
Istana Al Jordan Dubai UAE
Sean hanya tersenyum mendengar percakapan istrinya dengan sepupu - sepupunya. Pria itu pun menggendong Arsya menuju ruang makan karena putranya ingin makan cereal.
"Sya, cereal itu bukannya buat sarapan ya?" goda Sean ke putranya.
"Asya kan pengen Daddy. Apa nggak boleh?" mata biru Arsya menatap melas ke Sean.
Hadeeehhh ajarannya Shinchan bener dah! "Boleh sayang, kan Daddy hanya godain Arsya" kekeh Sean sambil menowel hidung mancung putranya.
"Lho Arsya kenapa Sean?" tanya Mariana.
"Arsya minta cereal, ma. Tadi aku godain tapi langsung deh pasang wajah melas macam Shinichi..." senyum Sean ke arah Arsya.
"Kata Oom Shin, Oom Vi dan Oom Alka, kalau mau sesuatu, halus pasang muka melas. Nanti bakalan dikasih" ucap Arsya yang membuat Sean dan Mariana melongo.
"Astagaaa! Tiga anak itu!" geram Mariana. "Dasar trio kampret! Ngajarin nggak-nggak ke cucu aku!"
"Arsya, nggak gitu juga" tegur Sean pelan. "Tidak semua harus pasang wajah memelas."
"Tapi tadi Asya belhasil tuh?" gelak batita tampan itu.
Sean menatap ibu mertuanya. "Ma, nggak benar ini ma."
"Keseringan kumpul sama Oom-oomnya jadi begitu deh! Besok kamu bawa ke Brussels, tolong dirubah pola pikirnya Arsya. Ampun deh anaknya Mas Hoshi, bang Hideo dan mas Bima!" omel Mariana gemas.
Sean tertawa lalu meletakkan Arsya di kursi khususnya dan mulai membuatkan semangkuk cereal.
***
Suasana acara makan malam di ruang makan istana Al Jordan semakin ramai apalagi kabar Blaze hamil anak kedua.
"Berarti Rania kesundul dong, wong baru setahun juga" komentar Paradina.
"Lha mungkin Blaze lupa pakai kontrasepsi juga bisa" senyum Sabine.
"Iya sih karena masih kasih ASI ke Rania ya" gumam Aruna. "Tapi namanya rejeki..."
"Oom Joey bahagia dong dapat cucu dua..." senyum Sean.
"Ya semoga yang ini nggak niru Bee lah. Rania itu ada tendensi bar-bar macam ibunya" komentar Mariana.
"Lha gimana Ma, Tante Georgina dan Blaze sama-sama bar-bar" kekeh Zinnia.
"Garvita kemana ?" tanya Ayrton yang tidak melihat putrinya.
__ADS_1
"Di kamar Ton, katanya kakinya nggak nyaman lagi."
"Telpon Nura saja, Ay. Pasti mau datang" celetuk Sabine.
"Coba aku telepon Nura ya mom." Mariana pun menelpon iparnya. "Hah? Kamu perjalanan kemari? ... Kebetulan Nura... Iya, Garvita... Oke. Kami tunggu."
"What a coincidence. Mungkin duo R heboh minta ketemu Arsya" kekeh Paradina.
Tak lama pengawal istana Al Jordan menyampaikan bahwa Alaric sekeluarga datang. Dan benar, dua anak kembar mereka yang duduk di bangku SMA kelas 1 langsung heboh mencari keponakannya.
"Arsyaaaaa! Ayo adu rubik sama Oom Radhi!"
"Ayo Oom! Asya udah belajal sama Oom Alka" balas batita itu sambil heboh mencari rubiknya. "Daddy lubik Asya kemana ya?"
"Kan di kamar Arsya" jawab Sean. "Kamu tahu kamarnya Arsya kan Radhi?"
"Tahu bang. Yuk Sya, ambil rubiknya." Radhi menggandeng tangan keponakannya menuju kamar milik Arsya di lantai dua.
"Zee apa kabar?" Nura langsung memeluk keponakannya.
"Alhamdulillah baik Tante" balas Zinnia sambil memeluk istri Alaric yang berhijab itu.
"Sean" sapa Alaric seperti biasa dengan gaya sok cool.
"Oom Alaric."
"Iya Oom."
"Mana yang sakit?" tanya Nura.
"Di kamarnya. Aku antar" ajak Mariana. Kedua wanita cantik itu pun menuju kamar Garvita.
Alaric dan Raine lalu duduk bersama dengan anggota keluarga Al Jordan di sofa ruang tengah yang luas untuk mengobrol. Para pelayan sudah menyiapkan makanan kecil dan minuman untuk semua orang disana.
"Mbak Zee, memang kaki mbak Gar masih belum sembuh?" tanya Raine, putri Alaric saudara kembar Radhi. Gadis remaja yang lebih muda dari Radhi itu memang dikenal paling kepo dari semua sepupu perempuannya.
"Sudah tidak bengkak tapi Garvita masih belum nyaman."
"Mungkin ada yang retak?" gumam Raine.
"Hush! Jangan bilang gitu!" tegur Alaric.
"Siapa tahu kan Pa."
"Raineee..." Mata coklat Alaric menatap tajam ke putrinya yang ceriwisnya minta ampun. Entah niru siapa nih bocah!
__ADS_1
"Al, bagaimana RR's Meal di Qatar?" tanya Ayrton yang tahu Alaric membuka cabang kedua disana.
"Alhamdulillah ramai. Apalagi nama Daddy dan mas Jendra kan sudah menjadi jaminan kwalitas. Mommy juga membantu dengan menampilkan pastry yang lucu-lucu, hingga menarik pelanggan wanita."
"Kayaknya kamu memang cocok di RR's Meal, Al" sambung Enzo yang sekarang menjabat CEO AJ Corp yang sudah bermerger dengan FH Custom milik Kareem Hassan yang membuka cabang di Dubai.
Ayrton sendiri juga menjabat sebagai CEO AJ Corp tapi lebih memilih bidang teknologi dan membawahi pembangkit listrik energi tata Surya yang sudah dirintis nya sejak dua puluh tahun.
"Direndra serius memergerkan Al Azzam ke MB Enterprise?" tanya Ayrton.
"Jadi Bro. Mas Rendra memang sudah lama ingin merger perusahaan Al Azzam masuk ke perusahaan Opa Duncan McGregor yang selama ini dipegang sama mas Abi. Dan mas Abi tidak keberatan tambah cabang perusahaan lagi. Kan mbak Reana sama mas Pandu di PRC Group."
"Syukurlah, jadi nggak kemana-mana, masih keluarga juga" timbrung Reyhan.
"Jadi kalian kembali ke Brussels akhir pekan besok?" tanya Alaric.
"Iya Oom. Sabtu kami sudah kembali ke Brussels dan langsung mengikuti acara kerajaan untuk pemilihan raja di kalangan para keluarga sebelum acara coronation ( pemahkotaan )" jawab Sean.
"Apa tidak langsung saja kamu yang ditunjuk jadi raja?" tanya Karl Schumacher.
"Maunya Father begitu tapi tetap ada aturannya untuk menscreening apakah aku layak menjadi raja atau tidak."
"Kalau kamu ditolak?" tanya Reyhan Al Jordan.
"Aku malah bersyukur karena akan menjadi bangsawan biasa. Aku tetap bergelar pangeran tapi tugas aku tidak sebanyak menjadi raja." Sean tersenyum.
Zinnia menatap suaminya. Sejujurnya aku lebiu suka jika kami menjadi bangsawan biasa saja tanpa harus memegang tanggung jawab yang berat.
"Zee? Kenapa? Apa kamu ingin menjadi ratu?" tanya Sean yang melihat perubahan wajah istrinya.
"No Sean, kamu tahu sendiri kan kalau aku bukan wanita ambisius ingin menjadi ratu. Misal kamu besok di acara pertemuan para anggota kerajaan, dianggap tidak layak menjadi raja, aku tidak masalah. Malah enak kan tugas-tugas kita tidak berat."
"Tapi jika Sean menjadi raja, Zee?" Sabine menatap cucunya.
"Ya aku punya tugas berat. Pertama, aku harus adaptasi lebih dalam lagi karena berbeda dari saat aku masih disana. Pasti jadwal lebih padat dan lebih menguras tenaga. Kedua, aku harus bisa memberikan pengertian pada Arsya bahwa kedua orangtuanya akan lebih sibuk tapi tidak melupakannya dan tetap menyempatkan waktu untuk bersamanya. Ketiga, mulai mengarahkan Arsya bahwa suatu hari nanti dia bisa menggantikan Sean menjadi raja tapi bisa juga tidak. Karena kita tahu, omongan orang dewasa di istana bisa terpatri dalam benak dan pikiran Arsya apalagi jika dia mendengar bagaimana kedua orangtuanya berpisah karena skandal. Itu yang harus aku jaga emosi, pikiran dan perasaannya karena selama ini Arsya terbiasa dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi nya tanpa tapi. Suasana baru akan berbeda dengan apa yang dia jalani selama ini."
Semua orang menatap hot mommy itu dan memang tepat cara Zinnia yang sudah mempersiapkan mental putranya yang merupakan putra mahkota kerajaan Belgia yang bukan suatu hal mustahil bisa menjadi raja di masa depan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️