
Mansion Giandra
Zinnia memasuki kamarnya dan ingin segera berganti pakaian. Meskipun gaun pengantin rancangan sang mama sangat bagus dan seksih, tapi Zinnia lebih nyaman jika sudah berganti pakaian yang lebih santai.
Zinnia baru saja melepaskan sebatas pinggang ketika Sean masuk ke dalam kamar untuk berganti jas nya. Wajah pria itu tampak memerah melihat punggung polos istrinya karena memang gaun pengantin Zinnia modelnya br@ less.
Reflek Zinnia menutup dadanya dengan kedua tangannya. Sean lalu menutup pintu kamar istrinya dan menguncinya. Pria itu melepaskan jas, dasi, kemeja nya dan melemparkannya sembarangan sedangkan Zinnia hanya terpaku melihat suaminya hanya tinggal celana panjang tanpa pakaian.
"Ka...kamu mau apa Sean?" tanya Zinnia dengan nada bergetar gugup.
"Menciummu" jawab Sean kalem lalu memeluk tubuh istrinya dan mencium bibirnya. Perlahan Sean menurunkan gaun pengantin istrinya hanya menyisakan segitiga hitam penutup nya.
"Sean..." bisik Zinnia. "Jangan sekarang..."
"Kita quickie yuk..."
Zinnia melotot. "Nggak ada Quickie! Sudah aku mau ganti baju!" Zinnia mengambil gaun santai yang ada di kopernya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sean hanya mengusap tengkuknya.
***
Zinnia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun yang lebih santai, sedangkan Sean memilih memakai sweater musim panas dan jeans agar lebih nyaman.
"Sudah siap?" tanya Sean melihat istrinya memakai gaun berbahan kaos yang mencetak lekuk tubuh sintalnya dengan model Sabrina.
"Sudah. Enak pakai ini nggak berat..."
"Kamu pakai br@ kan Zee?" goda Sean.
"Pakai lah yang tanpa tali!" cebik Zinnia kesal. Suaminya makin meshum!
Sean merangkul pinggang Zinnia dan keluar kamar. Tampak keluarganya masih berada di sana.
"Jangan unboxing dulu kamu Sean!" teriak Hoshi yang membuat para tetua tertawa.
Zinnia memerah wajahnya sedangkan Sean hanya nyengir. "Belum kok Oom Quinn."
***
Arsyanendra tampak perhatian ke Oom Arkanya yang mengajari bermain rubik. Arabella memangku batita tampan yang sudah berganti pakaian menjadi kaos santai.
"Caranya gini Sya" ajar Arkananta.
"Susah Oom Alka. Asya suka lupa calanya."
"Pelan-pelan. Ini kamu geser kesini, terus kesini..."
Arkananta dan Arsya masing-masing memang memegang rubik. Pria imut itu dengan telaten mengajarkan keponakannya.
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam, akhirnya Arsyanendra paham cara bermain rubik dan batita itu langsung berteriak kegirangan membuat para Opa, Oma, Oom dan Tantenya tersenyum.
***
"Kalian jadi berangkat besok?" tanya Arum ke Ayrton dan Mariana.
"Jadi Tante" jawab Mariana.
"Hati-hati dan Ay, kamu jangan judes-judes dengan Sean lagi ya. Sudah cukup mereka berpisah. Apalagi Sean sudah bilang ke aku, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Arum mengelus lengan Ayrton.
"Iya Tante Gendhis. Lagipula Tante tahu sendiri kan mas Hoshi gimana" kekeh Ayrton.
"Ah dia mah hobinya cari gegeran!" cebik Arum.
"Aku senang akhirnya kalian berbaikan" ucap Bara. "Sean memang salah tapi dia mencintai anakmu, Ay. Apalagi ada Arsyanendra diantara mereka dan kamu sudah melihat sendiri kesungguhan Sean untuk mendapatkan maaf darimu dan Karl. Untung Sabine sudah tidak ingat baby nya..."
"Siapa bilang Oom Bara. Mommy sudah merengek ke Daddy supaya dikasih baby-nya biar bisa nembak Michelle."
Bara dan Arum melongo. "Untung Karl bijak tidak kasih babynya" gumam Bara.
"Anak-anak pada gegeran di Brussels saja sudah bikin kekacauan internasional, ditambah mommy pegang baby. Nggak deh!" gerutu Ayrton.
***
Malam harinya acara makan malam tampak ramai apalagi semua yang muda-muda memilih lesehan di atas karpet sambil makan malam. Sean dan Zinnia duduk berdampingan sambil menyuapi Arsya yang masih berkutat dengan rubiknya.
Garvita tampak duduk bersandar sofa bersebelahan dengan Gemini dan keduanya asyik mengobrol apalagi putri Haris Lexington itu tampak semangat untuk terbang ke Sisilia.
"Mbak Gem, kan disana ada bang Antonio dan Mbak Leia. Nanti minta dikawal saja" ucap Garvita.
"Jaraknya jauh banget tuh si Oom-oom!" timpal Juliet yang ikut menimbrung.
"Namanya juga suka. Tapi bang Antonio awet muda lho! Gak terlalu terlihat tua banget kalau jalan sama Deya" celetuk Gemini.
"Alexis Accardi apa kabar? Ngejar-ngejar mbak Veena tapi setidaknya jarak usianya nggak sejauh Deya dan Bang Antonio" gumam Garvita.
"Kamu sama Gabriel beda berapa tahun Gar?" tanya Gemini.
"Enam tahun. Jules yang cuma beda dua tahun sama Mas Romeo." Garvita menatap penuh arti ke Juliet.
Gemini menatap saudara kembarnya yang tampak uring-uringan. Sebagai kembar, dirinya bisa merasakan apa yang dirasakan saudara kembarnya.
"Mbak Gem kenapa?" tanya Juliet yang bingung melihat kakaknya termangu.
"Gemintang lagi kesal."
Juliet dan Garvita menoleh ke arah Gemintang yang kesal melihat ponselnya. Tak lama gadis tinggi macam model itu pun keluar menuju teras depan.
"Mbak Gemintang kenapa mbak?" tanya Garvita.
"Sama dengan kalian, dikejar seorang pria."
"Siapa mbak?" tanya Juliet.
__ADS_1
"Namanya Krisna Rao, pria keturunan India. Dulu teman kuliah kami di Singapura dan aku tidak tahu kenapa Krisna begitu tergila-gila dengan Mintang."
"Mbak Gem nggak tertarik dengan si Krisna?" tanya Garvita.
"Nggak lah! Mbak nggak suka cowok India, Gemintang pun sama tapi Krisna memang nekad orangnya. Cakep anaknya tapi ya gitu deh!"
"Mbak Gem ada fotonya?" tanya Juliet penasaran dengan pria yang super nekad mengejar kakaknya sampai sedemikian rupa.
"Tapi rata-rata ya Jules, semua cewek di keluarga kita itu rata-rata dapat pria yang super nekad demi mendapatkan kita..." gumam Garvita.
"Termasuk Gabriel dan Romeo" balas Juliet.
"Hanya beda bagaimana cara pendekatannya saja" celetuk Gemini yang masih mencari foto saat wisuda. "Krisna itu anak seorang pialang saham Singapura berdarah India. Dia satu tingkat diatas kami dan mengambil jurusan accounting, kalau aku dan Radyta kan ambil bisnis."
"Kok bisa bertemu dengan mbak Gemintang?" tanya Juliet.
"Itu yang aku tidak tahu bagaimana awal mereka bertemu. Kan aku dengan Mintang beda kampus meskipun satu universitas. Nah, ini dia!" Gemini menunjukkan foto seorang pria tampan berdarah India.
Introducing Krisna Rao
"Cakep kok! Cowok banget!" komentar Garvita.
"Tapi Mintang nggak suka. Katanya terlalu heboh ngejar nya" ucap Gemini.
"Lha Romeo apa kabar mbak?" sungut Juliet.
"Jules, Romeo itu sudah diterima lho di keluarga kita sedangkan Krisna belum. Asal kalian tahu, kalau para pria nggak pada nekad, tidak akan mendapatkan kita-kita. Bukankah itu sudah biasa terjadi di keluarga kita?" kekeh Gemini.
"Mbak Gemini sendiri gimana? Sudah punya pacar?" tanya Garvita.
"Belum."
"Siapa tahu di Sisilia malah ketemu jodohnya" kekeh Juliet.
"Asal nggak bikin gegeran saja. Tahu sendiri kan mamaku gimana?" senyum Gemini.
***
Cerita Gemini dan Gemintang akan ada di proyek setelah Zinnia dan The Bianchis tamat yaaa.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️