The Prince and I

The Prince and I
Sean ke Dubai


__ADS_3

Apartemen Sean dan Zinnia


Sean tampak seperti pria kalah perang dan dirinya menyalahkan dirinya sendiri yang tidak memberikan perlindungan kepada istrinya.


Seharusnya aku mendengar cerita Zee dulu.


Seharusnya aku percaya dengan semua yang keluar dari bibir istriku. Zee tidak pernah berbohong.


Sean menangis di atas tempat tidurnya dan memeluk bantal yang masih tercium bau Zinnia.


"Kamu pergi kemana Zee? Apa kamu kembali ke Dubai?" gumam Sean. Papa Ayrton! Pasti papa kecewa dengan diriku.


Sean menghela nafas panjang. Besok aku akan ke Dubai. Menghadap papa Ayrton.


***


"HAAAAAHHH?" teriak Luke yang membuat Blaze menutup telinganya.


"Ya Allah bambaaannggg! Kuping gue masih harus digunakan sampai mati!" bentak Blaze kesal.


"Kok kita nggak tahu Bee? Apa kurang canggih kita carinya?" gumam Luke.


"Makanya aku bilang sangar banget bisa lolos dari screening kita semua!"


"Salut aku sama Raja Maximilian dan Ratu Elisabeth bisa menutupi rapat-rapat."


"Luke, berarti ini merubah semua rencana kita dong?"


Luke tersenyum. "No, it's getting better Bee. Kita tinggal membongkar nya lebih lanjut. Kamu harus bisa mengorek keterangan dari Sarah, apa yang terjadi 25 tahun lalu."


"Aku akan ke ruangan spesial yang hanya raja dan sekretaris nya yang boleh masuk. Tampaknya semua rahasia dicatat disana."


"Kalau kamu butuh alat merusak transmisi CCTV, bawa saja sekalian Bee."


"Yup!"


***


Villa Uccle Belgia


"HAAAAAHHH???" seru semua orang di sana setelah mendengar penjelasan Blaze.


"Woooiiii! Polusi kuping Cumiii!" umpat putri Joey Bianchi itu.


"Tunggu, tunggu. Otak psycho aku berjalan. Apa kalian tidak curiga kematian ibunya bang Sean?" Shinichi menatap ke semua kakaknya.


"Otak psychomu sama dengan otak psychoku, Shin" cengir Luke.


"Aseeekkk, bang Lukie ngaku kalau psycho.You got me feeling like psycho...psycho" dendang Shinichi.

__ADS_1


"Shut up Shin!" hardik Valentino. "Jadi ini gimana bang?"


"Lanjut. Oh Lele, thanks sudah mengirimkan pesan ke Hilda untuk datang ke Istana." Luke tersenyum ke saudara kembarnya.


"Aku kan hanya membantu Bee mewujudkan rencana psychonya."


"Fix, kita semua keturunan psycho!" gelak Arkananta.


"Karena yang kita hadapi juga orang psycho jadi kita harus lebih psycho" kekeh Valentino.


***


Charing Cross Station London


Kereta yang ditumpangi Zinnia dan Gasendra tiba di stasiun London jam 9 malam dan mereka sudah dijemput oleh putri Medeline sendiri bersama dengan para pengawal.


Melihat Zinnia, Putri Medeline langsung memeluk sahabatnya. Mereka pun langsung meninggalkan stasiun dan menuju istana Kensington.


***


Istana Kensington London


"Jadi dia menggunakan selingkuhannya dioperasi wajahnya seperti dirimu?" Pangeran Henry menatap Zinnia dengan wajah tidak percaya kalau Stefanus bisa berpikir seperti itu.


"Kalian baru berapa lama di Brussels?" tanya Putri Medeline.


"Hampir lima bulan."


Zinnia menggelengkan kepalanya. "Bukan salah Sean juga karena dia melihat sendiri 'aku' bersama kakaknya padahal aku di apartemen."


"Namanya juga kaget dan shock, darling. Jadi tidak bisa berpikir jernih." Putri Medeline mengelus tangan suaminya.


"Sean bodoh!" maki Pangeran Henry.


Gasendra hanya diam mendengarkan percakapan calon raja dan ratu Inggris itu.


"Kalian istirahat dulu. Besok kita lanjutkan perbincangan kita." Putri Medeline memanggil pelayan untuk mengantarkan tamunya istirahat.


***


Dubai UAE


Sean tiba di Dubai International Airport sore hari karena perjalanan pesawat komersial menempuh waktu hampir 15 jam. Sean memang sengaja tidak memakai pesawat kerajaan karena dirinya tidak mau ditanyakan lebih lanjut.


Sejak peristiwa hari Senin itu, Sean memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengan semua anggota keluarganya. Dia masih sakit hati dengan ucapan ibu dan kakaknya yang seenaknya menukar istrinya dengan istri kakaknya.


Sean tiba di hotel Hilton Dubai dan langsung beristirahat setelah masuk ke dalam kamarnya. Pria itu sudah mengabari ayah mertuanya kalau hendak menemui. Ayrton mengiyakan permintaan menantunya.


***

__ADS_1


Istana Al Jordan Keesokan Harinya


Sean mendatangi istana keluarga Zinnia dengan perasaan campur aduk. Satu sisi dia berharap Zinnia berada disana tapi sisi lainnya jika istrinya disana, belum tentu Ayrton dan Enzo mengijinkan pergi. Ditambah Karl Schumacher dan Reyhan Al Jordan pasti menentang keras cucunya dibawa pergi setelah kejadian kemarin.


Pengawal keluarga Al Jordan membawa Sean masuk ke dalam ruang kerja Ayrton. Dan tampak disana kedua mertua Sean dan mereka memasang wajah marah yang tidak disembunyikan.


"Assalamualaikum Pa..."


BUGH!


Ayrton langsung memukul wajah tampan Sean. "Wa'alaikum salam" jawab Ayrton dengan wajah garang. "Mana janjimu Sean? MANA?"


"Maafkan Sean, Pa..."


"Maaf? Maaf? Apa kamu tidak bisa berpikir jernih Sean? Mana mau Zee dengan kakakmu yang b@jing@n seperti itu, hah! Apa kamu tidak percaya sama istrimu sendiri? Ya Allah Sean... Selama ini kamu menganggap Zee apa? Cewek gampangan?" bentak Ayrton.


Sean hanya tertunduk. "Maafkan Sean Pa. Sean tidak mendengarkan perkataan Zee..."


"Apa kamu ingat apa permintaan Putri papa? Zee tidak meminta harta benda, Sean! Zee hanya minta agar kamu percaya dan mencintai dia! Zee tidak pernah berbohong soal apapun Sean! Papa dan mama tidak pernah mengajari anak-anak untuk berbohong!" Ayrton mengusap wajahnya.


"Maafkan Sean Pa..." ucap Sean berulang.


BUGH! BUGH! BUGH!


Ayrton menghajar Sean dan pria itu hanya diam saja menerima bogem dari mertuanya.


"AYRTON!" suara Mariana terdengar setelah melihat Sean tersungkur. "Sudah cukup!"


"Asal kamu tahu Sean, papa tidak takut dengan apapun! Papa hanya takut Allah SWT, orang tua papa terutama mama Sabine dan semua tetua keluarga. Dan papa tidak perduli jika satu Belgia menyerang Dubai, karena papa akan hadapi semua itu! Tapi kamu! Kamu yang papa beri kepercayaan untuk melindungi, menyayangi dan percaya kepada Zee saja tidak bisa! Lalu apa yang bisa kamu berikan pada rakyatmu kalau sama istri sendiri tidak percaya? Ingat Sean, istri adalah rusuk suami, pendamping suami, penopang suami. Apa selama Zee menjadi istri kamu, pernah dia mengecewakan kamu? Jika kamu sudah tidak mau dengan Zee, kembali kan ke papa dan mama!"


Sean berlutut depan Ayrton dengan wajah babak belur. "Nggak pa... Sampai kapanpun, saya tidak akan mengembalikan Zee ke papa dan mama..."


"Lalu? Kalau kamu tidak mau kembalikan, kenapa kamu tidak bisa melindungi putri papa dari serangan fitnah keluarga kamu sampai Zee harus membela dirinya sendiri tanpa bantuan mu? Percuma kan punya suami tapi tidak bisa diandalkan?" sarkasme Ayrton.


"Sean yang salah Pa... Ijinkan Sean bertemy Zee pa. Saya mau minta maaf ke Zee."


"Zee tidak ada di Dubai!" jawab Mariana.


Sean tersentak. "Lalu... Dimana Zee ma? Dimana istriku?"


"Ke tempat yang kamu tidak bisa menemukan putri kami!" jawab Ayrton dingin.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf telat ada acara di dunia nyata dan perjalanan ke Solo bantu Savitri


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2