
Indramayu Jawa Barat Present Day
Zinnia menatap wajah suaminya dengan tatapan lembut yang membuat Sean ingin mencium bibir seksih istrinya.
"Aku akan memberikan kesempatan padamu Sean tapi jika terulang lagi, aku tidak akan segan meninggalkan mu." Mata hitam yang awalnya menatap lembut berubah menjadi keras lagi setelah mengucapkan kalimat itu.
Sean langsung memeluk Zinnia erat dan menciumi pipinya. "Terima kasih sayang! Terima kasih!"
"Sekarang kita makan dulu, aku sudah lapar!" Zinnia pun melepas pelukan Sean dan berdiri dan berjalan menuju pintu.
"Nanti kita tidur satu kamar ya Zee..."
Zinnia menghentikan gerakannya untuk membuka pintu dan menoleh. "No!" Setelahnya wanita berambut hitam panjang itu keluar dari kamar Arsyanendra.
***
Arsyanendra dan Shinichi menoleh ke arah Zinnia yang datang sendirian tanpa Sean.
"Mommy? Mana Daddy?" tanya Arsyanendra. "Masih Ndak mau maem?"
"Sebentar lagi Daddy keluar kok" senyum Zinnia yang duduk di sebelah Arsya. "Arsya kepedasan nggak?"
Arsya menggelengkan kepalanya. "Pedas punya Oom Eagle."
"Mbak Zee okay?" tanya Shinichi.
"Don't worry. I'm fine." Zinnia tersenyum ke arah adiknya. Meskipun Shinichi sering konyol, tapi dia sangat care dengan saudara perempuannya.
"Daddy!" teriak Arsyanendra melihat Sean masuk ke ruang makan. "Daddy udah Ndak flu?"
"Flu?" Sean menatap Arsya bingung.
"Arsya kalau lagi kena flu, malas makan bang. Jadi harus dibujuk mbak Zee untuk makan. Tadi tanya kenapa bang Sean ga ikut makan, ya aku bilang sama ma dia kalau lagi flu."
Sean mengangguk paham dengan penjelasan Shinichi.
"Yuk makan." Sean mengambil mangkuk dan mulai menata tomyamnya sesuai selera.
"Bakalan lama deh keringnya bajuku" celetuk Shinichi manyun.
"Dijemur dimana?" tanya Zinnia.
"Di pinggir dekat mesin cuci nona. Kan tidak kena tampyas hujan" jawab Jasmine.
"Oh situ. Aman deh!" senyum Zinnia.
"Enak ini tomyamnya" puji Sean.
"Bik Minah yang masak bukan mbak Zee. Soalnya kan ga sempat kalau mbak Zee masak" kekeh Shinichi.
"Memang kalau Zee yang masak, kenapa Shin?"
"Jauh lebih enak!" gelak Shinichi.
Sean hanya tersenyum. "Masakannya Zee selalu enak."
Zinnia hanya memasang wajah datar mendengar pujian suaminya.
***
Usai makan siang, Arsya dan Zinnia masuk kamar untuk meninabobokan batita lucu itu karena memang masuk jadwalnya tidur siang.
__ADS_1
Shinichi dan Sean duduk di ruang tengah sambil menikmati camilan singkong goreng dan teh wasgitel panas yang cocok di musim hujan begini.
"Gimana mbak Zee, bang?" tanya Shinichi. "Sudah mulai melunak?"
"Alhamdulillah. Tapi soal ke Brussels, aku belum tahu."
"Pelan-pelan bang, siapa tahu aku dua Minggu yang sudah terpakai dua hari disini, bisa membantu bang Sean membujuk mbak Zee."
"Thanks Shin." Sean menatap adik iparnya yang memiliki wajah imut.
Suara pintu kamar Arsyanendra terbuka dan tampak Zinnia keluar pelan-pelan.
"Arsya sudah bobok mbak?" tanya Shinichi.
"Sudah. Kecapekan dan kekenyangan dia kayaknya gegaea makan lemper banyak, makan tomyam banyak" jawab Zinnia sambil duduk di sebelah Sean yang langsung memeluk pinggang istrinya.
"Aku tuh heran, Arsya kalau sama lemper bisa kayak gitu ya."
"Jangan lupa klepon. Dia maniak juga" senyum Zinnia. "Lidahnya jowo banget."
"Mbak, mau dong dibuatkan klepon. Aku kangen."
"Beneran kamu mau?" Zinnia menatap Shinichi.
"Mau lah!"
"Bikin sekarang yuk! Daripada mbak Zee nganggur! Kamu ambil daun pandan di halaman belakang, buat pewarnanya."
Shinichi langsung semangat menuju halaman belakang mengambil daun pandan.
"Shin!"
"Kamu tahu daun pandan kan?" goda Zinnia.
"Tahu lah mbak! Jangan menghina Shinichi!" cengir sulung Hideo Park itu.
Zinnia tertawa dan pria imut itu langsung ke belakang.
"Kamu tuh memang nggak bisa diam ya Zee?" tanya Sean di ceruk leher Zinnia.
"Kalau sudah punya anak, pasti otak kamu berputar lebih cepat bagaimana membuat camilan sehat buat anakmu." Zinnia menoleh ke arah Sean. "Disini kan jauh dari kota, jadi aku harus kreatif."
"Kamu memang ibu yang baik" ucap Sean sambil mencium pipi istrinya.
"Aku ke dapur dulu menyiapkan semua bahannya." Zinnia melepaskan pelukan Sean dab berjalan menuju dapur.
Ditinggal Zinnia, membuat Sean bingung harus berbuat apa dan akhirnya memilih untuk masuk ke kamar istrinya dan meletakkan tubuhnya diatas kasur yang harumnya sangat dihapalnya.
***
Shinichi dan Zinnia sibuk membuat bola-bola adonan klepon yang sudah diisi potongan gula merah dan yang sudah jadi dimasukkan ke air mendidih.
Bik Minah yang juga tidak bisa tidur siang, membantu memarutkan kelapa yang memang Zinnia selalu mendapatkan dari para buruh tani. Kelapa masak pohon yang segar menghasilkan santan gurih yang membuat masakan jauh lebih sedap.
"Kamu kok hobi masuk dapur sih Shin?" tanya Zinnia.
"Diajak Oma Fumiko dan Oma Marissa. Bagi aku, memasak itu healing mbak" senyum Shinichi.
"Harusnya kamu masuk culinary Shin."
"Nanti seperti Oom Rajendra, kupas kentang lima kilo setiap hari selama seminggu. Mukaku macam kentang nanti!"
__ADS_1
Zinnia tertawa. Wanita cantik itu lalu menyaring klepon yang sudah matang dan menggulirkan ke atas kelapa parut.
"Jangan diambil Shin! Masih pa..."
"Panaaaasss!" teriak Shinichi.
Zinnia menggelengkan kepalanya. "Belum juga mulut mbak Zee mingkem ( menutup ), sudah kejadian."
"Habis kayaknya enak..." ucap Shinichi sambil memegang telinganya.
"Mbak Zee buat banyak ini, jangan rebutan sama Arsya ya!"
***
Jam lima sore, Zinnia masuk ke dalam kamar putranya dan menciumi pipi gembulnya.
"Sya, bangun. Sudah sore. Ayo mandi. Mommy sudah buat klepon banyak lho..." bisik Zinnia ke telinga putranya.
"Haahhh... Apa mommy?" gumam Arsya sambil mengucek matanya.
"Mommy buat klepon banyak sama Oom Shin. Ayo, mandi dulu terus kita maem sama-sama. Nanti dihabisin Oom Shin lho."
Mata biru itu terbuka sempurna. "No, kleponnya punya Asya!"
"Eh, mommy buat banyak! So don't worry. Tapi Arsya mandi dulu ya, keburu Maghrib. Nanti kita sholat sama-sama ya."
Arsyanendra mengangguk. "Mau mandi mommy."
"Sekarang mau pakai sabunnya siapa?"
"Captain America."
***
Sean terbangun mendengar suara cekikikan Arsyanendra dari pintu penghubung yang memang tidak dia tutup rapat supaya bisa mendengar suara putranya kalau terbangun.
"Asya keluar dulu mommy!"
"Iya sayang. Oom Shin disuruh mandi tuh, tadi masih main PlayStation di ruang tengah." Zinnia membuka pintu penghubung dan wajahnya terkejut melihat Sean diatas tempat tidurnya.
"Astaghfirullah! Sean!" seru Zinnia. "Ngapain kamu disini?"
"Numpang tidur lah Zee. Aku tadi ngantuk dan tidak mungkin aku tidur dengan Arsya takut dia terbangun..."
"Tapi kan kamu ada kamar sendiri Sean!" sungut Zinnia kesal lalu menuju walk in closet nya untuk mengambil baju ganti buat mandi dan berjalan ke arah kamar mandinya.
"Kamu mau kemana?" tanya Sean.
"Mandi lah! Kamu! Mandi di kamar mu!" ucap Zinnia judes sambil menutup pintu kamar mandi sedikit keras.
Sean melongo melihat wajah judes istrinya dan setelahnya tertawa kecil. Kamu kalau judes menggemaskan.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1