The Prince and I

The Prince and I
Menyusul Arsyanendra


__ADS_3

Istana Al Jordan Dubai UAE


Dan sekali lagi Zinnia harus keramas lagi gara-gara suami meshumnya seperti ketagihan buka puasa dengan modus demi Arsyanendra punya adik.


"Sudah ah Sean! Capek aku!" omel Zinnia sambil mengeringkan rambutnya yang tebal.


"Capek kah? Kan yang terakhir kamu cuma diam saja, aku yang bekerja..."


BUGH!


Sebuah bantal mendarat dengan sukses di wajah tampan Sean. Siapa lagi pelakunya kalau bukan istrinya yang cantik dan seksih. Bahkan sudah melahirkan Arsya pun, Zinnia semakin seksih dimata Sean.


"Stop Sean! Nanti malam aku mau tidur! Jangan kamu ganggu!" sungut Zinnia yang melanjutkan mengeringkan rambutnya.


"Zee... Nanti aku nggak bisa tidur..."


"Jangan minum kopi kalau malam."


"Dekat dengan kamu itu membuat otakku meshum ini..."


"Memang kamunya saja yang meshum!"


"Ya maklum Zee, sudah puasa lama. Apalagi kamu semakin seksih, kan punyaku jadi gampang berdenyut... Dijepit dengan milikmu itu..."


BUGH!


Bantal kedua pun mendarat dengan sukses di wajah Sean. Apalagi meja rias Zinnia dekat dengan sofa tempat dia sering duduk dan ada banyak bantal disana.


"Astagaaa! Zee!" teriak Sean kesal wajahnya kena timpuk bantal dua kali.


"Kalau kamu tidak berhenti Sean, aku tidur dengan Arsya nanti malam!"


"Lho yang selalu menyebut namaku setiap kamu mendapatkan..."


BUGH!


Untuk ketiga kalinya, bantal di sofa Zinnia mendarat di wajah Sean.


***


Zinnia menelpon Georgina untuk menanyakan berada dimana, sebab dia ingin menyusulnya.


"Masih di Burj Khalifa, Zee tapi habis ini ke kita ke Hurricane's Grill di Dubai mall."


"Kami akan menyusul kesana, Tante."


"Oke. Kami tunggu."


Zinnia mematikan panggilannya dan mengajak suaminya untuk menyusul putra mereka yang hendak makan.


"Yuk lah kita sekalian makan disana." Sean pun menggandeng tangan istrinya menuju Range Rover yang sudah disiapkan Riyad.


"Putri Zinnia, apa perlu saya panggilkan sopir?" tanya Riyad.


"Tidak usah Riyad, biar aku setir sendiri" jawab Sean.


"Terimakasih sudah menyiapkan mobilnya Riyad."


Sean dan Zinnia pun masuk ke dalam mobil milik wanita itu. Selama di Swiss dulu, Zinnia memang memilih untuk tidak menggunakan mobil dan lebih suka public transportation.


"Pada makan dimana?" tanya Sean sambil mesetting GPS nya.


"Hurricane's Grill, Dubai Mall."


"Oke." Sean memasukkan nama restauran di layar GPS nya lalu mobil bewarna biru tua itu pun keluar dari istana Al Jordan.

__ADS_1


***


"Pada makan apa disana?" tanya Sean sambil menoleh ke istrinya yang sedang asyik chatting dengan adik-adiknya.


"Ini aku sudah minta tolong Kalila pesankan t-bone steak untukmu dan ribs untukku."


"Kamu itu adalah tulang rusukku Zee. Ngapain makan ribs lagi?"


"Soalnya aku tidak bisa makan tulang rusukmu!"


Sean tertawa. "Apakah kamu tahu, Perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki, itu artinya perempuan itu memang diciptakan untuk menolong laki-laki atau menjadikan perempuan itu sebagai pendamping yang sepadan."


"Mitosnya malah tulang rusuk pria itu hanya 23 sedangkan wanita 24 karena katanya wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Tapi mitos ini terbantahkan karena masing-masing memiliki 24 tulang rusuk dan itu sudah dibuktikan secara ilmiah" timpal Zee. "Dan aku yakin mitos ini dibuat agar para pria tahu, bahwa mereka sudah mendapatkan jodohnya masing-masing hanya tinggal mencari si tulang rusuk yang hilang."


"Kenapa kita membahas sesuatu yang unfaedah seperti ini Zee?"


"Lha yang mulai siapa?" Zinnia menatap judes ke suaminya.


Sean tertawa lalu mengusap kepala istrinya. "Zee, kamu ingin punya anak berapa?"


"Dua saja. Arsya dan adiknya nanti."


"Kamu tidak memakai alat kontrasepsi kan?" Sean baru menyadari kenapa tidak ditanyakan sebelumnya.


"Ya ampun Sean... Mana kepikiran pakai alat kontrasepsi? Aku kan tidak memiliki kamu, mau berhubungan dengan siapa?"


"Jangan pernah memikirkan pria lain, Zee!"


"Mana bisa Sean! Tentu saja aku memikirkan pria lain..."


"Zeeeee..." desis Sean kesal. Baru saja dia mendapatkan kebahagiaan, langsung dihempaskan dengan ucapan istrinya memikirkan pria lain.


"Pria itu berumur tiga tahun, lucu, menggemaskan dan salah asuhan dari trio kampret" jawab Zinnia kalem.


Sean melongo. Ya benar sih, anaknya kan cowok... "Zee kamu menyebalkan!"



Daddy Sean



Mommy Zee


***


Hurricane's Grill Dubai Mall UAE


"Mommy sama Daddy mau kesini?" tanya Arsya yang sedang digandeng Kalila masuk ke dalam restauran.


"Iya, Sya. Mau nyusul kemari."


Kini rombongan keluarga Emir Al Jordan dan Blair itu masuk ke dalam sebuah restauran yang menyajikan menu grill dari daging sapi, kambing dan seafood.


"Mbak Zee tadi pesan apa Lila?" tanya Damian. Rombongan Emir itu sudah mendapatkan tempat duduk di sudut yang bisa memuat sepuluh orang.


"T-bone buat Bang Sean, ribs buat mbak Zee." Kalila membacakan pesan dari kakak sepupunya.


"Arsya mau apa?" tanya Ken.


"Tendeloin!" seru Arsya.


"Kalau nanti nggak habis?" goda Damian.


"Oom Dam yang habisin!" gelak Arsyanendra. "Kata Oom Alka, kalau Asya nggak habis makan di lestolan, halus minta tolong Oom Sendla habisin. Kalena Oom Sendla nggak ada, jadi Oom Dam yang abisin nanti" cengir Arsya dengan wajah polos.

__ADS_1


"Astagaaa! Trio kampret itu ya memang!" umpat Damian kesal ke ketiga kakak sepupunya yang memang suka memberikan ajaran super ngawur ke keponakan satu ini.


Georgina, Ken dan Kalila tertawa terbahak-bahak mendengar argumen dari Arka yang didoktrin ke Arsyanendra.


"Arka nggak salah, Dam. Kan kalau Zee kenyang pasti kan ada Gasendra yang disana. Pasti bantuin habisin kalau tidak mau dibawa pulang" kekeh Georgina. "Azas enam-eman, sayang dibuang."


"Ya ampun Tante Georgi, nanti Damian gendut!" cebik putra Direndra dan Raana itu.


"Kan nggak tiap hari mas" kekeh Ken.


"Memang Oom Alka salah ya Oom?"


"Nggak Arsya cuma jangan semua ajaran Oom Arka, Oom V dan Oom Shin kamu ambil semua" sahut Damian.


"Mas Damian, jadi nanti ambil Magister di London?" tanya Kalila. Damian memang kuliah di Hult International Business School yang memiliki koneksi untuk program magister di London, New York, Boston dan Shanghai sebagai dari program kerjasama dengan banyak universitas elite secara global.


"Mungkin. Tapi mas Bayu menawarkan masuk Harvard atau NYU."


"Tapi hemat Tante, mending ke London deh. Kan Opa dan Omamu disana tho?"


"Iya Tante. Daddy juga bilang begitu sekalian menemani Opa Ai dan Oma Thara."


"Assalamualaikum" sapa Sean dan Zinnia bersamaan.


"Wa'alaikum salam."


"Daddy!" teriak Arsya yang langsung menubruk Sean. Pangeran Belgia itu langsung menggendong putranya.


"Sudah acara kangennya?" goda Georgina yang membuat wajah Zinnia memerah.


"Tante Georgi tuuuuhhh..." Zinnia menundukkan wajahnya lalu mengambil tempat duduk kosong yang diikuti suaminya.


"Mbak Zee, udah aku pesankan sesuai request ya" lapor Kalila.


"Oke. Makasih ya Lila" senyum Zinnia.


Tak lama pesanan mereka pun datang dan Sean mendelik melihat besarnya t-bone yang dipesankan oleh Kalila.



"Ya ampun Zee! Ini besar banget!" bisiki Sean.


"Buat membalikkan energi" jawab Zinnia kalem namun sejurus kemudian menatap judes ke suaminya yang memulai acara memasang wajah usil. "Aku tidur dengan Arsya nanti malam!"


Sean pun manyun lalu melihat pesanan Zee yang lumayan banyak porsinya.



"Habis kamu segitu?" tanya Sean.


"Aku lapar! Dah makan!" Zinnia lalu memakan ribs saus jamurnya.


Keributan pasangan suami istri itu tidak lepas dari tatapan anggota keluarga Zinnia.


"Nggak kebayang kalau mereka besok kembali ke Brussels Belgia. Pasti rumah ramai terus" gumam Kalila.


"Kamu benar dik" timpal Ken.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2