The Prince and I

The Prince and I
Sarapan Perdana


__ADS_3

Mulai chapter ini sudah ke present day yaaa...


Indramayu Jawa Barat Present Day


Sean menatap remaja tampan di hadapannya dan tidak ada rasa benci yang ditampakkan tadi pagi saat dia datang kemari.


"Bang, berikan mbak Zee waktu untuk sendiri. Selama ini mbak Zee tidak pernah bercerita soal perasaannya bagaimana sebenarnya hanya kecewa yang teramat dalam sama kamu, bang. Kalau ditanya apa mbak Zee sudah tidak cinta sama Abang... Mbak Zee itu cinta mati sama Abang. Banget! Kalau nggak sampai segitu cintanya, Arsya nggak mungkin plek kamu."


"Apa kamu yakin Sendra? Zee masih cinta sama aku?"


"Yakin bang. Mbak Zee itu bukan tipe yang gampang jatuh cinta. Kalau kayak gitu, jaman kuliah udah banyak mantan pacarnya..." gelak Gasendra. "Sama Thomas saja dia cuek tapi sama kamu, berbeda. Meskipun prosesnya lama karena kamu sok modus, tapi mbak Zee melabuhkan hatinya padamu."


Hati Sean sedikit menghangat dan sebuah harapan pun terbit bisa mengambil hati Zinnia.


"Sudah malam bang. Kalau aku boleh kasih saran, mending bang Sean pulang dulu ke Jakarta supaya..."


"Nggak Sendra. Kalau aku pulang ke Jakarta dan Belgia... Aku akan kehilangan Zee dan Arsya seterusnya. Meskipun Zee cinta sama aku, tapi dia juga bisa keras kepala!"


Gasendra tersenyum tipis. "Setidaknya Opa dan Papa sudah memberikan kesempatan, aku juga sudah memberikan kesempatan. Maaf jika tadi aku menghajar mu."


"Iya Sendra. Aku sangat bersyukur kalian semua memberikan kesempatan kedua untuk mendekati Zee dan mengenal putraku."


Gasendra tersenyum tipis. "Aku tidur dulu, bang. Jangan masuk ke kamar mbak Zee!"


Sean terkekeh. "Kok kamu tahu?"


"Jangan macam-macam bang. Kita baru saja berbaikan!" ancam Gasendra.


***


Sean memilih masuk ke kamar Arsyanendra dan bersyukur tempat tidur putranya termasuk ukuran besar jadi dia bisa meletakkan tubuhnya yang tinggi disana tanpa merasa kesempitan.


Arsyanendra tidur dengan posisi menyamping sambil memasukkan jempolnya ke dalam mulut. Sean merasa gemas melihat putranya itu lalu menciumi pipi gembulnya.


"Sya, gimana caranya membuat hati mommy tidak sedih yaaa... Daddy sangat menyesal membuat mommy sedih. Arsya ada ide nggak?" Sean menatap putranya yang tetap terpejam. "Alamat komunikasi satu arah nih!" kekehnya.


Tak lama Sean pun membuka kaosnya karena kebiasaannya tidur hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan. Cuaca di Indramayu meskipun hujan tapi tidak sedingin di Brussels membuat Sean santai saja. Pria itu membuka selimut dan masuk ke dalamnya lalu memejamkan matanya sambil memeluk Arsyanendra.


***


Pagi harinya seperti biasa Zinnia terbangun jam setengah lima pagi. Wanita cantik itu lalu menggelung rambut hitamnya yang tebal keatas hingga bentuk cempol kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap ibadah subuh.


Begitu juga Sean yang mendengar suara adzan Subuh, langsung terjaga. Wajah pria tampan itu tersenyum melihat Arsyanendra tidur sambil memeluk tubuhnya.


"Kamu kalau begini mirip mommymu, seperti koala" bisik Sean sambil mencium kepala putranya.

__ADS_1


Perlahan Sean melepaskan pelukan Arsyanendra dan turun lalu menuju kamar mandi untuk berwudhu. Dirinya ingin mengajak Zinnia ibadah bersama. Sean menemukan sebuah sajadah disana lalu memakai kemeja baru dan celana jeans nya. Pria itu menuju pintu sambung kamar putranya dan bersyukur pintu itu tidak terkunci. Perlahan dia membuka pintu itu dan melihat istrinya sedang khusyuk berdoa.


Sudah duluan rupanya.


Sean memutuskan menutup kembali pintunya dan beribadah di kamar putranya. Dalam sujudnya, Sean berdoa sungguh - sungguh agar istrinya berubah pikirannya. Bukannya Allah maha pembolak balik hati manusia?


***


Zinnia seperti biasa langsung berkutat di dapur sebelum putranya berteriak mencarinya. Kebiasaan Arsya jika bangun tidur selalu mencarinya dan teriak memanggilnya.


"Pagi nyonya" sapa bik Minah.


"Pagi bik. Pagi ini kita masak nasi goreng seafood dan bibik tolong buatkan telur dadar ya. Mas Arsya sukanya dadar" pinta Zinnia sambil mengaduk nasi goreng seafood nya.


"Baik Nyonya."


"Pagi nona Zee" sapa Jasmine.


"Pagi. Sudah enakan Jaz?" tanya Zinnia. Dua hari ini Jasmine mengalami diare gara-gara kebanyakan makan lotek super pedas jadi harus istirahat.


"Alhamdulillah sudah nona. Sumpah, saya kapok...tapi nggak janji" cengir Jasmine.


"Kamu tuh..."


"Mommmyyy!"


"Astaghfirullah..." ucap Zinnia yang hampir mencium dada polos Sean. Tadi Sean memutuskan mandi ketika mendengar teriakan putranya, dia hanya menyempatkan memakai celana pendek tapi tubuh masih basah.


"Arsya cari kamu..." ucap Sean sambil mengulurkan Arsyanendra yang langsung meminta gendong Zinnia.


"Kenapa anak mommy? Mau minum? Air putih dulu ya baru susu..." ucap Zinnia sambil membawa Arsya menuju ruang makan sedangkan Sean menutup pintu kamar putranya.


***


Zinnia menyiapkan susu kesukaan Arsya yang sudah duduk di kursi kebesarannya. Gasendra tampak sudah bersiap untuk kembali ke Bandung karena Senin esok ada kuliah pagi, langsung duduk di kursi makan.


"Kamu kuliah pagi besok, dik?" tanya Zinnia mengingat ini adalah hari Minggu dan perjalanan ke Bandung pasti macet dan riweuh.


"Iya mbak. Maaf aku harus pulang ke Bandung. Kalau mbak Zee nggak nyaman ada bang Sean disini, suruh pulang saja" kekeh Gasendra.


"Bisa dipertimbangkan." Zinnia mengerling jenaka. "Sya, tadi malam memang Daddy tidur sama Arsya?" tanya Zee ke putranya.


"Ndak tahu..." jawab Arsya sambil meminum susu yang sudah disiapkan Zinnia.


Tak lama suara pintu kamar Arsyanendra terbuka dan tampak Sean sudah rapi dengan kaos oblong biru tua dan celana jeans.

__ADS_1



Zinnia menatap wajah suaminya yang memberikan senyuman yang sangat dirindukannya selama hampir empat tahun ini.


"Pagi semua" sapa Sean riang. "Pagi sayang" mata biru Sean menatap lembut ke Zinnia.


"Pagi bang" balas Gasendra.


"Arsya minum apa itu?" tanya Sean sambil duduk di sebelah putranya.


"Susu coklat."


Zinnia berusaha mengacuhkan kehadiran suaminya tapi harum sabun Arsyanendra yang dipakai Sean membuat indera penciumannya berantakan.


Padahal baunya sama dengan Arsya tapi kenapa di Sean lebih berdamage?


"Pagi yang mulia" sapa Jasmine sambil membawa nasi goreng seafood.


"Jasmine! Apa kabar?" sapa Sean ramah.


"Alhamdulillah baik yang mulia."


"Kemarin kemana kok aku tidak melihat kamu?" tanya Sean. "Terimakasih sayang..." ucap Sean saat Zinnia meletakkan gelas berisikan air putih.


"Saya mengalami diare parah akibat kebanyakan makan lotek pedas yang mulia" senyum Jasmine.


"Lotek?" Sean menatap Zinnia dan Gasendra bingung.


"Salad Sunda" sahut Gasendra cuek.


"Ayo sarapan dulu..." ajak Zinnia.


"Mbak Zee belum mandi?" tanya Gasendra melihat kakaknya masih polos wajahnya.


"Sekalian nanti memandikan Arsya. Memang mbak bau ya?" Zinnia menatap bingung ke adiknya.


"Kamu itu selalu wangi Zee..." balas Sean ambigu membuat Zinnia mendelik.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2