The Prince and I

The Prince and I
Princess Zinnia of Léopold


__ADS_3

La Monnaie De Munt, Opera House Brussels Belagia Lima Tahun Lalu...


Suara tepukan membahana di gedung Opera La Monnaie De Munt usai pertunjukan Phantom of the Opera berakhir. Sean dan Zinnia memberikan standing applaus bahkan Sean tadi sampai terkejut melihat Zinnia menangis saat adegan Phantom menyatakan cintanya pada Christine.


"Bagus sekali Sean. Semua aktor dan aktris bermain sangat totalitas" ucap Zinnia yang tanpa sadar tangan Sean menghapus sisa air matanya dengan tangan.


"Kamu sangat suka cerita Opera tragedi ya? Macam ini, Romeo dan Juliet, Hamlet... Shakespeare fans Zee?" goda Sean.


"Aku bukan Shakespeare fan hanya saja aku sangat menyukai drama musikal dan Opera seperti ini. Di Dubai tidak terlalu sering ada jadi kalau aku dengar di London ada acara pertunjukan di Royal Opera House, papa suka menemani aku nonton disana." Zinnia menatap Sean sambil tersenyum. "Habis ini acaranya apa?" tanya Zinnia ke sekretarisnya yang juga ikut menemani di balkon tempat mereka duduk.


"Pulang yang mulia."


"Bisakah saya bertemu dengan para aktor dan aktrisnya lagi? Saya ingin mengucapkan terimakasih sudah memberikan pertunjukan yang indah." Zinnia menatap sekretaris itu dengan tatapan memohon.


Sekretaris kerajaan itu sedikit terkejut karena Zinnia mirip dengan ibu suri Elisabeth dulu yang selalu meminta untuk bertemu dengan para aktor dan aktris usai pertunjukan. Sangat berbeda dengan ratu Michelle.


"Tentu saja yang mulia."


"Tidak apa-apa kan Sean?" tanya Zinnia ke suaminya yang sempat tertegun karena teringat grandmanya.


"Tentu saja tidak apa-apa" senyum Sean.


***


Backstage La Monnaie De Munt


Sutradara, aktor dan aktris panggung Opera merasa terkejut dan terhormat mendengar putri Zinnia of Léopold akan datang ke backstage. Mereka pun menunda untuk berganti pakaian karena harus menunggu putri cantik itu.


Tak lama Zinnia datang bersama Sean, kedua pengawalnya Greg dan Jasmine serta sekretaris kerajaan. Di backstage, Zinnia dan Sean mengobrol banyak tentang pertunjukan tadi dan wanita cantik itu memuji akting aktris sebagai Christine dan Erik the phantom.


"Aku sampai menangis melihat kalian berdua. Sangat suka dengan chemistry akting kalian" puji Zinnia tulus.


"Terimakasih yang mulia" ucap sang aktris dengan wajah memerah karena pujian dari putri kerajaan.


Sean dan Zinnia masih berbincang-bincang sekitar lima belas menit sampai sekretaris kerajaan memberikan kode agar pasangan itu kembali ke apartemen.


Sean dan Zinnia beserta rombongan berpamitan dengan semua orang di backstage lalu keluar dari gedung Opera.

__ADS_1


Diluar para wartawan yang menunggu pasangan Sean dan Zinnia, akhirnya bisa memotret keduanya. Beberapa wartawan bertanya bagaimana pertunjukkannya dan Zinnia menanggapi dengan wajah sumringah.


"Sangat sangat bagus akting mereka dan saya sangat suka pertunjukkan seperti ini" jawab Zinnia sebelum masuk mobil.


Sean menghela istrinya masuk ke dalam mobil yang menjemput mereka sambil melambaikan tangan ke para kuli tinta. Setelahnya mobil yang membawa pasangan itu pergi meninggalkan gedung Opera.


***


Keesokan harinya di Brussels Lima Tahun Lalu...


Berita tentang keluarga kerajaan menyaksikan pertunjukan Phantom of the Opera ramai dibicarakan di media online dan media televisi hampir di seluruh dunia.


Nama pasangan Sean dan Zinnia menjadi trending topik karena sikap humble wanita itu yang membuat para wartawan jatuh cinta dengan gaya putri Emir Al Jordan itu. Banyak yang membandingkan dengan putri kerjaan Inggris yang juga sikapnya humble.


Rakyat Belgia pun mulai menyukai putri cantik berambut hitam tebal itu serta mulai membanding-bandingkan dengan putri Natalia yang merupakan calon istri raja masa depan Belgia.


Setelah acara opera itu, pada hari Minggu siang Sean dan Zinnia menghadiri acara cooking class yang diadakan oleh persatuan chef seluruh Belgia untuk umum di sebuah hotel berbintang.


Zinnia tanpa ragu ikut terjun ke acara masak-memasak itu dengan senang hati. Bahkan putri cantik itu pun tampak asyik bercanda dengan para peserta cooking class.


Sebenarnya acara cooking class ini harusnya dihadiri oleh Natalia tapi putri itu menyatakan tidak enak badan hingga pihak kerajaan meminta Sean dan Zinnia secara mendadak.


Para peserta cooking class pun lebih antusias belajar bersama putri cantik itu karena Zinnia mampu membuat joke ringan cenderung receh hingga para peserta dan chef profesional itu tidak canggung.


"Yang mulia, darimana anda bisa membuat baklava macam ini?" tanya seorang chef.


"Apa kalian lupa kalau Opa dan Oom saya adalah chef dan pemilik RR's Meal? Apalagi Oma buyut saya jago memasak. Jadi sejak kecil saya sudah terbiasa di dapur berteman dengan tepung, butter dan madu" jawab Zinnia santai.


"Dan sekarang ada tepung di wajahmu, sayang" goda Sean sambil mencium hidung mancung Zinnia yang terkena tepung membuat semua wanita disana langsung meleleh melihat keuwuuan pasangan itu.


"Yang mulia, please, jangan membuat kita iri" teriak salah satu ibu-ibu.


"Nanti kalian bisa minta pada suami kalian masing-masing" kerling Sean membuat semua orang di ballroom hotel itu langsung heboh.


Wajah Zinnia memerah saat mendapatkan kemesraan dari Sean yang sering tidak melihat tempat.


***

__ADS_1


Tidak terasa hampir dua bulan Sean dan Zinnia berada di Brussels dan mereka menjadi pasangan yang populer bagi para penggemar keluarga kerajaan.


Dalam beberapa kesempatan acara kerajaan, Zinnia tampil elegan dan stunning hingga lebih memukau dibandingkan dengan Natalia yang selalu tampil glamor.


Zinnia memilih dress yang simpel dan bisa dipadupadankan dengan Coat, jaket ataupun selendang. Pengamat fashion baik di Belgia maupun di New York, Los Angeles, London, Paris dan Italia sampai memuji cara Zinnia memakai ulang baju favoritnya dengan dirubah stylenya.


Ratu Michelle dan putri Natalia pun merasa pamornya semakin tertutupi dengan Zinnia yang mampu menarik hati dan perhatian rakyat Belgia tanpa harus berpenampilan wah.


Natalia sendiri berencana untuk menjatuhkan nama baik Zinnia, sedangkan Michelle meminta para sekretaris kerajaan untuk tidak memberikan banyak tugas kerajaan yang penting-penting kepada Zinnia agar tidak semakin terkenal dan moncer di publikasi. Meskipun merasa bosan, Natalia mau tidak mau harus menerima tugas itu agar namanya kembali naik pamor.


***


Apartemen Sean dan Zinnia


Pagi ini Zinnia dan Sean berencana untuk berkuda apalagi tugas kerajaan Zinnia lebih banyak yang tidak terlalu penting dan publikasi. Bagi Zinnia, justru dia lebih nyaman di bidang sosial daripada harus bertemu dengan para sosialita.


"Sayang, kita jadi berkuda kan?" tanya Zinnia.


"Jadi Zee. Aku sudah mempersiapkan Angel untukmu" jawab Sean.


Angel adalah kuda Arab yang diberikan oleh Sean untuk Zinnia. Di Dubai, Sean tahu istrinya juga memiliki seekor kuda Arab bernama Baby.


"Hari ini istana kosong kan?" tanya Zinnia yang masih saja merasa kurang nyaman jika berada di istana kerajaan. Dirinya memang terbiasa di istana Al Jordan tapi istana kerajaan Belgia membuatnya sedikit merinding.


"Kosong. Mereka kan ada acara sedangkan kita tidak dimasukkan daftar tamu jadi santai saja." Sean tersenyum ke istri cantiknya. Sebenarnya Sean tahu kenapa dirinya dan Zinnia tidak diikutsertakan dalam acara pertemuan dengan keluarga kerajaan Brunei Darussalam, karena ibu dan kakak iparnya tidak mau istrinya menjadi bintang di acara itu.


Bukan salah Zee kalau menjadi lebih terkenal tapi memang itulah istriku. Sean menatap Zinnia yang sibuk menyiapkan acara berkudanya dengan tersenyum penuh cinta. Aku tidak salah pilih istri.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf semalam ketiduran


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2