
Villa Zinnia di Uccle
Gasendra memilih menemani kakaknya di kamar. Beruntung kamar Zinnia terdapat dua tempat tidur dan Gasendra merebahkan tubuh jangkungnya di tempat tidur sebelahnya.
Gasendra menunggu sampai Zinnia terlelap lalu baru membersihkan diri di kamar mandi. Hatinya merasa trenyuh melihat kakaknya yang tampak patah hati.
Kamu sangat mencintai Sean ya mbak? Sayang, Sean tidak bisa diandalkan saat kamu sangat membutuhkan dirimu. Tenang mbak, kamu akan aku bawa ke tempat dimana Sean tidak akan menemukan mu.
***
Ruang Kerja Ayrton Al Jordan Schumacher Tiga Hari sebelumnya
"Gasendra, papa bisa bicara sama kamu?" Ayrton mengajak putranya yang sedang berkemas hendak menuju London.
"Bisa pa." Remaja yang dominan darah Jermannya itu mengikuti sang papa.
"Tutup pintunya." Gasendra mematuhi perintah Ayrton.
"Ada apa pa?" tanya Gasendra.
"Kamu akan bawa Zee kemana rencananya?"
"Yang jelas tidak ke Dubai. Bisa aku bawa ke New York, Tokyo atau Jakarta."
"Bawa kemari saja." Ayrton memberikan sebuah alamat.
"Indramayu? Mana lagi itu?"
"Duh! Kamu tuh geografi dapat berapa sih?"
"Lha masa aku harus hapal semua kota, Pa? Kota di Eropa dan UAE saja aku kadang nggak hapal!"
"Indramayu itu di Jawa Barat. Mbakyumu punya warisan disana."
"Indonesia? Warisan apa pa?" Gasendra dan Garvita tahu kalau Zinnia bukan kakak kandung mereka melainkan sepupu yang sudah diangkat anak oleh papa dan mamanya.
Ayrton lalu menceritakan warisan yang dimiliki Zinnia ( bisa baca The Four Emirs untuk lebih jelasnya ). Gasendra melongo mendengar kakaknya sangat kaya.
"Mbak Zee jadi juragan beras?" Gasendra tertawa terbahak-bahak. "Wah bisa minta dikirim beras tiap enam bulan dong!"
"Ish kamu tuh! Tapi papa baru mau kasih tadinya setelah mbakmu usia 25 tahun."
"Kenapa papa nggak bilang sekarang saja?"
"Papa memang berencana seperti itu. Papa mau kamu bawa mbakmu ke Indramayu dan tinggal disana. Selama ini penjualan beras diawasi oleh Oom Benji, Oom Hoshi dan Oom Travis. Diam-diam V dan Arka ikutan mengawasi juga sekarang karena mereka ada di Jakarta."
"Pa, aku tahun ini kan sudah masuk kuliah. Apa aku permanen ikut mbak Zee ke Indramayu?"
"Kamu mau kuliah di Indo?"
__ADS_1
"Kampus bagus kan di Bandung." Gasendra memeriksa peta Bandung dan Indramayu. "Aku dengar ITB atau Universitas Padjadjaran bagus. Jadi pa, selama mbak Zee kita umpetin di Indramayu, ijinkan aku nemenin mbak Zee. Mungkin aku bisa bolak balik Bandung - Indramayu kalau nggak capek. Tapi kalau capek, bisa weekend aku baru pulang. Lagian bisa saja aku naik kereta. Gampang lah Pa."
Ayrton menatap wajah putra tampannya.
"Apa kamu yakin Sendra?"
"Insyaallah yakin. Garvita disini ada papa dan mama. Mbak Zee harus pergi dari Sean meskipun di agama kita tidak boleh, tapi demi keselamatan mbak Zee. Dan aku adalah adik laki-laki mbak Zee. Kalau bukan aku yang membela dan melindungi mbak Zee, siapa lagi?"
Ayrton memeluk putranya. "Ya ampun, Sendra. Papa tidak menyangka kamu bisa dewasa seperti ini."
"Pa, biarpun aku kumpulnya sama trio kampret, bukan berarti aku sama kampret nya sama trio gak jelas asal usulnya itu!"
Ayrton terbahak. "Kalau Oom Hoshi, Oom Bima dan Oom Hideo denger, kamu bisa dijewer."
"Kalau Arka, okelah karena Oom Bima memang ajaib. Lha V dan Shinchan apa kabar? Oom Hoshi? Beeeuuu pedas. Oom Hideo? Irit ngomong sama mukanya dingin begitu, eh nongol Shinchan. Salah ngidam kayaknya!" sungut Gasendra.
Ayrton terbahak.
***
Uccle Belgia
Gasendra terbangun saat matahari sudah nongol dengan santuynya. Remaja itu melihat jam Seiko Prospex Black series limited editionnya. Lha? Jam delapan pagi? Eh buset! Gue kesiangan.
Remaja jangkung itu langsung gedubrakan bangun apalagi melihat kakaknya tidak ada di kamar.
"Ande-ande lumut udah bangun?" ledek Shinichi yang sudah segar dengan sweater hitam dan celana jeans.
"Damn aku kesiangan! Kok gadha yang bangunin sih?" Gasendra langsung mengambil botol air mineral.
"Kamu boboknya enak banget. Kasihan kalau dibangunin." Zinnia meletakkan semangkuk sup cream.
"Mandi dulu, Sendra! Baru makan!" perintah Leia.
"Tanggung mbak! Aku lapar!" balas Gasendra cuek.
"Duo kampret kemana?"
"Ngikutin Mbak Bee sekalian memeriksa keadaan istana. Sarah kan kembali ke istana dan membawa mbak Bee masuk sebagai pelayan baru. Soalnya satu-satunya yang bule kan dia doang!" kekeh Shinichi.
"Bang Luke?"
"Tidur. Semalaman sampai jam lima berjaga di ruang monitor. Nanti giliran aku yang jaga" jawab Shinichi.
Jasmine tersenyum smirk melihat dua koper yang sudah dibuka oleh Blaze dan Valentino saat baru datang. Glock, SIG, PPK, beberapa pisau dan peluru bius sudah disiapkan.
"Kalian sudah persiapan?" tanya Jasmine.
__ADS_1
"Tidak ada peluru tajam, semua peluru bius." Leia menatap pengawal Zinnia. "Terimakasih Jasmine sudah menemani Zee."
"Sudah tugas saya nona Leia. Nona Zinnia kan seperti adik saya sendiri."
"Kok bisa kalian kabur tanpa sepengetahuan bang Sean ?" tanya Shinichi.
"CCTV nya aku jam" cengir Jasmine.
"Owalaahhh, pantesan!" kekeh Shinichi.
***
Istana Brussels Belgia
Sarah dan Blaze sudah sampai di istana dan mereka menghadap kepala pelayan untuk memasukkan Blaze menjadi asisten Sarah. Meskipun Zinnia bisa dibilang absen, tapi Sarah tetap harus mengurus list pekerjaan kerajaan.
Blaze sendiri meminjam identitas salah satu pengawal Eagle yang mirip dengannya termasuk paspor Inggris. Dirinya tidak mau ketahuan memakai nama Bianchi di belakangnya.
"Jadi kamu orang Inggris yang mencoba mencari peruntungan di Belgia?" tanya kepala pelayan itu.
"Saya melihat di LinkedIn ada lowongan, saya coba dan disinilah saya" ucap Blaze dengan aksen Inggris. Memang Sarah membuka lowongan di LinkedIn karena saat itu dia merasa bahwa Zinnia akan semakin sibuk dengan tugas kelas dua.
"Sarah, kamu sudah memeriksa semua latar belakang gadis ini?" tanya kepala pelayan..
"Sudah Madam."
"Kamu bisa berapa bahasa?"
"Saya bisa Jerman, Perancis, Jepang dan sedikit Irlandia."
Kepala pelayan itu mengetes Blaze dengan bahasa yang dikuasainya. Hampir satu jam gadis itu diwawancarai dan akhirnya kepala pelayan memberikan kesempatan ke Blaze.
"Madam, saya pamit ke apartemen pangeran dan putri Léopold" pamit Sarah.
"Putri Zinnia menghilang Sarah. Dan kita semua sedang mencarinya" bisik Kepala pelayan itu.
"Kemana tuan putriku itu?" tanya Sarah dengan akting terkejut yang alami membuat Blaze nyaris tergelak. Sok innocent banget lu Sarah!
"Kamu sih kemarin nggak disini. Terjadi huru hara. Putri Zinnia membongkar semua kebusukan putri Natalia. Selama ini kita tahu tapi kita diam saja, tapi putri Zinnia berani membongkar. Dan desas-desus yang aku dengar, putri Zinnia difitnah oleh pangeran Stefanus. Wanita yang digosipkan bersamanya dan mirip putri Zinnia, itu bukan putri Zinnia."
Blaze menatap serius ke kedua wanita itu. Aku ketemu Stefanus, kubuat gila! Ketemu Natalia, siap-siap Empang Daddy dapat makanan enak!
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️