
Istana Al Jordan Dubai UAE
Istana milik Ayrton dan Enzo pagi ini tampak semarak dan meriah karena dua anggota kerajaan Inggris ingin datang ke kediaman keluarga Al Jordan. Pangeran Henry dan Putri Medeline rupanya masih belum puas untuk berkumpul dengan keluarga Sultan itu.
Karena kedatangan mereka itu non formal, maka protokoler pun tidak seketat biasanya meskipun pengawalan tetap ketat. Sabine dan Paradina sudah heboh di dapur bersama dengan kepala pelayan untuk mempersiapkan makan pagi dan siang dengan menu dari Indonesia, Arab dan Jepang.
Putri Medeline meminta agar makan siangnya jangan berbau Inggris karena dia ingin mencicipi menu makanan yang berbeda.
Pukul sembilan pagi, rombongan keluarga kerajaan itu tiba di istana Al Jordan dan langsung disambut Ayrton dan Enzo sebagai tuan rumah. Mariana dan Georgina pun ikut bersama para suami mereka untuk mempersilahkan pasangan nyentrik itu.
"Akhirnya kami sampai juga di istana anda, Mr Al Jordan, Mr Schumacher" senyum pangeran Henry.
"Selamat datang di istana kami, yang mulia. Mari masuk." Ayrton mempersilahkan pangeran tampan itu masuk.
Di dalam sudah ada Zinnia bersama Sean, Gasendra dan Garvita serta si kembar Ken dan Kalila, anak Enzo. Putri Medeline yang merupakan anak tunggal, langsung senang melihat Zinnia bersama dengan saudara - saudaranya.
"Kita tidak usah formal, Mr Al Jordan. Anggap saja saya dan Medeline datang sebagai keponakan anda" kekeh pangeran Henry.
"Kalau begitu, kami pun tidak akan sungkan yang mulia. Mari kita sarapan or brunch ?" senyum Enzo.
Mereka semua masuk ke dalam ruang makan yang sudah disiapkan dan Medeline tidak lepas dari Zinnia. Keduanya tampak hangat seolah teman lama yang bertemu kembali.
"Wah, Mrs Al Jordan, Mrs Schumacher... Saya belum pernah merasakan masakan seperti ini. Apa ini namanya?" tanya Medeline.
"Itu namanya pecel ndeso, makanan Indonesia. Paling enak kalau dimakan dengan kerupuk dan gorengan" senyum Paradina.
"Looks like salad in peanut sauce" gumam pangeran Henry.
"Enak Henry?" tanya Sean.
"Something different but I can eat" kekeh pangeran Henry.
Mereka pun mencicipi makanan lainnya seperti gado-gado, kumpir ( kentang isi ) dan nasi goreng Jawa.
"Ini kah sarapan orang Indonesia?" tanya Medeline. "Full of carbo" gelaknya.
"Tapi bagi ibu yang masih menyusui memang butuh banyak serat. Oh, Tante sudah menyiapkan sayur daun katuk untuk kelancaran ASI, princess." Sabine menatap Medeline lembut.
"Kedengarannya pahit" gumam Medeline yang membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
"Pahit itu Brotowali, putri Medeline" timpal Garvita.
"Apalagi itu ?" tanya Medeline.
"Jamu, minuman tradisional. Dan mommy masih memberikan itu kalau kami nakal" adu Ken.
"Hei, itu Oma yang suruh biar kalian tidak bandel" balas Georgina.
Pangeran Henry dan putri Medeline tersenyum mendengar keributan di meja makan.
"Apakah kalian selalu begini, Mr Schumacher?" tanya pangeran Henry.
"Di meja makan, kami selalu berbicara mengemukakan pendapat dan bercerita apapun. Jadi sudah kebiasaan jika kami selalu ramai" jawab Ayrton.
"Di Inggris, ada protokoler tidak boleh berbicara di meja makan jika tidak ada ijin dari ibu ratu. Tapi tampaknya besok kalau Richard sudah besar, aku akan membebaskan putraku berbicara di meja makan. Saya tahu kita semua orang sibuk jadi kesempatan berbicara ya di meja makan" senyum Medeline.
"Maaf, princess, anda lulusan mana?" tanya Mariana.
"Saya lulusan psikologi universitas Oxford."
"Sama dong dengan Zee" celetuk Sean. "Tapi dia lulusan University of Geneva."
"Wah, pantas aku dan Zee langsung cocok! Rupanya kita sama-sama lulusan psikologi."
***
Sedangkan para kaum wanita memilih berada di halaman belakang yang asri dan dekat kolam renang. Sabine, Paradina dan Kalila sangat gemas dengan pangeran Richard, bayi tampan yang semakin heboh dikelilingi wanita-wanita cantik.
"Medeline, tampaknya anakmu bakat jadi playboy deh" kekeh Sabine. "Lihat, dia dengan Kalila tampak centil."
Medeline tertawa. "Dijodohkan gimana?"
"Tidak mau! Tuaan Lila dong!" protes ABG berusia 13 tahun itu membuat semua wanita tertawa.
"Lho Tante Mariana dan Oom Ayrton tuaan Tante lima tahun" sahut Mariana.
"Lima tahun kan nggak kelihatan Tante. 13 tahun itu yang kelihatan bedanya."
"Kok kamu tahu Lila?" goda Medeline.
__ADS_1
"Ada orang tuanya teman aku juga begitu mbak Medeline. Ibunya lebih tua sepuluh tahun, kelihatan tuanya."
"Tekanan batin mungkin" celetuk Sabine.
"Mana Lila tahu Oma tapi emoh ah! Lila maunya dapat suami yang lebih tua paling nggak 2-3 tahun deh diatas Lila."
"Kalian di London tinggal di istana mana Medeline?" tanya Georgina setelah Henry dan Medeline menolak dipanggil dengan gelarnya, keluarga Al Jordan Schumacher pun memanggil Henry dan Medeline seperti keluarga.
"Kami tinggal di Kensington. Tadinya mommy meminta kami di Buckingham tapi kok aku dan Henry merasa terlalu luas jadi memilih di Kensington. Sebenarnya aku lebih nyaman tinggal di Skotlandia tapi karena tugas-tugas Henry, jadi kami tetap stay di London."
"Sama denganku, tidak nyaman tinggal di istana Brussels. Lebih enak di apartemen." Zinnia menatap ke keluarganya.
"Mbak Zee kayaknya jarang ya sekarang muncul di publik?" celetuk Garvita.
"Soalnya aku dan Sean diberikan second task yang tidak terlalu banyak publikasi" jawab Zinnia.
"Aku tahu kenapa. Mereka keluarga Sean iri dengan pamor kamu" komentar Medeline.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Sabine.
"Maap Oma Sabine, aku bukannya tidak mau ikut campur dengan internal kerajaan Belgia tapi pada saat acara pembaptisan Richard, aku mengundang semua anggota keluarga kerajaan Belgia. Semua lho. Tapi yang datang hanya kedua mertua dan iparmu. Pada saat aku bertanya kemana Sean dan Zinnia, iparmu Natalia mengatakan 'Kan acara seperti ini hanya keluarga inti saja yang wajib datang? Second line tidak perlu!' Seriously, kami mengirimkan undangan berserta nama Sean and Zinnia of Léopold juga!" Medeline tampak kesal. "Apa kamu tidak mendapatkan udangan itu?"
Zinnia melongo lalu menggelengkan kepalanya. "Aku dan Sean tidak tahu. Kami memang tahu kalian ada acara pembaptisan tapi kami pikir memang yang diundang hanya mother dan father beserta Stefan dan Natalia. Kami memilih mengerjakan tugas kerajaan yang sudah terjadwal."
"Iiissshhh benar-benar deh mereka itu mengingatkan aku pada Grandpa dan Grandma Henry dari garis father. Mereka itu iri karena Grandpa David yang naik tahta bahkan mereka melakukan skandal agar Grandpa David turun tahta." Wajah Medeline tampak geram.
"Aku ingat skandal yang membuat gegeran Inggris dua puluh tahun lalu" ucap Paradina. "Sampai Ratu Catherine meminta tolong Arjuna dan James membantu membersihkan nama Raja David."
"Nah kan? Sebenarnya Oma Dina, kita itu sudah bersahabat dari dulu bahkan keluarga McGregor dan Blair masih ada kekerabatan dengan kerajaan Inggris. Kalau keluarga Sean mau macam-macam sama kamu, Zee, mereka akan berhadapan dengan keluarga kami. Mereka tidak tahu, siapa yang berada di belakang keluarga kalian." Medeline menatap serius ke Zinnia.
Wajah Zinnia tampak berpikir. Apa lagi yang akan dilakukan oleh keluarganya Sean setelah foto fitnah itu?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss
Savitri masih di-review jadi tunggu saja.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️