The Prince and I

The Prince and I
Kucing-kucingan


__ADS_3

Villa Zinnia di Uccle


Trio kampret sedang memeriksa keberadaan Natalia, istri dari Stefanus dan ratu Michelle. Kedua wanita itu dikabarkan tidak akan melakukan kegiatan kerajaan dalam waktu yang tidak ditentukan.


"Minggat kemana sih putri abal-abal itu?" umpat Shinichi.


"Kayaknya dia kembali ke Skandinavia. Aku baru saja mendapatkan foto bandara yang menunjukkan si B1tch kesana" ucap Valentino.


Suara ponsel Shinichi berbunyi dan tampak nama 'Mommy' di layar.


"Assalamualaikum mommyku tersayang yang cantiknya melebihi Dewi Aphrodite" salam Shinchi yang membuat Valentino dan Arka melengos.


"Wa'alaikum salam Ichi. Kamu dimana nak?" tanya Fayza.


"Di hatimu mommy" cengir Shinichi sambil tersenyum manis.


"ICHI!" bentak Fayza gemas. "Kamu dimana!"


"Astaghfirullah mommy ku tersayang, jantung Ichi masih dibutuhkan jangan dibuat selalu terkejut. Kasihan mommy, cuma satu ini..."


Fayza memegang pelipisnya. "Ya Allah, kamu itu ketularan siapa sih gesreknya! Perasaan Appa dan mommy tidak segesrek Tante Freya dan Oom Haris deh!"


"Lho? Jangan-jangan Appa salah ngidam terus jadinya begini? Hayoooo Appa ngidam apa? Pasti aneh-aneh!" goda Shinichi ke arah Hideo yang duduk di belakang Fayza.


"Shinichi!" suara Hideo terdengar berat yang berarti sudah waktunya Shinichi tidak boleh bercanda.


"Aku di Uccle Appa. Jangan marah, nanti kerutan Appa nambah lho..." kekeh Shinichi tanpa beban.


"Kok bisa sih Oom Hideo punya anak macam Shinchan ya?" bisik Valentino ke Arka.


"Benar kata Shinchan, pada salah ngidam" balas Arka yang juga ikut berbisik.


"Siapa yang salah ngidam?" bisik Valentino.


"Oom Hideo dan Tante Fayza."


"Itu berdua ngapain bisik - bisik?" tegur Fayza judes yang membuat duo kampret itu terkejut.


"Eh Tante..." cengir Arka dan Valentino berbarengan.


"Kalian bertiga sudah berhasil membuat kacau Belgia?" tanya Hideo.


"Baru Stefanus, Oom. Mbak Bee yang urus" jawab Arka.


"Blaze ngapain Ka?" tanya Fayza.


"Anggep saja mommy, mbak Bee melanggar sumpah dokternya. Tapi tenang, nanti sumpah lagi kan bisa" sahut Shinichi cuek.


"Memang bisa begitu?" tanya Hideo.


"Anggap aja bisa lah Appa. Susah amat!" gelak Shinichi tanpa beban membuat Hideo gemas luar biasa dengan anak sulungnya.


"Pulang dari Belgia, kalau sampai nilai raport kamu jeblok, semua fasilitas Appa tarik!" ancam Hideo.


"Semua fasilitas? Semua?" pekik Shinichi panik.


"Yup, termasuk pulsa dan WiFi!" seringai Hideo.


"Oh Appa. Teganya teganya teganya..." rengek Shinichi dramatis.

__ADS_1


Valentino dan Arka terbahak.


***


Skandinavia Regional


Luke tiba di salah satu wilayah Skandinavia untuk mencari Natalia. Hasil penyelidikan trio kampret adiknya, putri itu sudah kembali ke negaranya untuk memenangkan diri apalagi di Belgia namanya sudah jelek setelah sumber dari kerajaan membongkar kebusukannya.


Pria berwajah khas Jepang dan dingin itu pun mulai membuntuti Natalia dan berhasil menemukan di sebuah pondok penginapan milik keluarga istana Skandinavia.


Dengan tenang Luke menginap di pondok di komplek yang sama dan mulai mencatat kebiasaan wanita itu. Dan selama seminggu membuntuti, Luke hapal semua kebiasaan Natalia.


Rupanya kamu juga pemakai ya. Luke sengaja memasang penyadapnya di tas dan kamar Natalia saat menyamar menjadi petugas cleaning service. Luke juga tahu Rowan Jesper bukan hanya pemakai tapi juga bandarnya.


Stefanus pun pemakai? Wow!



B aja bang lihatnya


***


Brussels Belgia


Blaze diangkat oleh Stefanus menjadi asistennya dan untuk pertama kalinya gadis itu masuk ke dalam kamar pangeran Belgia. Dan betapa terkejutnya Blaze melihat ternyata ada beberapa obat terlarang termasuk ko*kain dan he*roin.


Diam-diam gadis itu menyimpan semua barang - barang zat adiktif ke sebuah kotak. Dia akan menggunakan sebagai bahan untuk membuat Stefanus semakin tergantung padanya.


Siapa bandarnya ya?


Blaze mencoba mencari tahu dari berbagai berkas dan catatan disana tapi tidak menemukan.


Blaze pun mulai memasang penyadap disana dan ketika dirinya membereskan meja kopi di kamar Stefanus, wajah gadis itu terkejut melihat banyaknya foto-foto Zinnia yang diambil dari jarak jauh dan saat menghadiri acara kerajaan. Yang membuat Blaze merinding, wajah Sean dirusak di foto itu bahkan beberapa foto yang seharusnya mereka bertiga, sosok Sean dihilangkan.


Astaghfirullah! Elu benar-benar sakit jiwa, Stefanus!


***


London Inggris


Sean tiba di London untuk mendatangi keluarga McCloud disana dan Sekar McCloud menerima kedatangan cucu keponakannya dengan tangan terbuka.


"Sean, apa kabar?" sapa Sekar ramah. Oma yang cantiknya itu masih tampak memeluk cucunya.


"Alhamdulillah baik Oma. Opa Arjuna sehat kan?"


"Alhamdulillah. Opa lagi pergi sama Eagle katanya memeriksa perusahaan. Kan Rama sedang di Washington DC menjenguk Savrinadeya yang sekolah disana."


"Deya sudah kuliah ya Oma?"


"Sudah. Kuliah di kampus khusus tuna rungu, Gallaudet University ambil psikologi seperti aku dan kakaknya Zee."


Wajah Sean menjadi sendu mendengar nama istrinya.


"Zee masih belum ketemu Sean?"


"Belum Oma."


"Ayrton menghajarmu?"

__ADS_1


Sean mengangguk. "Iya, saya dihajar papa. Tapi itu memang sudah sepantasnya karena saya tidak membela dan menolong Zee bahkan tidak melindungi Zee seperti janji saya."


"Sean, Oma tahu kamu pada saat itu bingung apakah benar Zee atau tidak. Tidak disalahkan juga tapi yang disayangkan, kenapa kamu tidak percaya pada Zee yang menunggumu di apartemen? Oma yakin, Zee juga bingung kenapa kamu tidak membela dirinya. Ada rasa kecewa berat bahwa satu-satunya orang yang diandalkan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Mungkin kamu akan bosan mendengar nasehat Oma, tapi ini sebagai pelajaran dan sesuatu yang kamu ingat. Kepercayaan, Cinta dan komunikasi adalah tiga hal yang penting dalam pernikahan. Kalian itu menikah dari cinta dan percaya serta memiliki komunikasi yang baik. Jika salah satu ini rusak, akan merembet ke lainnya."


Sean menunduk. Seorang pelayan membawakan dua cangkir dan ketika Sean menyesap teh itu, tanpa disadari air matanya mengalir.


"Teh favorit Zee..." bisiknya.


"Kami memang pecinta teh wasgitel, Sean. Percaya sama Oma, Zee baik-baik saja karena ada Ayrton dan Mariana yang melindunginya."


"Apakah Oma tahu Zee dimana?" tanya Sean.


"Oma tidak tahu Sean. Karena yang tahu adalah Ayrton dan Mariana."


Suara dua orang terdengar dan tampak Eagle dan Opanya Arjuna masuk ke dalam rumah.


"Bang Sean? Ngapain kesini?" tanya adik Nadira McCloud itu.


"Kalau kamu cari Zee, dia tidak ada di London!" ucap Arjuna dingin.


***


Uccle Belgia


"Itu obat-obatan terlarang milik Stefanus?" tanya Valentino ketika Blaze mengirimkan banyak gambar obat yang disimpannya.


"Payah tuh pangeran satu itu. Pantas kena LSD langsung naik wong sudah ada zat adiktif di dalamnya" celetuk Arka.


"Kalian berdua, bang Lukie sudah mendapatkan hasil sadapan si Natalia." Shinichi mengeraskan volumenya.


"Bagaimana bisa kamu tidak menemukan Zinnia yang asli?"


"Benar yang mulia. Saya tahu putri Zinnia yang asli sudah meninggalkan Belgia tapi kemana, saya tidak tahu."


"Cari sampai dapat! Kalau perlu kamu ke London! Keluarga nya ada disana! Bunuh dia jika kamu melihatnya!"


"Baik yang Mulia."


Ketiga remaja tampan itu saling berpandangan.


"Mbak Zee kan di London!" teriak Shinichi.


"Gawat!" seru Valentino.


"Apa?"


"Eagle bilang Bang Sean di rumah Opa Junjun!" ucap Valentino.


"Modyar!" seru Arka.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2