
Ruang Kerja Pangeran Sean of Léopold Istana Brussels Belgia
Setelah kepergian Sarah, Sean memegang pelipisnya apalagi kepalanya terasa pening setelah semalam dirinya minum alkohol karena kehilangan Zinnia.
"Tuanku, apa putri Zinnia sudah kembali ke Dubai?" Greg menatap bossnya.
"Coba cari manifest penerbangan ke Dubai, ada tidak nama Jasmine Al Buchori dan Zinnia Hadiyanto Al Jordan Schumacher." Sean mengeplak jidatnya. "Bodoh Sean! Kenapa tidak terpikirkan!"
Greg mencari manifest penerbangan, perjalanan kereta dan kapal feri yang membawa penyebarangan dari benua Eropa menuju Inggris. Tapi nama kedua orang itu tidak ada.
"Tidak mungkin Greg, pasport Zinnia hanya satu, pasport Jerman... Damn it! Dia punya pasport Indonesia. Tapi apa masih berlaku?" Sean tampak pening memikirkan kepergian istrinya. "Apa dia naik mobil?"
"Tidak ada di perbatasan nama tuan putri dan nona Jasmine."
"Kemana dia! Kemana Zee?"
***
Uccle Belgia
"Jadi dia mencoba mencari tahu dimana Zee?" tanya Luke di ruang monitor sambil memakan kimbabnya. Leia dan Zinnia tadi membuat kimbab untuk camilan Luke.
"Iya tuan Bianchi tapi saya sudah mengatakan tidak ditemukan dimana pun."
Luke tersenyum smirk. "Bagaimana Sean?"
"Berantakan!"
"Bagus! Pria payah yang tidak bisa membela dan melindungi istrinya harus merasakan kehilangan!"
"Greeegggg!"
"Saya tinggal dulu tuan Bianchi. Apakah tuan putri aman?"
"Aman Greg. Give me the update, okay!"
"Baik tuan Bianchi."
Luke meletakkan ponselnya dan menatap body cam milik duo kampret. Rasakan Sean. Bahkan orang terdekat mu sendiri mengkhianati dirimu demi keamanan Zee.
"Kalian berdua, jangan sampai ada sidik jari atau DNA apapun dari duo kampret! Kalau mau bersin, pencet hidung nya biar berhenti bersin!"
"Dih bang Lukie! Siapa juga yang mau... haa.... haaa... " Arka langsung menutup hidungnya. "Haaaattssyyiinnggg!"
Luke memejamkan matanya dan tampak dirinya ingin mencekik adiknya sendiri.
"ARKAAAA!!!"
"Sorry!" cengir Arka di depan body cam Valentino. "Debu-debu intan kena hidung ku bang!"
"Lu kira Cygnus Hyoga Debu-debu intan!" bentak Luke kesal.
"Lha kok bang Lukie tahu Saint Seiya ya?" tanya Arka ke Valentino.
"Eh kampret! Gue lahir duluan, jadi gue tahu Saint Seiya duluan daripada elu!"
"Lha bang Lukie, jangan marah-marah, nanti cewek-cewek pada ngibrit!" kekeh Valentino.
__ADS_1
"Sudah! Kalian yang bener kerjanya!"
***
Apartment Hilda Stuart
Karena gedung apartemen yang ditempati Hilda sama ketatnya dengan gedung apartemen Zinnia dan Sean, Duo kampret itu menyamar sebagai tukang bersih-bersih. Semalam Luke dan Leia mencari tahu kebiasaan dan kesukaan Hilda dengan melihat akun media sosial nya.
Wanita itu termasuk tukang pamer hadiah-hadiah yang diberikan oleh Stefanus meskipun dia tidak pernah menyebutkan nama kakak Sean itu.
Arka dan Valentino pun sudah mempersiapkan diri dengan baju cleaning service. Melihat dua orang datang membawa peralatan untuk bersih-bersih, penjaga apartemen membuka pintu lobby.
"Kemana Gerald?" tanya penjaga apartemen itu.
"Gerald keracunan makanan dan kami diminta menggantikannya padahal jadwal kami di gedung sebelah" jawab Valentino cuek.
"Ah pasti dia mencampur alkohol dengan ikan mentah" gumam penjaga apartemen itu. "Sudah dibilang perutnya bukan perut orang Jepang!"
Arka hanya tersenyum smirk. Gerald sendiri diberikan uang pengganti untuk tidak masuk kerja selama dua hari dengan alasan keracunan makanan.
"Gerald kemarin membersihkan lantai tiga?" tanya Valentino.
"Bukan, lantai dua. Sekarang kalian ke lantai tiga. Karena kalian baru, aku minta jangan sampai tidak bersih karena nona Stuart tidak suka debu setitik pun di sepanjang lantai tiga."
"Oke."
Valentino dan Arka pun masuk ke lift khusus pegawai dan tukang cleaning servis. Keduanya langsung bergerak cepat dengan mempersiapkan hack ke semua CCTV apartemen itu.
Ketika keduanya sedang membersihkan ( seolah-olah membersihkan ), Hilda Stuart keluar dari apartemen nya dan membuat duo kampret melongo karena bagaimana miripnya dengan Zinnia.
"Kalian!" panggil Hilda.
"Bersihkan apartemen aku!"
"Tapi nona, itu bukan..."
"BERSIHKAN!" bentak Hilda.
Arka dan Valentino saling berpandangan lalu membawa semua peralatan seperti vacuum cleaner, sapu dan lain-lain kemudian memulai acara membersihkan.
Kedua sepupu itu saling berpandangan melihat apartemen itu seperti kapal pecah dengan banyak bekas - bekas ber*cinta seperti Kon*dom, alat kontrasepsi lainnya dan macam-macam yang membuat kedua remaja itu mengerenyitkan dahinya.
Leia dan Luke yang mengawasi duo kampret itu di monitor villa hanya bisa menghela nafas panjang karena membiarkan adik-adik mereka yang masih di bawah umur harus melihat seperti itu.
"Kalian yang tabah ya. Mbak tahu kalian tidak pantas melihat hal-hal seperti itu tapi ini adalah resiko untuk menyadap. Oke?" Leia mencoba menyemangati dua adiknya.
Valentino dan Arka hanya mengangguk mendengar ucapan Leia.
Keduanya pun masih membersihkan semuanya sambil menyelipkan beberapa alat penyadap di apartemen itu meskipun Hilda mengawasi keduanya tapi Valentino dan Arka sangat lihai menyelipkan alat kecil itu.
Setelah hampir dua jam mereka membersihkan apartemen besar itu, keduanya pun keluar Dengan penuh kelegaan dan segera masuk lift.
"Untung di rumah biasa bersih-bersih, kalau nggak payah benar!" omel Arka.
"Aku kalau tempat atau kamar nggak bersih, bisa bersin-bersin. Jadi mama mewajibkan aku dan Juliet jadi anak pembersih. Lagian papa kan punya OCD rumah harus bersih." Valentino memeriksa hasil alat penyadap nya. "Bang Lukie, transmisi dapat?" tanyanya lewat earpiecenya.
"Dapat V. Arka, kamu pasang dimana kamera penyadapnya?" tanya Luke.
__ADS_1
"Diatas lemari buku, di atas meja rias di tempat yang dia tidak bakalan periksa dan di dapur."
"Good!" Luke langsung memprogram transmisi alat penyadap yang dibuat khusus oleh Abi, Benji dan Geun-moon.
"Tante Moon itu hobi banget bikin alat aneh-aneh begini deh" kekeh Leia.
"Untung nikahnya sama Oom Benji" celetuk Arka.
"Memang kenapa?"
"Alat aneh-aneh itu jadi milik kita. Coba kalau ga sama Oom Benji, bakalan susah dapetinnya" gelak Arka yang sudah masuk ke dalam mobil Van. "Urusannya panjang sama agen intelijen lainnya."
"Benar juga" kekeh Luke.
***
Uccle Belgia
"Jadi kita akan naik kereta menuju London?" tanya Zinnia. "Tapi duo L, Bee dan trio kampret?"
"Mereka akan tinggal disini mbak. Kita yang pergi duluan bersama dengan Jasmine."
"Naik apa Gasendra?" Zinnia menatap adiknya.
"Kereta. You know, aku sudah membooking satu gerbong khusus untuk kita pergi dan tidak ada yang boleh masuk kecuali kita" ucap Gasendra.
Gasendra nya... Ayrton
"Tapi... apa setelah itu kita ke Kensington lalu baru terbang ke Jakarta terus ke Indramayu?" tanya Zinnia.
"Yup. Naik apa?"
"Pesawat nya Opa Arjuna."
Zinnia mengangguk. "Kapan kita ke London?"
"Besok malam. Jadi sampai sampai London pagi dan putri Medeline sudah menyiapkan semuanya."
"Dik..."
Gasendra menatap wajah kakaknya. "Ya mbak."
"Ada yang harus mbak bicarakan padamu. Penting."
Perasaan Gasendra terasa tidak enak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Yakin nih hari ini hari Zee?
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️