
Pagi ini rombongan Indramayu akan melakukan perjalanan kembali ke Jakarta. Arsya sudah heboh ketika tahu akan bertemu dengan Oom V, Oom Arka, Oom Radyta, Tante duo G nya dan Tante Juliet. Gasendra sendiri memilih dari Bandung langsung ke Jakarta menggunakan kereta api.
Dan sesuai dengan rencana sebelumnya, Sean dan Zinnia satu mobil bersama dengan Arsya, Garvita bersama dengan Gabriel, Ayrton dan Mariana di mobil bersama dengan pengawal, sedangkan Shinichi bersama dengan Jasmine.
***
Range Rover Zinnia
"Mommy..." panggil Arsya yang duduk di car seatnya.
"Yes Arsya?" Zinnia menoleh ke belakang karena Sean yang menyetir mobilnya.
"Nanti kita bobok dimana?"
"Rumah Opa Bara. Kan besar disana."
"Asyiiik! Ada Oom Alka kan?"
"Iya, ada Oom Arka. Kenapa memang?"
"Nanti diajali main lubik. Asya kemalin main ga bisa-bisa."
"Iya nanti minta diajarin Oom Arka ya." Zinnia tersenyum ke arah putranya yang menggemaskan.
"Zee..."
"Apa Sean?" tanya Zinnia ke pria tampan di sebelahnya.
"Terima kasih."
"Buat apa?"
"Mau kembali bersamaku." Mata biru Sean menatap mesra ke wanita berambut hitam itu.
"Iya Sean. Sama-sama."
Sean melongo. "That's it? Nggak ada yang lain? Yang mesra gitu? Atau gimana deh!"
"Lha aku harus bilang apa?" Zinnia menatap polos ke suaminya.
"Iiissshhh awas kamu nanti!" geram Sean gemas.
Zinnia cekikikan.
***
Mobil Range Rover Milik Hoshi
Gabriel melirik ke arah Garvita yang menikmati pemandangan sepanjang jalan tol. Gadis itu menaikkan kakinya yang sakit ke atas kursinya.
"Masih sakit kakinya, nona?" tanya Gabriel.
"Nggak terlalu..." jawab Garvita.
"Apa perlu ke dokter?"
__ADS_1
Garvita menggelengkan kepalanya. "Nggak usah, Gabriel."
Gabriel memegang kaki Garvita yang terkejut melihat sikap pengawalnya. "Jasmine, kalian duluan. Aku mau lihat kaki nona Garvita." Gabriel berbicara pada rekannya melalui earpiece.
"Nona Garvita tidak apa-apa, Gab?" tanya Jasmine.
"Nggak papa. Aku cuma mau memeriksa sebentar." Gabriel memarkirkan mobil mewah itu ke area darurat.
Pria tampan itu lalu memeriksa kaki Garvita yang hanya memakai sandal jepit. Bengkaknya sudah agak berkurang dibandingkan kemarin. "Nona bersandar lah."
"Hah?"
"Bersandar terus kaki nona dikesinikan." Gabriel menyuruh gadis itu memberikan kakinya yang sakit dan Garvita menurutinya. Pria itu mengambil sebuah obat gosok yang memang selalu dia bawa sejak masuk latihan militer gemblengan pengawal Al Jordan dan Ramadhan Securitas. Dengan telaten pria itu menggosok pelan ke pergelangan kaki Garvita.
Gadis berusia 19 tahun itu memerah wajahnya saat melihat pengawalnya tampak serius mengobati kakinya.
"Jangan dibuat jalan dulu nona Garvita. Nanti bersandar dengan saya atau memakai kruk..."
"Kruk? Memangnya kita punya kruk?" tanya Garvita bingung.
"Saya sudah meminta pengawal di rumah tuan Giandra untuk membelikan untuk nona."
Garvita melongo.
***
Alphard Zinnia
Ayrton yang mendapatkan info dari Jasmine hanya tersenyum. Dasar anak manja! Sukanya bikin repot Gabriel!
Ayrton tahu pengawal putrinya jatuh cinta sejak entah kapan dan baginya tidak ada masalah soal Gabriel mengejar Garvita. Putri bungsunya itu memang membutuhkan pria yang bisa mengayomi nya dan tabah dengan semua kemanjaannya.
"Kenapa Ton?" tanya Mariana.
"Nggak papa. Garvita agak terlambat sampai."
"Lho? Memang ada apa? Mobilnya Gabriel rusak?" Mariana tampak panik.
"Ish kamu tuh. Nggak mungkin lah mobilnya mas Hoshi bisa rusak. Dia kan paling riwil soal perawatan mobil-mobilnya. Bahkan Mercedes antik punya Opa Eiji masih bagus." Ayrton cemberut. "Gabriel mengobati Garvita dulu."
"Owalaahhh. Ton, apa kamu tidak keberatan kalau Gabriel bersama Garvita?" Mariana menatap wajah suaminya. Meskipun Mariana lebih tua dari Ayrton, tapi wanita tiga anak dan satu cucu itu masih tampak awet muda.
"Aku tidak keberatan, May. Tapi entah Garvita. Kamu tahu sendiri kan anak itu manjanya minta ampun!"
"Aku juga heran. Kok bisa sih anak itu manjanya seperti itu? Padahal aku mendidik nya sama dengan Zee dan Sendra." Mariana hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku juga heran. Apa sindrom anak bontot ya? Macam Alaric atau Benji dulu?"
Mariana tertawa. "Bisa jadi."
***
Menjelang siang, rombongan Indramayu sudah tiba di mansion Giandra yang langsung disambut Arimbi dan Bimasena, Bara dan Arum serta Anarghya dan Amaranggana.
Semuanya menyambut dengan senang hati dan Gasendra yang sudah tiba disana terlebih dahulu hanya mengerenyitkan melihat adiknya turun dengan dipapah Gabriel.
__ADS_1
"Kamu kenapa lagi?" tanya Gasendra gemas.
"Nona Garvita jatuh tuan Gasendra setelah mencoba menolong pangeran Arsya yang terpeleset" jawab Gabriel.
"Sudah! Sini sama mas Sendra. Kasihan Gabriel harus papah kamu!" Gasendra mengambil alih tubuh adiknya yang termasuk jangkung. Gasendra memiliki tinggi 189 cm sedangkan Garvita 175 cm.
Gasendra Al Jordan Schumacher
Garvita hanya pasrah dipapah oleh kakaknya dan menoleh ke arah pengawalnya yang tersenyum menatapnya.
***
"Kakimu kenapa lagi?" tanya Arkananta tanpa basa basi. Arsitek Giandra Otomotif Co itu hanya menatap geli ke adiknya yang manyun.
"Jatuh" jawab Garvita pelan.
"Kok bisa?"
"Oom Alka, Tante Galvita jatuh kalena nolongin Asya." Keponakannya yang imut itu mendatangi Arkananta dan Garvita di ruang tengah.
"Memang Arsya kenapa sampai di tolongin sama Tante Garvita?" tanya Arkananta.
"Asya kepleset telus sama Tante Galvita coba pegangin Asya. Kakinya Tante sakit deh. Oom Alka jangan malahin Tante ya?" Arsya memasang wajah memelas yang ditirunya dari Shinichi.
"Oh astagaaa!"
***
"Jadi besok kalian sudah siap?" Bara menatap Zinnia dan Sean bergantian.
"Insyaallah siap Opa" jawab Zinnia dan Sean bersamaan.
"Ay, kamu sudah oke menerima Sean jadi menantu lagi?" Bara tersenyum ke arah keponakannya.
"Aku sudah memberikan kesempatan lagi ke Sean, berarti aku sudah oke kan?" senyum Ayrton.
"Baguslah kalau semua sudah oke. Karl dan Sabine tidak datang?" tanya Arum.
"Nggak Tante Gendhis. Kemungkinan malah dari Jakarta, kita ke Dubai dulu bertemu keluarga disana, baru mereka ke Brussels. Gimana Sean?" Ayrton menoleh ke arah menantunya.
"Tidak masalah aku, Pa. Karena acara di Brussels masih dua bulan lagi." Sean menatap ke arah papa mertuanya sambil tersenyum.
"Okelah kalau begitu. Besok kita mulai acaranya. Sederhana saja kan?" Bara tersenyum.
"Sederhana saja Opa, yang penting sudah ijab qobul" jawab Zinnia tenang. "Kami tidak butuh acara yang mewah karena ini hanya pengesahan ulang setelah kami berpisah lama. Lagipula kami kan belum bercerai secara agama karena Sean tidak ada talak, juga tidak bercerai secara negara karena surat cerai yang aku kirimkan tidak pernah kembali."
"Tentu saja tidak pernah kembali padamu Zee karena selalu aku sobek atau aku simpan di brankas" sahut Sean cuek.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️