
Chapter ini hanyalah bonus tingkat gegeran generasi ke enam di Tokyo Jepang. Tidak ada pihak yang dilemparkan ke empang maupun kolam piranha milik keluarga Bianchi.
Tokyo Jepang
Valentino, Juliet dan Arkananta tiba di Narita Airport setelah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Tokyo hampir 8 jam. Ketiga sepupu itu memang ingin menghabiskan waktu malam tahun baru bersama dengan keluarga Bianchi.
"Ini jemputan kemana ya?" omel Juliet. Hari ini dia merasa kesal karena Romeo merengek memintanya untuk tidak ikut kakaknya ke Tokyo karena ingin menghabiskan malam tahun baru bersama di Jakarta. Sampai-sampai gadis itu mengganti nomor ponselnya dengan nomor lain yang keluarganya juga tahu.
"Sabar J. Masih kesal ya?" tanya Valentino sang kakak sambil merangkul adiknya. "Jadi salurkan rasa kesalmu ke bang Lukie saja nanti."
Juliet menatap horor ke kakaknya. "Mas, jangan suka ganti nama mas Luke, nanti ngamuk lho."
"Salah siapa mafia satu itu kakunya minta ampun!" sungut Valentino.
"Eh V, kalau bang Lukie lempar kita ke kolam gimana?" tanya Arka yang lebih tua dua tahun dari Valentino dan sekarang kuliah di Universitas Indonesia mengambil jurusan Arsitektur.
"Ya kita wassalamu'alaikum" sahut Valentino cuek.
"Astaghfirullah V! Kita belum tuntas ngerjain adik-adik kita!" balas Arka jahil.
"Kalian itu memang deh!" gerutu Juliet. "Apa masih kurang dihukum Daddy dan Oom Bima?"
"Cuma cuci mobil doang kok" kekeh Arka.
Tak lama sebuah mobil Aston Martin Rapide warna hitam pun tiba di hadapan ketiganya. Dan tampak Luke dengan wajah cemberut membuka jendelanya.
"Masuk!" perintah Luke judes membuat ketiga adiknya pun masuk ke dalam mobil mewah itu.
"Shotgun!" seru Valentino dan Arka yang rebutan duduk di depan membuat Luke kehilangan kesabarannya.
"Juliet duduk di depan! Kalian, dua kampret! Duduk belakang!" bentak Luke kesal.
Valentino dan Arka pun manyun sedangkan Juliet tersenyum lebar dan duduk manis di sebelah abangnya.
"Bang Lukie" panggil Arka yang membuat Luke cemberut.
"Apa?"
"Monyet satu lagi sudah datang belum?" tanya Arka cuek.
"Kalau monyet yang elu maksud si Shinchan, sudah datang dari tadi!"
"Lha malah diganti Shinchan? Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik..." Sontak Valentino dan Arka menyanyikan lagu intro film kartun Shinchan membuat Luke memegang pelipisnya.
"Sabar ya mas Luke. Duo kampret itu anteng kalau tidur saja" ucap Juliet sambil mengelus bahu Luke.
"Gimana pemuja mu, J?" tanya Luke prihatin melihat adiknya sudah dikejar-kejar cowok tampan sahabat kakak kandungnya.
__ADS_1
"Romeo? Masihlah mas. Aku sampai ganti nomor ponsel yang satu lagi. Minta aku jangan ke Tokyo, mau malam tahun baru sama dia. Eh memangnya dia siapa?" sungut Juliet, putri bungsu Hoshi Reeves dan Rina Kareem.
"Dik, Romeo itu naksir berat sama kamu! Katanaya Juliet hanya untuk Romeo seorang" kekeh Valentino.
Juliet memutarkan tubuhnya ke arah abangnya. "Tapi aku nggak suka mas! Caranya itu lho grasah grusuh, bikin malu aku di sekolah. Aku capek mas dijadiin bahan olok-olok teman aku di sekolah. Bukannya aku tersanjung tapi aku tersandung!"
Valentino dan Arka hanya menatap gadis cantik yang tiba-tiba matanya memerah. Juliet jarang menangis meskipun dijahili kakaknya paling hanya marah-marah tapi tidak sampai menangis. Kalau dia sampai menangis, berarti Juliet sudah sampai titik nadir kekesalannya.
"Kamu dengar itu Romeo?" ucap Valentino ke ponselnya yang ternyata di loud speaker agar Romeo bisa mendengar ucapan Juliet.
Juliet hanya melihat ponsel Valentino. "Aku capek mas."
"Sini J. Mas Luke peluk." Luke mengulurkan tangannya untuk membawa Juliet dalam pelukannya.
"V! Aku tidak peduli itu kakakmu! Aku tidak suka melihat Juliet ku dipeluk oleh pria lain!" bentak Romeo setelah Valentino menonaktifkan loud speaker nya.
"Rom, jika Juliet sampai menangis, berarti dia sudah lelah. Kamu cooling down dulu."
Romeo terdiam di seberang. "Juliet menangis V?"
"Iya Rom."
Romeo tertegun di kamarnya ketika mendengar gadisnya menangis. Aku tidak bermaksud membuat mu menangis J.
***
Luca dan Emi menyambut ketiga keponakannya dengan hangat. Ketiga orang tua mereka sudah berpesan dan meminta maaf sebelumnya jika ketiga anak nakal itu membuat ulah disana.
Leia yang melihat ada yang tidak beres dengan Juliet langsung menghampiri adik perempuannya.
"Romeo?" tanya Leia ke Luke yang dijawab anggukan oleh kembarannya. "Yuk, J. Sama mbak Leia saja kita main bareng Chewbacca dan Ewok." Dua nama yang disebut oleh Leia adalah dua anjing Pomeranian peliharaannya.
Ewok dan Chewbacca
***
"Enaknya kita ngapain nih?" tanya Arka sambil menikmati makan siang bersama keluarga Bianchi.
"Nggak usah aneh-aneh ya Arka" ancam Luca.
"Tapi Oom..."
"Kamu mau Tante ajak tanding Kendo, Ka?" Emi menatap tajam ke Arka.
"Eeerrr ... nggak Tante. Muaturnuwun" cengir Arkananta.
"Jangan bikin ulah ya kalian!" Luca menatap tajam ke arah tiga keponakannya yang dipanggil trio kampret oleh Hoshi Reeves, sepupunya.
__ADS_1
***
Luke, Leia, Juliet, Valentino, Arka dan Shinichi berjalan-jalan di area Roponggi untuk menikmati acara malam tahun baru. Keenam saudara itu menikmati acara refreshing mereka apalagi duo L yang sudah bekerja di AJ Corp dan klan Yakuza Takara menggantikan Takeshi Takara yang pensiun.
"Kayaknya kalau gelut asyik nih" celetuk Shinichi.
"Eh, Shin. Gadha ya! Gadha gelut-gelutan!" pendelik Luke sebal. "Jangan mentang-mentang Oom Hideo mantan pemimpin Silver Shinning jadi kamu ikutan Appa kamu!"
"Kan lumayan bang Lukie, buat olah raga. Dingin ini!" sahut Shinichi sambil menghembuskan asap di mulutnya.
"Nggak ada ya Shinchan!" hardik Luke. Mereka berjalan menuju sebuah taman dan berencana hendak duduk disana. Emi sudah membawakan bekal untuk mereka santap nanti.
"Kalian tidak boleh duduk situ!" Sebuah suara membuat Arka dan Valentino mengehentikan membuka kain alas untuk duduk.
"Siapa yang bilang tidak boleh? Ada memang namamu disitu?" balas Shinichi menghampiri ke gerombolan orang yang datang.
"Itu wilayah kami. Jadi kalian tidak punya hak disana!" balas orang itu.
"Eh begok! Aku tanya apa ada nama kamu atau tidak tapi malah jawabnya beda! Ngerti nggak sih yang aku tanya? Ada tidak nama kamu? Atau kamu? Atau kamu? Ada? Ada? Ada papan namanya nggak?" Shinichi menoleh ke arah Valentino dan Arka. "Oniichan, ada nggak papan nama disana?"
"Nggak ada!" balas Arka.
Luke dan Leia serta Juliet hanya menikmati aksi Shinichi karena tahu ini masuk wilayah Takara.
"Tuh kan nggak ada! Ngadi-ngadi kamu!" ledek Shinichi.
"Yarooo ( brengsek )!" geram orang itu. "Serang!"
"Yes! Gelut!" seringai Shinichi. "Niichan, yuk gelut!" ajak Shinichi sambil mengeluarkan batonnya.
Arka dan Valentino bergegas membantu Shinichi.
"Wooii, jangan dikompeni sendirian dong Shin!" teriak Valentino sambil mengambil baton dari belakang celananya. Dan perkelahian pun tidak terelakkan.
Luke hanya melongo. "Ya Allah beneran gelut?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️