The Prince and I

The Prince and I
Meninggalkan Belgia


__ADS_3

Uccle Belgia


Sean melakukan pekerjaan sebagai seorang pangeran dengan setengah hati karena tanpa ada Zinnia di sisinya. Para tamu dan rakyat yang datang, mencibir Sean yang tidak bisa melindungi istrinya.


"Aku rasa putri Zinnia tidak seperti yang diberitakan sebelumnya. Wanita itu sangat bermartabat dan bukan macam iparnya" gumam seorang wanita berumur.


"Aku pernah ikut acara cooking class di Brussels bersama putri Zinnia dan dia sangat humble. Heran, bagaimana bisa suaminya tidak membelanya sama sekali!" timpal wanita lain.


"Pangeran Sean, keluarga mu sangat memalukan!" teriak seseorang yang berada dalam kerumunan membuat polisi menahan pria itu.


"Princess Zinnia tidak bersalah!"


"Fitnah keluarga mu sangat memalukan, pangeran Sean!"


Sean hanya menulikan telinganya mendengarkan hinaan ke keluarganya.


"Heran, Stefanus masih berani muncul di publik setelah skandalnya!" ucap seseorang membaca berita kerajaan yang menyebutkan Stefanus datang ke acara latihan tim nasional sepak bola Belgia.


"Shame on your family Sean!"


Sean hanya diam saja tanpa memberikan komentar. Memang keluarganya yang salah tapi biarkan father yang bertindak.


Pria itu menjalankan tugasnya sebagai seorang pangeran dan segera meninggalkan lokasi usai acara.


"Mereka sangat menyukai Zee, Greg." Sean menyandarkan kepalanya di kepala kursi mobilnya.


"Putri Zinnia memang banyak disenangi rakyat, dan itu sangat wajar tuanku jika mereka tidak percaya video yang disebarkan itu adalah dia. Bahkan kepala museum Antwerp sudah memberikan klarifikasi."


"Aku saja yang bodoh! Bodoh percaya begitu saja dengan apa yang aku lihat!" Sean memukul kepalanya.


"Tapi wanita itu memang mirip dengan putri Zinnia, tuanku" ucap Greg. "Wajar jika anda termakan fitnah mereka."


"Tapi aku yakin Zee masih di Brussels mengingat mereka tidak ada di manifest manapun!" Sean menatap pemandangan diluar jendela sedangkan Greg hanya terdiam.


"Nanti malam, kita cari di bandara dan stasiun kereta api. Karena aku yakin, mereka tidak mungkin akan naik mobil keluar Belgia. Lagipula aku yakin mereka akan berangkat malam karena sepi dan orang tidak terlalu mengenali Zee" Sean menoleh ke arah Greg yang hanya memasang wajah datar seperti biasanya.


***


Villa Zinnia Uccle Belgia


"Sean akan mencari di stasiun dan bandara nanti malam." Luke membaca pesan dari Greg.


"Bagaimana bisa kamu dengan Greg bekerja sama?" tanya Zinnia.


"Kamu tahu, saat Sean melihat adegan tidak senonoh si bangkeee itu dengan j4l4ng nya, Greg menghubungi aku dua hari kemudian. Meminta tolong agar kami menyelamatkan kamu. Memang agak terlambat karena ponselnya dibanting Sean tapi kami ada waktu untuk mempersiapkan diri." Luke menatap Zinnia.


"Dasar tidak punya kema**luan!" umpat Shinichi saat menonton berita di televisi yang menyiarkan Stefanus menghadiri persiapan tim nasional Belgia.


"Punya Shinchan tapi diobral" balas Valentino sambil memakan es krim.


"Dih, murahan! Kita dong, mahalan!" kekeh Shinichi.

__ADS_1


"Bukannya kita limited edition?" celetuk Arka.


"Elu mah the one and only Ka. Kata Oom Bima, membuktikan bahwa elu benar anaknya" sahut Valentino.


"Lha kalau gue bukan anak Papa, terus anak siapa?" Arka menoleh ke keluarganya.


"Anak kampret!" ucap Luke sarkasme yang langsung ngeloyor masuk ruang monitor.


"Wah pawang kampret kok judes?" gelak Arka.


***


Luke berada di ruang monitor bersama dengan Gasendra yang sedari tadi menatap CCTV apartemen Sean dan Hilda.


"Ada perkembangan?" tanya Luke ke Gasendra.


"Sean sudah kembali ke apartemen dan langsung muntah - muntah. Dasar bodoh! Kebanyakan alkohol ya seperti itu!" ucap remaja bermata biru seperti Opanya, Karl.


"Dasar tidak kuat minum!" kekeh Luke. Diantara mereka, Luke dan Leia kuat minum sedangkan Blaze pecinta minuman beralkohol tapi tidak sekuat dua L.


"Jangan samakan dengan dirimu, bang. Elu mah sake berapa botol dijabani" gelak Gasendra.


"Opa Takeshi yang mengajari" cengir Luke. Takeshi Takara bahkan sekarang tidak boleh minum alkohol sama sekali setelah livernya membengkak hingga harus diopname lama.


"Jangan keseringan lah Bang. Lihat Opa Takeshi gimana jadinya."


"Abang kan minum kalau pas pertemuan klan atau lagi pengen. Nggak ya minum air putih lah!"


***


Perjalanan dari Uccle ke Brussels membutuhkan kan waktu sekitar 22-25 menit membuat mobil hitam itu tiba di stasiun kereta api Grand Central Brussels.


Gasendra membantu kakaknya turun dan Jasmine langsung mengambil koper-koper mereka. Zinnia sendiri memilih memakai masker dan topi lebar sedangkan rambut hitamnya dia ikat ponytail.


Luke dan Jasmine mengawal Gasendra dan Zinnia menuju gerbong yang sudah dipesan putra Ayrton Schumacher itu.


Keempatnya masuk ke dalam gerbong mewah dan nyaman itu.



"Aku tahu mbak Zee suka Agatha Christie jadi aku membooking gerbong Orient Express khusus buat mbak Zee ke London" cengir Gasendra.


"Habis berapa ini dik?" Wajah Zinnia tampak terharu dengan persiapan adiknya.


"Nggak usah dipikirkan, yang jelas nanti aku tinggal nabung lagi."


"Nona, kopernya saya taruh di kamar ya" suara Jasmine membuat Zinnia menoleh.


"Iya Jaz."


"Aku balik dulu Zee, ada satu orang psycho yang harus laporan dan aku menunggu di Brussels sampai dia pulang." Luke memeluk Zinnia erat. "Hati-hati. Langsung ke Kensington setibanya di London. Putri Medeline akan menjemput mu di stasiun."

__ADS_1


"Oke." Zinnia memeluk Luke erat. "Thanks Darth Vader."


"Your welcome." Luke melerai pelukannya. "Jaga kakakmu, Sendra."


"Always bang!" Gasendra memeluk Luke. "Abang hati-hati disini."


"Of course." Luke menatap Jasmine. "Be careful Jasmine."


"Ya tuan Bianchi. Tolong, balas semua sakit hati nona."


"Don't worry."


***


Istana Brussels


Blaze mempersiapkan sebuah ramuan yang dia pelajari saat mengikuti mata kuliah farmasi dan kimia. Diam-diam gadis itu meracik sebuah ramuan yang efek sampingnya sama dengan LSD ( Lysergic acid diethylamide ) yaitu obat bisa mengakibatkan halusinasi.


Asam lisergat dietilamida (LSD) terbuat dari asam lisergat, yaitu sari jamur yang tumbuh di rumput gandum dan jenis biji-bijian tertentu. LSD tergolong obat psikedelik dengan efek halusinasi paling kuat. Efek halusinasi dari LSD bisa muncul setelah satu jam mengonsumsi obat tersebut dan bisa berlangsung hingga 12 jam.


Blaze mengembangkan obat ini hingga efek halusinasi bisa mencapai 24 jam. Gadis itu akan memanfaatkan kehaluan Stefanus untuk menghancurkan mentalnya.


"Yuk, gue bikin elu halu" seringai Blaze sambil berjalan menuju taman tempat Stefanus menunggu. Satu botol LSD dosis tinggi sudah disiapkan gadis itu.


***


Grand Central Station Brussels


Luke berdiri menunggu kereta itu berjalan saat melihat Sean dan Greg mendatangi tempatnya berdiri. Sean menatap tidak percaya saat sosok Luke Bianchi berada disana.


"Luke! Dimana Zee! Katakan! DIMANA ZEE?" Sean langsung menarik kerah baju Luke.


"Buat apa aku memberitahu padamu, Sean? Kamu sudah aku peringatkan! Jangan membuat Zee menangis tapi kamu melanggarnya! Maka Zee kami ambil kembali!" seringai Luke namun matanya menatap seberangnya membuat Sean menoleh dan melihat Zinnia di jendela gerbong kereta yang bergerak.


"ZEE! ZINNIAAAA!" teriak Sean hendak mengejar kereta Zinnia tapi Luke dengan sigap menarik Sean dan menahannya.


"Sudah aku bilang! ZEE KAMI AMBIL KEMBALI!" bentak Luke emosi. "Dan jangan harap kamu bisa menemukannya!"


Sean menatap kereta itu pergi dan tanpa sadar air matanya mengalir..


"Jangan bawa Zee ku Luke... Kembalikan Zee ku..." ucap Sean berulang dengan nada gemetar.


"Terlambat Sean! Kamu sudah terlambat!" ucap Luke dingin.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2