
Dubai UAE
Sean dan Zinnia memutuskan untuk berjalan-jalan menuju New Dusun Al Shiba bersama dengan Jasmine dan Gasendra. Kepala pengawalnya sendiri yang menyetir sebab Jasmine sangat fasih menyetir di atas pasir.
Mobil yang dipakai pun berbeda dengan sebelumnya. Meskipun Range Rover milik Gasendra bisa digunakan di desert atau Padang pasir, tapi adik Zinnia itu lebih memilih Jeep Wrangler milik Ayrton untuk dipakai melihat dusun asal Raana, istri Direndra.
Apalagi Gasendra bilang tantenya dan sepupunya Damian, berada disana. Zinnia sudah lama tidak bertemu dengan keluarga Blair jadi saat meminta ijin ke istana Al Azzam, Mariana dan Ayrton mengijinkan.
Sesampainya di dusun yang tampak modern itu, Zinnia dan Sean pun turun bersama dengan Gasendra. Raana yang sedang berkumpul dengan para kaum ibu untuk acara makan malam, tersenyum melihat ketiga keponakannya.
"Alhamdulillah! Sampai juga kalian!" sapanya ramah sambil memeluk ketiganya satu persatu.
"Damian mana Tan?" tanya Gasendra.
"Cari gue?" sebuah suara berada di belakang Gasendra membuat remaja itu terlonjak.
"Kampret! Bikin jantungan!" umpat Gasendra.
Introducing visual Damian Al Azzam Blair
"B ajah lah Sendra! Halo mbak Zee!" sapa putra Direndra dan Raana itu sambil memeluk kakaknya. "Halo Bang Sean." Damian mengulurkan tangannya yang disambut Sean.
"Apa kabar Dam" senyum Zinnia. "Tambah ganteng ajah ih!"
"Untung yang kamu puji adik sendiri, coba kalau bukan. Sudah aku omeli Zee" gelak Sean sambil merangkul tubuh istrinya.
Gasendra dan Damian terbahak.
"Yuk ke peternakan onta. Proyek aku dan papa" ajak Damian. "Ma, kita jalan dulu ya." Damian mencium pipi Raana.
"Jangan malam-malam. Kita habis ini pulang lho Dam. Ditunggu Opa dan Oma" ucap Raana.
"Iya ma." Keempatnya pun menuju area khusus peternakan unta yang memang dibuat saat Direndra dan Ayrton memindahkan dusun itu dari tempat yang dipakai untuk instalasi listrik tenaga Surya proyek bersama AJ Corp dan Al Azzam.
"Mbak Zee dan Bang Sean berapa lama disini?" tanya Damian.
"Seminggu kayaknya. Lusa malah kita ada acara makan malam dengan keluarga kerajaan Inggris" jawab Zinnia.
"Oh pangeran Henry dan putri Medeline ya? Nanyain mbak tuh putri Medeline. Aku kan datang undangan pembaptisan pangeran Richard, anak mereka. Waktu itu aku datang mewakili papa yang ada tamu dari kerajaan Brunei Darussalam. Jadi aku datang sama Oom Ayrton dan Tante Mariana" papar Damian panjang lebar.
__ADS_1
"Besok kamu datang memangnya?" tanya Gasendra.
"Nggak lah, kan ada papa mama yang hadir."
Keempatnya sudah sampai di tempat peternakan unta dan Zinnia menatap banyaknya unta disana.
"Ramai Dam permintaan untanya?" tanya Sean.
"Ramai bang. Kita ekspor ke berbagai negara dan kebun binatang. Disini sih untuk tunggangan turis" jawab Damian.
"Kamu tuh kayak Oom Fathir yang jadi peternak di Aussie" kekeh Zinnia.
"Eh tapi hebat lho Oom Fathir. Dari modal nekad malah jadi pengusaha sukses" kekeh Damian.
"Fathir siapa Zee?" tanya Sean bingung.
"Fathir Hassan, anaknya Opa Kareem Hassan pemilik FH Custom di Turki dan Indonesia" jawab Zinnia. "Mantan pembalap Paris Dakkar."
"Oohh. Aku pernah dengar FH Custom yang merger dengan McC Custom" ucap Sean.
"Ya itulah keluarga kami" senyum Gasendra.
Sean tersenyum tipis. Ya benar kata Zinnia, semua kerajaan bisnis keluarga klan Pratomo digabungkan bisa membeli sebuah negara.
Zinnia dan Sean banyak mengobrol dengan Damian dan Gasendra soal dusun asal Raana yang semakin maju serta berbagai hal.
Menjelang malam, keempatnya kembali dan sesuai janji, mereka menuju istana Al Azzam setelah sebelumnya menjemput Raana.
***
Hari ini adalah hari yang membuat semua orang sibuk. Bagaimana tidak, Pangeran Henry dan Putri Medeline meminta secara khusus untuk bertemu dengan keluarga Al Jordan dan Al Azzam hingga panitia memilih ruang pertemuan di Burj Al Arab Hotel.
Sean dan Zinnia pun ikut hadir atas permintaan Putri Medeline dan dalam hal ini kapasitasnya sebagai anggota keluarga Emir Al Jordan, bukan membawa nama kerajaan Belgia karena Sean datang ke Dubai untuk berlibur dengan keluarga Zinnia.
Pertemuan kedua keluarga Sultan itu dengan keluarga kerajaan Inggris berlangsung dengan hangat dan Zinnia bersama dengan putri Medeline pun langsung cocok bahkan putra putri itu, pangeran Richard tampak nyaman dalam gendongan Zinnia.
"Kamu sudah pantas gendong bayi lho Zee" goda Sean yang membuat wajah Zinnia memerah.
"Belum isi Zee?" tanya Medeline.
"Belum Medeline." Putri Medeline menolak ketika Zinnia memanggilnya yang mulia atau putri karena merasa sama status nya.
__ADS_1
"Aku dan Medeline juga menunggu setahun baru mendapatkan Richard" senyum pangeran Henry. "Tidak masalah kalau kalian belum dikaruniai anak. Lagian kalian masih muda kan?"
Keempatnya tampak asyik mengobrol sedangkan Ayrton dan Direndra berbicara tentang kerjasama pemerintah Inggris bersama dengan Mentri luar negeri dan Mentri perdagangan Inggris.
"Aku tuh sudah mengundang semua keluarga bangsawan termasuk kerajaan Belgia dan yang datang kakakmu Stefan dan istrinya yang sombong itu!" cebik Medeline. "Memangnya dia saja yang sok berdarah biru?"
"Sayang" tegur Henry sambil tersenyum.
"Habis aku kesal, Darling. Itu kan rumah kita! Kita tuan rumah nya!" Medeline menatap suaminya sambil cemberut. "Kamu kok betah punya ipar macam itu?"
Zinnia hanya tersenyum. "Aku dan Sean kan tidak tinggal satu atap di istana Brussels. Kami lebih memilih tinggal di apartemen."
"Baguslah!" Medeline mengangguk. "Aku setuju kalian tidak tinggal satu atap. Bikin mood jelek tahu!"
Usai acara pertemuan bilateral antara dua keluarga Emir itu, mereka pun menemui para wartawan dan tampak Medeline memilih berdiri bersebelahan dengan Zinnia yang menunjukkan keakraban keduanya.
***
Istana Brussels Belgia
Mata Ratu Michelle menatap tidak percaya dengan berita di televisi yang memberitakan tentang pertemuan akrab Princess Medeline of England dengan Princess Zinnia of Léopold di Dubai.
Tampak Medeline akrab mengobrol dengan Zinnia, begitu juga dengan Sean yang tampak tertawa bersama dengan pangeran Henry. Entah apa yang dibicarakan mereka tapi Michelle tidak suka melihat Zinnia mengambil spotlight yang mana seharusnya miliknya atau milik Natalia.
Sialan anak angkat itu! Pergi liburan ke Dubai apanya, malah diam-diam bertemu dengan keluarga kerajaan Inggris!
Michelle semakin dongkol ketika melihat ayah Zinnia, Ayrton tampak akrab bersama Mentri Luar Negeri Inggris, begitu juga dengan Direndra Blair yang tampak asyik berbincang dengan Menteri Perdagangan Inggris.
Pembawa berita mengatakan bahwa ada kerjasama perdagangan antara Emir Al Jordan dan Al Azzam dengan Pemerintah Inggris.
Apa? Memangnya mereka siapa? Bisa-bisanya mengambil keuntungan dengan kerjasama bilateral? Kenapa tidak bekerja sama dengan kami?
Michelle membanting gelas minumnya.
Apa sih hebatnya anak angkat itu? Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus memisahkan Sean dari anak itu!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Udah 3 chapter sesuai janji
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️