The Prince and I

The Prince and I
Kirain Bercanda Jebule Dua Rius


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat Indonesia Present Day


Zinnia menatap judes ke Sean yang seenaknya bilang seperti itu. Ya memang dirinya termasuk pecinta perawatan tubuh dan dia sangat suka wangi-wangian hingga menular ke Arsya yang juga penggemar parfum meskipun baru umur tiga tahun.


"Ehem! Bang Sean jadi pulang ke Jakarta?" kerling Gasendra.


Sean melotot. "Siapa juga yang pulang?"


Arsyanendra menatap Sean. "Daddy mau kemana?"


"Daddy nggak kemana-mana, Sya. Daddy disini kok."


"Asya tidak mau Daddy pelgi lagi. Kan Daddy udah Soli sama Asya..." Mata biru bening itu menatap Sean dengan tatapan sedih.


"I'm sorry, Sya. Daddy tidak akan pergi kok..." Sean memeluk putranya.


"Don't go Daddy..." Arsya memeluk leher Sean membuat Zinnia dan Gasendra saling berpandangan.


Alamat deh! Arsyanendra mendrama sesuai ajaran Shinchan.


***


Jam sepuluh pagi Gasendra sudah pergi menuju Bandung meninggalkan Zinnia bersama Sean dan Arsyanendra. Pria berusia 20 tahun itu melihat dari spionnya tampak Zinnia berdiri agak jauhan dengan Sean yang sedang menggendong Arsya.


Jika dilihat dari sini, mereka tampak seperti keluarga kecil yang hangat tapi aslinya...


Mobil Gasendra pun keluar dari pintu gerbang dan bertelisipan dengan sebuah mobil Mercedez Benz G-Class SUV milik keluarga Giandra.


Gasendra menghentikan mobil Range Rover Sport hitamnya dan mobil Mercedez itu pun berhenti di sebelahnya. Jendela kedua mobil itu pun turun dan tampak wajah usil Shinichi disana.


"Apa hal Shinchan kemari?" tanya Gasendra bingung karena masih waktu kuliah.


"Kena hukum Appa" cengir Shinichi.


Gasendra memegang pelipisnya. "Berapa lama?"


"Dua Minggu."


"Astaghfirullah! Kamu kenapa lagi Shin?"


"Nanti kamu tahu." Shinichi mengedikkan dagunya ke arah gerbang. "Mbak Zee sama siapa di rumah?"


"Ada bang Sean."


Shinichi terkejut mendengar ucapan sepupunya. "Bang Sean udah disini? Oom Ayrton udah kasih ijin?"


Gasendra mengangguk. "Titip Mbak Zee dan Arsya ya. Aku belum yakin mbak Zee mau rujuk sama bang Sean."


"Oke! Aku buat darting! Selamat ke Bandung. Ati-ati, Ndra."


***


Sean bercanda dengan Arsya sedangkan Zinnia memilih masuk ke dalam rumah tapi mendengar suara mobil masuk, membuat wanita cantik itu menoleh.


Zinnia mengenali mobil itu adalah milik keluarga Bima dan Arimbi karena Arka sering datang dengan Mercedez Benz G-Class hitam itu.


"Lho ngapain Arka kesini?" gumam Zinnia. Setelah mobil itu parkir rapi di garasinya, barulah wanita itu melihat siapa yang turun.

__ADS_1


"Shinichi?" ucapnya sambil melihat pria imut itu turun membawa koper dan duffle bag Balenciaga nya.


"Hai mbak! Halo Arsya! Halo bang Sean" sapa Shinichi riang.


"Ngapain kamu kemari?" tanya Zinnia yang bingung ini bukan waktunya libur semester tapi adiknya main datang ke rumah.


"Aku diskors..." cengirnya tanpa beban.


Sean dan Zinnia melongo.


***


"Jadi kamu membuat lift barang laboratorium fisika Tokyo University hancur karena kamu membuat mesin roket?" ulang Zinnia.


"Lha daripada meledak di laboratorium, mending liftnya aja yang hancur" jawab Shinichi tanpa beban. "Salahku juga salah kalkulasi."


Sean yang sedang memangku Arsyanendra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kok kamu bisa punya ide dimasukkan kesana?" Zinnia memegang pelipisnya. Tak heran jika bocah nakal satu ini sering kena hukuman dari Appanya.


"Gara-gara nonton The Big Bang Theory. Kan sama tuh kasusnya..." gelak Shinichi cuek.


"Terus? Oom Hideo gimana?"


"Ngamuk lah! Tapi kata Opa Takeshi, itu kreatif jadi aku ikut kata Opa lah!"


Sean tertawa terbahak-bahak mendengar analogi adik iparnya yang memang hobi bikin darting orang tua dan saudara sepupunya.


"Tuh kan, bang Sean aja dukung aku!"


"Kamu dihukum berapa lama?"


Zinnia melongo. "Astaghfirullah! Shinchaaannn!"


***


Zinnia menatap Hideo dan Fayza sambil manyun saat melakukan panggilan video.


"Jadi anak nakal itu ke Indramayu?" tanya Fayza.


"Iya Tante. Katanya disuruh nanam padi..."


Hideo tertawa kecil. "Biar kena lintah dia!"


"Zee, titip Ichi ya. Kalau nakal, kamu jewer saja!" ucap Fayza kesal karena harus menghadap dekan fakultas fisika dan rektor Todai. Berhubung Shinichi adalah keponakan Luca Bianchi, cucu Takeshi Takara dan masih ada kekerabatan dengan Joshua Akandra, maka pihak kampus memberikan hukuman skorsing tiga Minggu ke pria imut itu dan harus mengganti lift kampus.


"Ohya, kabarnya Sean ke Indramayu ya Zee?" tanya Hideo.


"Iya Oom. Ini lagi ngobrol sama Shinichi sambil bermain dengan Arsya."


"Sabar ya Zee. Tante sudah mengalami hal seperti kamu..."


"Malah lebih parah sih..." cengir Hideo.


"Iya, lho! Tapi kalian berdua kan memang saling cinta jadi Tante sama Oom berdoa kalian mendapatkan jalan yang terbaik. Melihat papa dan opamu melunak saja, kami sudah senang" senyum Fayza.


"Iya Oom, Tante. Terimakasih doanya." Zinnia tersenyum.

__ADS_1


***


"Bang Sean mau rujuk sama mbak Zee?" tanya Shinichi.


"Lho Abang kan ga cerai sama Zee."


"Iya tapi kan Abang udah pisah lama sama mbak Zee. Kata appa, harusnya Abang ijab lagi biar afdol!"


"Masalahnya Shin, Abang masih harus bisa meyakinkan mbakmu..."


"Bang, kalau nggak jadi raja, gimana? Apa nggak ada keturunan Léopold lainnya? Soalnya setahu aku, mbak Zee nggak ingin jadi ratu Belgia."


Sean terdiam. "Sebenarnya Shin kalau boleh memilih, Abang pasti memilih Zee dan Arsya tapi Abang kan tidak boleh egois karena rakyat Belgia inginnya Abang yang naik tahta menggantikan Father bukan sepupu Abang yang lain."


Shinichi mengangguk. "Berat ya bang. Satu sisi istri dan anak, satunya hajat hidup orang banyak."


"Itulah Shin, Abang bingung. Mana mbakmu juga belum mau sama Abang..."


Shinichi memegang bahu kakak iparnya. "Insyaallah ada jalannya. Kedua orang tuaku juga mengalami hal yang sama dengan bang Sean. Bahkan lebih parah."


"Gimana Shin?"


Shinichi menceritakan bagaimana kehidupan asmara kedua orangtuanya dan bagaimana dia bayi hampir dibunuh oleh mantan pacar Appanya.


"Parah kan bang? Tapi yakin deh, kalau Abang yakin bisa mengambil hati Arsya, nanti mbak Zee akan nurutin permintaan anaknya."


Sean menatap pria imut itu dengan tatapan bahagia. "Shin, terimakasih!" ucapnya sambil memeluk adik iparnya.


"Bang, aku tuh masih normal lho..." celetuk Shinichi yang langsung mendapat toyoran Sean.


"Idiihhh!"


Zinnia keluar dari ruang kerjanya setelah melakukan panggilan video dengan Hideo dan Fayza.


"Shinichi..."


"Ya mbak?"


"Besok kamu ke sawah bantu tanam padi."


Shinichi melongo. "Astaghfirullah! Serius mbak? Ya Allah, aku ketemu lintah dong! Nggak mauuuu..."


"Appamu yang suruh begitu kok" kekeh Zinnia jahil.


"Ya Tuhan, punya appa kok sadis gitu sih... " keluh Shinichi.


"Memang kenapa Shin?" tanya Sean.


"Kirain Appa becanda jebule serius..." isak Shinichi mendrama.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2