak Zee! Kok nggak dihajar nih laki lu?"


"Udah aku dorong mpe jatuh kok Shin!"


Shinichi menyeringai. "Enak bang?"


"Bonyok pantatku!"


Shinichi terbahak.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2