
Istana Brussels Belgia
Ratu Michelle menatap suaminya yang hanya terdiam mendengarkan ucapan istrinya. Tampak wajah istrinya menunjukkan ketidaksukaan kepada menantunya yang dianggapnya mengambil spotlight dan naik pamornya.
"Sayang, Zinnia kan sudah menjadi menantu kita dan justru karena dia, kita jadi naik pamornya, Michelle. Apa yang salah? Selama ini tugas kerajaan pun diselesaikan dengan baik Zinnia dan Sean. Bahkan mereka tidak meributkan mendapatkan tugas kelas dua."
"Tapi Andrew, seharusnya aku dan Natalia yang namanya selalu disebut di media, bukan anak angkat itu!"
"Anak angkat itu adalah putri Emir Al Jordan. Apa kamu lupa mereka juga memiliki banyak kekayaan dan kekuasaan. Jangan kamu ganggu Zinnia. Kalau kamu mau menaikkan pamormu, janganlah ragu untuk tugas kerajaan yang mengharuskan kamu turun di bawah." Andrew menatap tajam ke Istrinya.
"Yang benar saja Andrew!"
"Kalau kamu tidak mau dan menyerahkan semua tugas kerajaan kelas dua ke Zinnia dan Sean, jangan marah kalau mereka naik pamor meskipun minim publikasi. Lagipula, meskipun non formal, pertemuan Sean dan Pangeran Henry seharusnya kita syukuri karena akan mempermudah kerajaan kita bejerja sama nanti."
Michelle hanya diam saja. Aku harus cari sekutu.
***
Dubai UAE
Sehari setelah kepulangan keluarga kerajaan Inggris, Zinnia dan Sean memutuskan untuk berjalan-jalan keliling Dubai. Keduanya pun masuk ke sebuah cafe kecil yang terletak di sebuah sekolah.
"Ini adalah cafe favorit aku sepulang sekolah. Dan itu adalah sekolah aku." Zinnia menunjukkan bangunan sekolah yang tampak megah itu.
"Kamu sekolah di sekolah elit" senyum Sean.
"Sebenarnya, pengen sekolah biasa agar tidak tahu anak Emir tapi papa maunya aku mendapat pendidikan yang bagus. Sekarang Gasendra dan Garvita sekolah disana."
Sean dengan cueknya memfoto istrinya yang sedang makan sandwich.
"Really Sean?"
Sean hanya nyengir. "Kamu menggemaskan sih."
"Haaaiissshhh!" Zinnia mengerucutkan bibirnya dan Sean tanpa malu mencium bibir Istrinya sekilas.
"Lusa kita sudah pulang ke Brussels. Kamu sudah dapat jadwal tugas?" Sean membuka iPadnya.
"Sudah. Aku ada jadwal berkunjung ke sekolah di Bruges, lusa ke Antwerp untuk menemui para keturunan korban perang dunia kedua." Zinnia membaca jadwal pekerjaannya.
"Aku malah harus ke Hasselt dan Liege" ucap Sean. "Kita tidak barengan dong Zee."
"Memang jadwal nya begitu" senyum Zinnia.
"Haaaaahhh, harus pisah karena pekerjaan itu menyebalkan." Sean tampak merajuk.
"Mau gimana lagi?"
***
Istana Brussels Belgia
"Jadi si anak angkat itu yang akan ke Antwerp buat pembukaan pameran?" tanya Natalia ke sekretarisnya.
__ADS_1
"Iya yang mulia, tuan putri Zinnia..."
"Jangan sebut namanya! Dia hanya anak angkat!" bentak Natalia.
Sekretaris Natalia hanya menatap datar. Putri Zinnia tidak pernah membentak sekretarisnya bahkan dikenal sangat humble.
"Jadi yang mulia putri Natalia yang akan menghadiri acara pemutaran film action bersama para aktor dan aktris Hollywood diisni, di Brussels."
"Bagus! Jangan sampai anak angkat itu mendapatkan tugas utama! Berikan tugas - tugas yang kelas dua!"
Meskipun putri Zinnia mengerjakan tugas kelas dua, tapi dia tetap disukai banyak orang. Sekretaris Natalia menatap sengit ke tuannya saat wanita itu menuju ruang kerjanya. Kamu kira kami semua tidak tahu kebusukan kamu yang selingkuh dengan aktor Hollywood itu?
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
"Kalian jadi pulang besok?" tanya Mariana ke Sean dan Zinnia.
"Jadi Ma. Aku dan Sean sudah ada tugas kerajaan."
"Besok mbak Zee kemana?" tanya Garvita.
"Mbak ke Bruges lalu besoknya ke Antwerp."
"Bukannya Antwerp itu kota berlian ya?" celetuk Gasendra. "Dan pelabuhan nya termasuk tersibuk juga."
"Betul Sendra. Dibalik cerita sendu saat perang dunia kedua dimana kota itu menjadi markas na*zi dan kamp konsentrasi para Yahudi dan para tentara Belgia saat Jerman menguasai daerah sana, kami bisa bangkit dari keterpurukan. Kami punya banyak tempat indah di Antwerp" senyum Sean. "Zee sendiri besok di Antwerp akan membuka pameran memperingati perang dunia kedua dan akan bertemu dengan para keturunan korban perang dulu."
"Apa besok kalian bekerja sendiri - sendiri?" tanya Ayrton.
"Iya pa. Sean ada kerjaan di kota lain. Papa jangan khawatir, aku kan sama Jasmine."
"Okelah. Kalau ada Jasmine, papa ayem."
"Saya juga tenang kalau Jasmine ikut dengan Zee" ucap Sean sambil menatap istrinya.
***
"Nona Garvita!"
Garvita yang sedang mengobrol dengan Zinnia dan Sean serta Gasendra hanya melengos melihat bodyguardnya datang.
"Jauhkan aku dari makhluk bernama Gabriel Luna! Meskipun dua nama itu bagus artinya semua, tapi aslinya si empunya nama menyebalkan!" sungut bungsu Ayrton itu.
"Memangnya kamu jadwalnya apa hari ini dik?" tanya Zinnia.
"Memanah. Males kan?" Garvita pun manyun.
"Nona Garvita, ayo latihan memanah." Gabriel sudah mendatangi keempat anak Ayrton itu.
"Besok saja lah! Aku malas!" Garvita menempelkan tubuhnya ke Gasendra.
"Nona sudah membolos dua kali lho!" Gabriel mengingatkan membuat Zinnia dan Gasendra mendelik.
"Dua kali?" seru Zinnia dan Gasendra.
"Iiissshhh dasar tukang ngadu!" omel remaja berusia 14 tahun itu.
__ADS_1
"Sana dik, latihan" bujuk Gasendra.
"Nggak mau mas. Garvita capek!"
"Dik, sana latihan. Nanti kalau Oma Sabine tahu, kamu bisa diomeli lho" kekeh Zinnia mengingat dulu pun sama dan akhirnya Sabine lah yang menyeretnya latihan.
"Aaaaaahhhh wajib ya?"
"Lho kan kamu mau pertandingan di sekolah dua Minggu lagi. Latihan dong biar dapat nilai perfect!" Gasendra menoyor dahi Garvita.
"Wah hebat! Kamu masuk tim panah?" puji Zinnia.
"Iya! Dan aku sebal dibanding-bandingkan sama kamu mbak!" Garvita memajukan bibirnya.
"Sana latihan, biar mengalahkan rekor mbak di sekolah."
"Kalau aku bisa ngalahin mbak, dapat apa?" cengir Garvita yang terbayang bakalan diberi barang-barang branded.
"Dikasih peluk cium" jawab Zinnia sambil tersenyum manis.
"Ya Allah mbaaakkk, mbok rolex atau Louis Vuitton atau Balenciaga gitu?" rengek Garvita.
"Anak kecil nggak boleh pakai Rolex!" kekeh Zinnia.
"Iiissshhh Phillipe Patek juga boleh!" cengir Garvita.
"Baby G limited edition saja ya?" goda Gasendra.
Garvita menatap sengit ke abangnya. "Jeglek mas!"
Zinnia dan Gasendra tertawa mendengar celetukan Garvita tapi Sean dan Gabriel hanya menatap ketiganya bingung.
"Apa artinya jeglek?" tanya Sean.
"Kebanting. Karena dari harga yang mahal kita tawarkan yang jauh lebih murah" senyum Zinnia.
"Ya iyalah bang Sean, dari Rolex ke Phillipe Patek ke Baby G. Bisa beli berapa ratus coba?" adu Garvita.
"Sudah, yang penting latihan dulu nanti kalau kamu bisa matahin rekor mbak Zee, ada surprise" bujuk Zinnia.
Dengan ogah-ogahan Garvita pun berdiri dan berjalan meninggalkan kakak-kakaknya. "Akj latihan dulu!"
"Saya permisi dulu yang mulia" pamit Gabriel yang bergegas menyusul nonanya.
"Memangnya rekor panahan kamu berapa Zee?" tanya Sean.
"Mbak Zee mengikuti ronde Fita Curve dan dari tiga ronde, semuanya perfect di poin 10" jawab Gasendra. "Aku saja kalah dari mbak Zee."
Sean menatap istrinya kagum.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Maaf telat karena ada urusan di dunia nyata
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️