
Kerajaan Belgia, Acara Pernikahan Pangeran Stefanus Lima Tahun Lalu
Sean akhirnya membawa Zinnia ke kerajaan Belgia untuk menemui kedua orangtuanya sehari sebelum acara pernikahan kakaknya pangeran Stefanus dengan putri Natalia.
Kedua orang tua Sean, Raja Andrew dan Ratu Michelle tampak menilai Zinnia yang siang itu mengenakan gaun bermotif bewarna hitam putih rancangan sang ibu, Mariana yang sekarang menjadi desainer utama Carolina Herrera, sedangkan Sean mengenakan jas dan kemeja hitam.
"So Zinnia, kata Sean kamu bekerja sebagai konselor anak-anak di rumah sakit?" tanya Michelle.
"Iya your highness. Saya adalah psikolog anak berlisensi" jawab Zinnia.
"Apakah kamu suka anak-anak?" tanya Andrew.
"Tentu saja" jawab Zinnia yang sudah tahu hubungannya dengan Sean akan alot di orang tua pria itu.
"Jika kamu menikah dengan Sean, apakah kamu akan melepaskan pekerjaan kamu di rumah sakit?" tanya Michelle.
"Jika saya menikah dengan putra anda, saya akan mengikuti Sean dan tentu saja saya akan melepaskan pekerjaan saya. Bukankah sebagai seorang istri harus ikut dengan suami? Seperti anda, contohnya. Anda meninggalkan kehidupan anda di Amerika Serikat karena mengikuti Raja Andrew? Begitu juga saya" jawab Zinnia tenang namun tegas.
Michelle hanya bisa terdiam mendengar ucapan Zinnia.
"Zinnia, apa benar kamu anak angkat Emir Al Jordan Schumacher?" Andrew kali ini bertanya.
"Iya benar. Saya putri angkat Ayrton Al Jordan Schumacher dan Mariana Hadiyanto. Kedua orangtua kandung saya sudah meninggal."
"Apa kamu tahu bagaimana mereka meninggal?" tanya putri Natalia yang tiba-tiba ikut menimbrung.
"I'm sorry. Saya kira ini hanya pertemuan kita berempat mom. Dan aku tidak mau ada orang lain ikut dalam pertemuan ini!" Sean menatap tidak suka kepada Stefan dan Natalia main masuk ke ruang pertemuan.
__ADS_1
"Tapi Sean, aku kan..." Sean mengangkat tangannya menandakan dia tidak butuh alasan Natalia.
"Pertemuan ini sudah selesai. Ayo Zee!" Sean menarik tangan Zinnia dan mengajak gadis itu keluar dari ruang pertemuan. "Sampai bertemu di acara besok!"
Andrew dan Michelle menatap tidak suka kepada Stefan dan Natalia.
"Bukankah kami sudah mengatakan ini pertemuan internal Berempat?" tegur Andrew.
"Tapi mom. Kami kan bakal menjadi kakak ipar Sean dan Zinnia" ucap Stefanus.
"Tapi ini tidak sopan. Kamu harusnya tahu etikanya Stefan! Dan kau juga Natalia!" Andrew pun berdiri. "Bukan begini cara seorang bangsawan beretika."
Natalia hanya menatap datar ke arah kedua calon mertuanya. Sialan! Calon istri Sean cantik sekali bahkan lebih cantik dariku!
***
Sean mengajak Zinnia berkeliling Brussels menggunakan mobil Aston Martin miliknya.
"Aku tahu bahwa jalan aku bersamamu tidak akan mudah, Sean. Ada kemungkinan bahwa banyak kerikil dalam kehidupan berumahtangga kita nantinya apalagi pasti kita disorot karena kamu termasuk publik figure. Pernikahan antara pangeran Belgia dengan putri seorang Emir apalagi Emir Al Jordan yang terkenal, akan membuat para paparazi seolah mendapatkan bahan gosip besar" ucap Zinnia.
Sean menatap gadis cantik itu. "Kamu itu dewasa sebelum waktunya Zee. Kamu bahkan baru berusia 21 tahun."
"Kehidupan yang membuat aku harus bersikap seperti ini karena hanya aku yang bisa menghadapi semuanya."
Sean mengusap kepala Zinnia. "Don't worry. Ada aku."
"Just remember what I ask, Sean. Aku tidak minta harta atau apapun karena aku sudah kaya. Hanya itu yang aku inginkan selama kita menikah. Kepercayaan dan kejujuran." Zinnia menatap Sean. "Jika kamu melanggarnya, aku tidak segan meninggalkan dirimu meskipun aku sangat mencintaimu."
Sean tertegun mendengar ucapan Zinnia.
***
__ADS_1
Acara pernikahan pangeran Stefanus berlangsung meriah dan pers akhirnya mengetahui bahwa pangeran kedua, Sean Léopold sudah bertunangan dengan Zinnia Al Jordan Schumacher.
Kedua orang tua Zinnia, Ayrton dan Mariana. datang ke acara pernikahan itu. Tampak Sean dan Zinnia akrab dengan Ayrton dan Mariana.
Ayrton yang hari itu memakai memakai suit bewarna biru navy tampak serasi dengan Mariana yang juga memakai gaun bewarna senada yang merupakan hasil rancangannya.
Raja Andrew dan Ratu Michelle menyambut hangat calon besannya yang merupakan bukan orang sembarangan.
Acara resepsi malam pun Zinnia memilih memakai gaun bewarna putih aksen silver sedangkan Sean memakai tuxedo putih. Keduanya tampak serasi bahkan banyak pihak yang lebih tertarik dengan pasangan ini daripada pasangan pengantin.
Natalia merasa kesal karena momen terindahnya teralihkan dengan kehadiran gadis berdarah Indonesia dengan rambut hitam yang indah serta berhasil memukau banyak tamu undangan.
Hanya anak angkat saja belagu! Natalia menatap penuh kebencian kepada Zinnia. Akan aku cari tahu latar belakang kamu, anak pungut! Dan akan aku buat kamu hidup dalam neraka saat nanti kamu tinggal disini! Lihat saja, Sean akan menjadi milikku!
Stefanus menatap wajah istrinya yang seperti kesal dan ketika tangannya berusaha memegang tangan Natalia, wanita itu menepisnya.
Apa kamu tidak tahu kalau kamu menyukai adikku? Sayangnya, adikku memilih wanita lain. Stefanus menatap ke arah Sean dan Zinnia yang sedang mengobrol dengan kenalan mereka dengan wajah cerah. Ternyata dilihat - lihat, Zinnia cantik juga.
Dua orang dengan rasa yang sama, sama-sama ingin membuat kehidupan Sean dan Zinnia berantakan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️