The Prince and I

The Prince and I
Rusuhnya Aqiqah Arsyanendra


__ADS_3

Mansion Giandra Aqiqah Arsyanendra


Hari ini mansion Giandra tampak ramai dengan para keluarga besar klan Pratomo untuk menghadiri aqiqah Arsyanendra, putra Zinnia. Meskipun tanpa sang ayah, Sean Léopold, tapi keluarga Schumacher tetap mengadakannya.


Juliet tampak kesal melihat Valentino membawa Romeo datang ke acara ini yang menurutnya 'hanya keluarga'. Wajah pria berdarah Jepang itu tampak sumringah bisa melihat gadisnya yang lama tidak dilihatnya setelah Romeo masuk fakultas kedokteran Universitas Indonesia.


"Juliet my Juliet..." Romeo merentangkan tangannya hendak memeluk Juliet yang sedang membawa makanan untuk para anak yatim.


"Apaan ih! Minggir! Aku bawa barang ini!" bentak Juliet sebal.


"Kamu nggak kangen sama aku?" tanya Romeo sambil manyun.


"Nggak!"


"Aku sudah lama tidak ketemu kamu. Mbok dikasih senyum manis dong..." rayu Romeo.



Romeo nya Juliet



Bontotnya Hoshi


"Dah nih ta kasih senyum manis!" ucap Juliet.


"Kalau gitu kan aku tambah sayang..."


Juliet menjulurkan lidahnya ke arah pria yang sudah mengejarnya sejak kelas 1 SMA hingga sekarang.


"Aku nggak!" balas Juliet.


"Yakin deh Jules. Kita itu jodoh! Romeo itu pasangannya Juliet!"


"Shakespeare malah bikin mokat!" ucap Juliet sengit.


"Ya kita jangan mokat dong, Jules. Belum ngerasain enak-enak..." gelak Romeo absurd.


"MAAASSS VIIII!!!!" teriak Juliet kesal.


"Apa sih teriak - teriak!" bentak Valentino yang sedang mengawasi pelayan.


"Pulangin nih orang! Nyebelin!" bentak Juliet kesal dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Elu ngomong apa lagi sih Rom? Udah bagus elu gue seret kemari gara-gara elu ngerengek macam Arsya minta ASI, malah bikin perkara!" omel Valentino. "Kalau dia malah tambah mutung, gue kagak ikutan!"


"Ngomong belum ngerasain yang enak-enak..." cengir Romeo.


Valentino melongo. "Fix! Kalau elu dihajar Jules, gue bomat! Bodo amat!"


***


Juliet masuk ke ruang tengah tempat acara berlangsung dengan wajah ditekuk sepuluh dan Arkananta yang melihat tersenyum smirk karena tahu apa yang membuat adik Valentino itu manyun.


"Romeo ngapain lagi?" tanya Arka sambil mendekati Juliet.

__ADS_1


"Ada ya cowok nggapleki, njelehi dan bikin kesal macam sobatnya mas V! Hiiihhh!" omel Juliet yang mirip dengan sang mommy, Rina Kareem Reeves.


"Lha kayaknya dia bakalan jadi jodoh lu, Jules. Oom Hoshi kan udah oke tuh! Lagian cuma Romeo yang tabah ngadepin bokap lu!" gelak Arkananta.


"Itu kan cuma alibinya si Rombeng!" Juliet menatap judes ke salah satu anggota trio kampret.


"Gue kasih tahu ya, Oom Hoshi itu adalah pria paling susah yang dihadapi bahkan kadang Tante Rina saja sampai pengen hajar lakinya. Tapi sama Romeo, Oom Hoshi bisa santai saja."


"Ya iyalah mas Arka. Kan Rombeng udah temenan sama mas V dari SMA kelas 1. Wajar lah kalau Daddy biasa saja kalau ketemu sama dia."


Arkananta mengusap kepala Juliet. "Ojo gething mengko Ndak nyanding."


***


Zinnia tampak bahagia dengan berkumpulnya semua anggota keluarga besarnya. Karl dan Sabine pun datang ke Jakarta demi cucu tampan mereka dan rencananya mereka juga akan ikut ke Indramayu sekalian Zinnia melakukan syukuran masuk rumah.


Para Opa dan Oma yang baru datang dari New York, London, Dubai dan Tokyo tampak gemas dengan bayi bule berusia empat bulan itu. Ditambah Arsya tidak rewel meskipun dikelilingi banyak orang baru.


"Arsya itu hasil doktrin trio kampret, jangan rewel sama keluarga tapi judeslah pada orang asing" ucap Shinichi yakin.


"Kamu tuh!" Hideo mengusap kepala putra sulungnya gemas.


"Serius Appa. Lihat saja, Arsya digendong Oma siapa saja nggak rewel malah hepi. Apa karena sama-sama bule ya kebanyakan?" gumam Shinichi.


Hideo hanya melirik ke arah Shinichi. "Shin..."


"Yes Appa."


"Kenapa nilai semester kamu turun?"


Wajah Shinichi memucat. "Kok appa tahu sih?"


"Appaaaaa..." rengek Shinichi.


***


Brussels Belgia


Sean menatap pemandangan kota Brussels dari balkon apartemennya sambil meyesap red wine. Wajah pria itu semakin berantakan dengan brewok yang sudah seminggu belum dicukur rapi.



Berantakan banget lu bang


Sengaja lampu balkon dia matikan dan menggunakan lampu dari jalan dan beberapa apartemen lainnya.


Pria itu menyesap minumannya dan meski mata birunya menatap kehidupan di hadapannya tapi pikiran Sean melayang ke seorang wanita yang sangat dirindukannya.


"Kamu dimana Zee... Apa kamu tahu kalau aku sangat merindukanmu. I miss you so much Zee... Pulanglah. Aku ingin kamu pulang..." gumam Sean. "Sepertinya aku mulai mabuk deh!"


Sean melirik ke arah botol wine nya yang tinggal seperempat.


"Gara-gara kamu, aku baru bisa tidur kalau sudah minum wine." Sean tertawa miris. "Pulanglah Zee..."


Sean berjalan lesu ke kamar tidurnya. Setelah sekian lama akhirnya Sean mengganti seprai kasurnya dan sisi tempat Zinnia terbiasa tidur, disemprotkan dengan parfum milik Zinnia yang tertinggal agar Sean tetap mencium harum istrinya.

__ADS_1


Pria itu lalu memeluk bantal milik Zinnia dan mulai memejamkan matanya. "Miss you so much Zee..."


***


Indramayu Jawa Barat Indonesia


Keluarga Schumacher dan para anggota keluarga lainnya sekarang berada di rumah milik Zinnia untuk acara syukuran masuk rumah. Para pegawai dan buruh tani beserta keluarganya ikut serta apalagi keluarga Sultan itu mengadakan pengajian dan acara makan-makan yang belum pernah mereka rasakan dari RR's Meal Jakarta yang sengaja dikirimkan oleh Rajendra.


Acara syukuran berlangsung khidmat dan haru karena nantinya Zinnia bersama dengan Arsyanendra akan tinggal disini ditemani Gasendra serta Jasmine.


Ayrton memeluk putranya yang menjadi pria dewasa di usianya masih belasan demi melindungi sang kakak dan keponakannya. Rasa haru di Ayrton tampak terasa ke keluarga lain yang salut dengan eratnya hubungan mereka.


"Harusnya kamu meniru Gasendra, Ka. Dia dewasa banget..." ucap Bima ke putra tunggalnya.


"Lha aku tuh dewasa Pa. Papa saja yang sering nggak ingat umur..." cebik Arkananta.


"Memang papa udah tua?" Bima menoleh ke Arka.


"Udah!"


"Masa? Seriously? Duh Ka, kalau papa sudah tua nanti mamamu bisa cari yang lebih muda dong!" Wajah Bima mendrama sok panik.


"Bagus lah! Siapa juga yang betah sama papa yang udah kayak aki-aki" cengir Arkananta durjana.


"Masa Papa sama Opa Bara sama?" pendelik Bima.


"Opa Bara itu awet muda, Papa awet tua. Suer!" seringai Arkananta sambil memberikan tanda peace.



Bokap lu di durjanain aja Ka


"Kamu kok tega sih sama papa?"


"Papa juga tega sama Arka. Kenapa pinjam mobil Arka ga bilang - bilang? Kan Arka jadi bingung mau kuliahnya!"


"Papa udah bilang kok..." elak Bima.


"Kapan?"


"Pas dalam mobil. 'Kaaa, papa pinjam mobil kamu yaaaa'. Gitu!"


"Kagak gitu juga papaaaa! Bagong ih!"


"Eh, papamu ini awet langsing bodinya, gak kayak Bagong!"


"Iyaa tapi six pack nya udah ilang tinggal se pack! Lihat nih Arka, bagus kan?" ucap Arka sambil memamerkan perutnya yang rata.


"Aduh, besok fix kamu temani papa nge-gym!" rengek Bima. "Papa nggak mau jadi pria bebelac!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2