
Mansion Giandra
Malam ini mansion Giandra tampak ramai apalagi malam Minggu membuat para anak-anak yang tidak bisa berkumpul, semuanya hadir.
Si kembar Gemini dan Gemintang mengumumkan akan terbang ke dua negara berbeda. Kedua gadis cantik yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Singapura akan terbang ke Sisilia dan Queensland.
"Jadi kalian pisah nih? Biasanya jadi kembar Siam!" ledek Valentino yang akan berangkat ke MIT untuk mengambil program magister disana sekalian bekerja sama dengan sepupunya, Bayu O'Grady.
"Jahat ih bilang kita kembar Siam deh V!" sungut Gemini kesal dengan sepupunya yang tampan tapi judesnya sama dengan papa macannya.
"Kamu ke Sisilia ngapain Gem?" tanya Gasendra.
"Lihat proyek disana Sendra. PRC Group kan ada proyek resort barengan sama dengan Bianchi dan sebuah perusahaan kontraktor milik de Luna" jawab Gemini.
"Mintang ke Queensland ke Oom Fathir?" tanya Arkananta.
"Hu um. Dokter hewan di peternakan Oom Fathir membutuhkan asisten dan aku pikir kenapa tidak cari ilmu disana. Lagian mommy kaaih ijin dan Tante Falisha juga oke."
"Radyta jadi pegang mana? Perusahaan IT Oom Aji atau FH custom opa Kareem?" tanya Gasendra.
"Belum tahu aku Sendra, masih mempelajari semuanya. Jujur aku suka semua baik perusahaan papa atau mama. Aku jalani semua saja dulu lah, lagian papa dan mama tidak memaksa mau ambil yang mana." Pria blasetran Turki dan China itu tersenyum manis.
Radyta Hassan Yung
"Yang penting usaha keluarga jangan sampai turun kwalitasnya dan kalau bisa kita lebih dari jaman Opa dan ayah kita sendiri" celetuk Juliet.
Semua kakak-kakaknya menoleh ke arah gadis cantik yang mengambil kuliah di Singapura jurusan desain interior. Sebenarnya Juliet diterima di Universitas Indonesia tapi memilih terbang ke Singapura karena tidak mau satu kampus dengan Romeo. Tidak ada variasinya barengan terus. Gitu alasannya.
"Tumben elu bener Jules" goda Gemini. "Pasti pengaruh dari Romeo."
"Iiissshhh kok bawa-bawa si Rombeng sih?" cebik Juliet.
"Eh ngomong-ngomong Romeo kemana? Kok nggak nongol? Biasanya macam jelangkung, datang nggak dijemput pulang ya sudah Sono!" Arkananta celingukan.
"Rombeng lagi sibuk co as" jawab Juliet.
"Nah tuh dah dijawab ceweknya" gelak Gemintang.
"Siapa juga pacaran sama Rombeng?" cebik Juliet.
__ADS_1
"Kamu tuh sama Garvita sama! Bikin gemas tahu nggak!" hardik Shinichi yang kesal dengan dua adiknya gegara sok jual mahal. "Gue doain ya Jules, Romeo bakalan berpaling dari kamu dan mendapatkan cewek yang jauh lebih menghargai dirinya dari pada kamu! Dan pada saat itu, kamu baru sadar bahwa dia yang terbaik buat kamu!"
Semua orang termasuk Juliet dan Garvita melongo mendengar pria imut yang dikenal humoris dan jarang marah, bisa mengeluarkan kalimat pedas yang saingan dengan Valentino.
"Aku dengar Romeo sekarang dekat dengan teman kuliahnya yang juga calon dokter. Mereka kan Co as barengan di rumah sakit Cipto Mangunkusumo." Arkananta menatap adik sepupunya itu.
Wajah Juliet hanya tampak datar saat menatap kakaknya. Nggak mungkin lah Rombeng berpaling... tapi apa bisa? Ya ampun Jules, bukannya ini mau kamu? Cuma kok rasanya nyesek dengar Rombeng sama cewek lain?
Garvita sendiri yang sejak dari tadi diam, ikut berpikir ucapan Shinichi. Memang Gabriel sudah perpanjangan kontrak tapi sampai kapan?
Valentino memandang dua adik perempuannya bergantian yang tampak galau sendiri. Dirinya memang sudah bilang pada Romeo untuk tidak banyak berharap pada adiknya yang seperti itu.
***
POV Valentino
"Jangan berharap terlalu banyak dengan Juliet apalagi sekian tahun kalian juga isinya ribut dan gelut tidak jelas. Papa Macan sampai kesal menghadapi anaknya!" ucap Valentino saat bertemu dengan Romeo di rumah sakit beberapa waktu lalu.
"Aku sudah pasrah V sebenarnya. Aku juga terlalu lelah menghadapi Jules tapi aku sangat mencintai adikmu." Romeo menatap sahabatnya dengan memelas.
"Lepaskan Juliet, cari cewek lain. Aku sendiri juga kesal dengan adikku satu itu! Kamu itu laki-laki Rom, dan aku tidak suka melihat kamu sampai seperti itu!"
Romeo hanya memandang taman tempat mereka mengobrol.
Valentino menghela nafas panjang. "Lepaskan perasaan kamu sama Juliet. Biar dia tahu rasa! Apa sih kurangnya kamu? Sampai papa macan saja sayang sama kamu, dia tidak bergeming. Biar dia tahu rasa melepaskan sebongkah berlian!"
POV Valentino End
***
Zinnia dan Sean tampak bahagia mendengar dukungan para keluarga besar nya. Dan usai mengobrol, Hoshi dan Bima langsung menarik Sean ke arah halaman belakang mansion.
"Jadi kamu sudah tahu kan rasanya ditinggal istri?" ucap Hoshi tanpa basa-basi.
"Iya Oom Quinn."
"Jangan kamu ulangi lagi, Sean! Apalagi kamu mau menjadi raja. Zee sudah mengorbankan kenyamanan hidupnya di Indramayu untuk bersamamu kembali ke Brussels, kota tempat dia mendapatkan kebahagiaan dan kesedihan. Oom harap kali ini kamu berikan banyak kebahagiaan bagi keponakan Oom" sambung Bima serius.
"Iya Oom. Aku tidak mau kehilangan Zee dan Arsya lagi."
"Sean, kamu disini bukanlah calon raja tapi kamu disini adalah menantu keponakan dan bagian keluarga, jadi kamu harus tahu karena kami berbicara seperti ini karena kami sayang kalian semua." Hoshi menatap tajam ke suami Zinnia itu. "Ingat, kami sampai harus obrak abrik Kensington!"
__ADS_1
"Iya Oom Quinn."
"Lu kalau serius serem ya muka cewek" kekeh Bima.
"Emang elu kagak, Werkudara?" balas Hoshi judes.
"Kalau kamu tidak mau dihajar Oom psychomu, jangan sampai berbuat ulah lagi Sean!" cengir Bima.
Sean hanya tersenyum kecut.
***
Romeo mendatangi mansion Giandra setelah tahu Juliet menginap disana karena besok ada acara keluarga. Ya, Romeo sudah tahu kakak sepupu Juliet akan menikah ulang setelah berpisah hampir empat tahun.
Garvita yang sedang duduk di ruang tamu sambil meluruskan kakinya yang bengkak,. tersenyum menatap Romeo.
"Halo mas" sapa Garvita ramah.
"Halo Gar. Kakimu kenapa?" tanya Romeo concern.
"Kepeleset di sawah waktu mau nolong Arsya yang hampir jatuh. Arsya gak papa, akunya yang papa. Mas Romeo capek banget ya?" Garvita menatap pria tampan itu.
"Iya Gar. Co as terakhir itu bedah dan bikin mas stress. Untung nggak masuk Harvard, bisa dibantai sama Oom Joey" senyum Romeo. "Ngomong-ngomong, aku lihat kakimu boleh?"
"Mau diperiksa mas? Boleh aja. Disini yang dokter cuma mbak Gemintang tapi kan dia dokter hewan, nggak lucu periksa kakiku."
"Sebenarnya dokter itu basicnya sama Gar" ucap Romeo sambil memeriksa pergelangan kaki sepupunya Juliet itu. "Hanya bedanya, yang satu bisa protes marah-marah, yang satu cuma bisa meong, nguik-nguik sama gigit."
"Mbak Gemintang kemarin katanya sempat diadu kepala sama Husky" kekeh Garvita.
"Lagian adu kepala sama Husky" senyum Romeo. "Ini kakimu nggak ada yang retak tulangnya Gar, cuma keseleo saja. Sudah nggak bengkak banget juga kok."
"Iya mas. Diobati Gabriel" jawab Garvita.
Tanpa sepengetahuan keduanya, Juliet yang hendak ke ruang tamu, melihat kedekatan sepupu dan Romeo, merasa dadanya nyeri. Apa benar Rombeng sudah menyerah?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️