
Prologue
"Aliissshhhaaaaa! Kamu kemana nak?" teriak Zinnia Léopold atau dikenal Queen Zinnia, istri King Sean Léopold of Belgium. Ratu cantik itu tampak kesal dengan putri bungsunya yang sangat susah diatur. Bar-barnya tidak ketulungan, berbeda jauh dengan kakak sulungnya prince Arsyanendra maupun saudara kembarnya prince Avaro.
"Yang Mulia, tuan putri Alisha kabur ke istal, tampaknya bakalan berkuda lagi" lapor salah seorang pelayan.
"Astagaaa! Apa anak itu tidak tahu mau ada tamu!" omel Zinnia kesal. Heran! Nurun siapa sih? Perasaan aku bukan cucu kandung Oma Sabine tapi kenapa anakku macam Oma?
"Mama, sudahlah. Biarkan saja, si Badung itu minggat!" sahut Avaro yang sudah siap dengan jas mahalnya. "Adduuuhhh! Duh!" teriak Avaro ketika telinganya kena jewer mama cantiknya.
"Ini lagi! Nggak bisa gitu dong Avaroooo!"
"Ma, sakit ini! Mama jewer pakai jari atau pakai tang sih?" omel Avaro sambil mengusap-usap telinganya.
"Capit kepiting bakau! Puas kamu?"
"Ya Allah galaknya! Mama PMS atau belum dikasih jatah sama papa... Aduuuhh! Aduuuhh!" Avaro meringis lagi ketika jepitan panas terasa lagi di telinganya. "Mama harus dilaporkan ke Unicef! Kekerasan pada anak!"
"Kamu sudah 20 tahun! Sudah Aqil balik! Bukan anak - anak! Sudah masuk remaja kasep ( terlambat : Jawa ) tahu nggak!" Zinnia melangkah dengan menghentakkan sepatu hak nya hingga membuat lantai istana itu terdengar langkahnya.
"Ya Allah mama. Jangan suka marah - marah, nanti cepat tua!" gumam Avaro sambil mengikuti Zinnia dengan mengusap telinga kiri kanannya yang pagi ini nggak selamat dari jepitan maut sang mama.
***
Ruang Raja dan Ratu
Raja Sean Léopold dan Ratu Zinnia beserta Pangeran Arsyanendra dan Pangeran Avaro menyambut kedatangan Raja Henry Carrington of England bersama dengan Ratu Medeline. Keempatnya memang bersahabat karib sejak lama dan kali ini pertemuan formal kesekian kalinya.
Sean dan Henry pun segera menuju meja pertemuan bersama dengan Arsyanendra sebagai putra mahkota, sedangkan Avaro memilih mengobrol dengan Louis, putra bungsu Henry dan Medeline.
__ADS_1
"Lho ? Richard mana?" tanya Zinnia ketika tidak melihat putra sulung Medeline.
"Hah! Anak itu! Kabur nggak tahu kemana!" omel Medeline. "Mentang-mentang berapa kali kemari jadi sok hapal. Biarin saja lah! Capek aku kasih tahu. Lagian dia juga baru saja selesai urusan militernya."
"Tapi Richard kan sama dengan Arsya, di militer semua" senyum Zinnia.
"Iya, Arsya ambil angkatan udara ya? Kalau Richard memilih angkatan laut. Eh ngomong-ngomong, si cantik mana? Kok nggak ada?" Medeline celingukan mencari putri bungsu Zinnia.
"Sama dengan Richard. Kabur." Zinnia menghela nafas panjang.
"Aduh ya ampun! Dua anak itu kenapa sih?" gerutu Medeline. "Alisha kuliah di Jerman kan?"
"Iya di Freie University of Berlin, ini sudah selesai skripsi makanya main kabur ke Brussels tapi sampai sini malah kabur juga! Ampun deh! Heran aku, nurun siapa badungnya."
Medeline terbahak.
***
Alisha berkuda dengan kuda favoritnya bernama Joy yang merupakan keturunan dari kuda milik sang mama, Baby. Kuda bewarna hitam kelam itu sangat dimanja oleh Alisha hingga menjadi pemilih untuk pengasuhnya dan hanya Robert, pengasuh kuda-kuda istana yang dimaui Joy.
Gadis itu memilih kabur dari acara istana karena ingin menikmati hari apalagi sudah dua Minggu berturut-turut dia harus ikut acara kerajaan.
Alisha berkuda hingga sampai di sebuah pohon willow favoritnya yang berada di depan danau. Gadis itu mengikat Joy dan membiarkan makan rumput disana sedangkan dirinya memilih bersandar di batang pohon sambil memejamkan matanya.
Hanya Oom Henry dan Tante Medeline yang datang jadi nggak papa kan aku nggak usah ikutan nyambut.
Telinga Alisha mendengar suara yang mencurigakan dan mata coklat gadis itu terbuka berusaha mencari tahu sumber suaranya. Diam-diam dia mengambil pisau yang selalu dia bawa di balik sepatu bootnya.
"Siapa disitu?" teriak Alisha ke arah pohon willow yang bersebalahan dengan pohon willow tempat dia bersandar.
__ADS_1
Alisha Schumacher Léopold
Tak lama tampak sosok yang sangat dikenalnya.
"Richard?"
"Hello Princess."
***
Kisah Alisha dan Richard akan hadir insyaallah tahun depan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1