The Prince and I

The Prince and I
Miss You In The Heartbeat


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat 4 tahun lalu


Gasendra sedang mengambil minum ketika melihat lampu kamar kakaknya masih menyala padahal sudah pukul satu malam. Valentino dan Juliet sudah berada di kamar masing-masing. Rumah induk memang dibangun Ayrton memiliki enam kamar jika para keluarga ingin menginap di rumah yang dekat dengan hamparan sawah. Sejenak meninggalkan rutinitas dan menaikkan mood dengan back to nature.


Pelan remaja jangkung itu mengetuk pintu kamar Zinnia.


"Mbak Zee? Belum tidur?" panggilnya pelan.


Perlahan pintu kamar itu terbuka dan tampak wajah kakaknya seperti habis menangis.


"Mbak kenapa? Pegal punggungnya?" tanya Gasendra yang tahu kakaknya terkadang merasa pegal di punggung dan pinggangnya.


"Masuk Dik" ajak Zinnia. Keduanya pun duduk di pinggir tempat tidur. "Bisa minta tolong diusap-usap punggung dan pinggangnya Mbak?"


"Mbak Zee kangen Sean ya?" tanya Gasendra sambil mengusap punggung dan pinggang kakaknya.


"Kangen banget. Rasanya hamil tanpa suami itu nggak enak" Air mata Zinnia mengalir lagi.


"Dan sekarang mbak jadi cengeng" kekeh Gasendra.


"Iya ih! Hormon ibu hamil mungkin ya?" Zinnia mengusap matanya sambil tertawa kecil.


"Aku kangen mbak ku yang tough tapi namanya orang hamil hormonnya beda-beda ya."


"Tapi kok mbak ga sering mual dan muntah-muntah ya Dik? Apa Sean yang muntah-muntah?" Zinnia menatap adiknya.


"Mana aku tahu mbak. Tapi mungkin sih..." gumam Sean.


"Tante Fayza dulu sampai nggak ngerasain yang namanya morning sick wong yang ngalamin Oom Hideo." Zinnia teringat cerita Fayza saat datang bersama Hideo, Shinichi dan Sakura, putri bungsunya.


"Bagus kan jadi nggak rempong mbak" gelak Gasendra. Zinnia menatap judes.


"Kira-kira Sean tahu nggak ya mbak hamil?"


"Mengingat dia jadi tukang minum awal-awal mbak tinggal, aku rasa dia mikirnya gara-gara alkohol." Gasendra menatap kakaknya yang semakin cantik saat hamil.


"Semoga dia tidak jadi peminum" gumam Zinnia.


"Nggak mbak. Greg menjaga dia beneran. Aku memang marah sama Sean tapi aku tetap mengawasinya melalui Greg karena aku tahu, dia suami mbak dan ayah bayi yang kamu kandung. Terlepas dari kesalahannya kemarin, tapi Sean mencintaimu mbak. Bahkan sekarang menjadi pribadi yang berbeda kata Greg."


"Berbeda gimana?" Mata hitam Zinnia menatap mata biru adiknya.


"Dia jauh lebih dingin dan sama Raja Andrew? Perang dingin."


***


Valentino dan Gasendra memutuskan untuk jalan-jalan di hamparan sawah sambil memeriksa jadwal tanam. Mereka baru saja panen raya dengan hasil yang memuaskan hingga Zinnia bisa memberikan bonus kepada para petani dan pegawainya.

__ADS_1


Yang membuat para pegawai dan petani mereka betah, bonusnya memang diberikan full setelah gaji mereka dipotong untuk tabungan umroh yang sudah disepakati bersama. Masing-masing orang memiliki tabungan umroh dan haji sendiri dan jika sudah cukup mereka dibebaskan memilih untuk umroh atau haji.


Kebijakan ini memang ditawarkan Ayrton sejak awal mereka mengambil alih perusahaan milik keluarga Zinnia.


"Mbak Zinnia" panggil salah seorang pegawai.


"Ya pak Mamat?"


"Mau antar beras. Kata Bu Jasmine, beras di rumah tinggal sedikit."


"Ohya pak. Bawa masuk saja. Ada Bu Jasmine dan Bik Minah disana." Zinnia mempersilahkan pegawainya membawa karung beras.


"Enak ya mbak jadi juragan beras. Habis tinggal diantar" gelak Juliet.


"He eh. Jules, kamu tahun depan mau kuliah dimana?" tanya Zinnia ke adiknya.


"Pengennya sih di Singapura macam duo G dan Radyta tapi belum tahu Daddy kasih ijin apa nggak. Soalnya dulu mommy kan kuliah di Singapura juga kan?"


"Jules, kalau tiba-tiba Romeo tidak mau sama kamu, gimana?"


Juliet menoleh ke arah kakaknya. "Bagus lah, aku nggak darting tiap hari. Aku sudah cukup pusing lihat mas V bikin keributan sama Daddy almost every day. Ketambahan Romeo. Mbak Zee bisa bayangkan tho kalau misalnya aku sama Romeo, bahagia itu mas V. Ada partner in crime selain mas Arka dan Shinchan."


Zinnia memeluk adiknya. "Ojo gething mengko Ndak nyanding ( jangan benci nanti malah bucin ). Kayak mbak Zee. Dulu mbak benci banget sama Sean apalagi kan mbak ketemu dari kecil. Kamu bayangkan, mbak sama Oom Benji dan banyak pengunjung lagi asyik main di tempat permainan tapi kita semua diusir karena pangeran Sean Léopold mau main! Wuuuiiihhh bencinya mbak setengah mati. Ditambah ketemu acara makan siang sama almarhum Raja Maximilian dan Ratu Elisabeth, mbak diledek cewek centil. Jengkel banget!"


"Terus mbak Zee ketemu lagi sama bang Sean? Itu mbak udah suka kah?"


"Mbak kangen bang Sean ya?" Juliet memeluk kakaknya.


"Kangen banget, Jules" Isak Zinnia. Juliet hanya mengelus punggung Zinnia karena Rina sudah memberitahukan bahwa mood ibu hamil itu suka upside-down dan Juliet melihat sendiri bagaimana kakaknya mengalaminya. Padahal selama ini Juliet tahu kakaknya satu ini jarang menangis dan kuat.


"Mbak, sudah jangan nangis. Nanti si boy ikutan nangis di... " Juliet melongo merasakan gerakan di perut Zinnia. "Boy, ini aunty Jules. Boy pintar ya. Kasih tahu mommymu jangan mewek nanti stock air matanya habis."


Zinnia menatap Juliet. "Boy gerak Jules."


"Tuh mbak. Boy ajah tahu kalau mbak nggak boleh gembeng."


Zinnia tertawa meskipun masih ada sisa air matanya. "Doakan supaya papa mau membuka hatinya ya Jules, biar Sean bisa ketemu mbak."


"Aamiin."


***


Istana Al Jordan Dubai UAE


Sean mendatangi istana milik ayah mertuanya dan ternyata setibanya disana, dirinya hanya bertemu dengan Reyhan Al Jordan dan Enzo Al Jordan.


"Kalau kamu cari Ayrton, dia tidak ada di Dubai. Ayrton sedang ada perjalanan bisnis keluar negeri" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Saya hanya ingin tahu apakah ada kabar dari Zee, Opa."


"Kenapa kamu tidak tanya pada Ayrton?" tanya Enzo.


"Papa tidak mau menerima telepon saya" jawab Sean apa adanya.


"Sean, Ayrton masih dalam mode marah. Kalaupun kami tahu soal Zee, bukan hak kami memberitahukan padamu, son." Reyhan menatap serius ke cucu menantunya.


"Zee baik - baik saja kan?" Sean menatap ke dua generasi ke empat dan kelima Al Jordan.


"Zee baik-baik saja, Sean."


***


Sean masuk ke dalam mobil Range Rover yang dibelinya bahkan dia membeli sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari istana Al Jordan.


Pria bermata biru itu menyalakan mobilnya dan radionya otomatis nyala memutar lagu lama milik Def Leppard yang berjudul Miss You In The Heartbeat.


Now I ain't big on promises


But I'll be true to you


'Cause I'd do 'bout anything, yeah


For someone like, baby, for you


Ooh, I'd miss you in a heartbeat


Ooh, yeah, I'd miss you right away


Ooh, oh, I'm gonna miss you in a heartbeat


'Cause it ain't love if it don't feel that way


Sean menatap foto Zinnia di ponselnya.


Kamu dimana Zee? Aku kangen.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2