
Hurricane's Grill Dubai Mall UAE
"Lho Raine dan Radhi nggak jadi ikut kalian?" tanya Zinnia yang tidak melihat si kembar anak Alaric.
"Duo R lagi kena hukuman dari Tante Nura" jawab Ken.
"Kenapa lagi?" Zinnia mende*sah gemas dengan adik-adiknya.
"Main dokter-dokteran sama pasiennya Tante Nura. Sok diagnosis tapi ngaco. Pasiennya mana berani melawan putra dan putri Emir. Ya kan?" kekeh Damian.
"Astagaaa anak dua itu!" geram Zinnia. "Apa duo R memang pengen jadi dokter ?"
"Sepertinya." Georgina tersenyum ke arah Zinnia. "Tapi memang duo R hobinya bikin heboh, sama dengan duo K ini dulu. Merusakkan mobil Ferarri mas Enzo."
Ken dan Kalila hanya melengos menghindari tatapan tajam sang mommy.
Sean melongo. "Ferrari?"
"Aku hanya salah injak, bang. Harusnya rem malah gas. Braaakkk deh" sahut Ken santai. "Aduuuhh duh duh! Mommy!" rengek remaja tampan itu saat mendapatkan jeweran dari Georgina.
"Daddymu memang mantan pembalap tapi bukan berarti kamu juga sama!" omel Georgina kesal.
Sean menatap istrinya. "Welcome to my family, Sean...again."
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Malam harinya Arsyanendra memulai drama yang diajarkan oleh Oom trio kampret nya membuat batita imut itu harus bertengkar dengan sang Daddy karena rebutan sang Mommy.
"Daddy kan sudah sama mommy tadi malam. Sekalang gililan Asya!" jerit batita itu.
"Lha Arsya dari lahir sudah sama mommy, Daddy kan lama nggak ketemu mommy" eyel Sean.
Karl, Sabine, Reyhan dan Paradina hanya menikmati keributan antara cucu menantu dan cicitnya sambil minum teh.
"Besok kalau mereka sudah kembali ke Brussels, bakalan sepi dari kehebohan Arsya" ucap Sabine.
"Itu mau sampai kapan ribut nggak jelas?" tanya Reyhan ke istrinya.
"Sampai salah satu ngalah tapi sepertinya bakalan dimarahi sama Zee deh!" jawab Paradina santai.
"Kalian berdua itu apa-apaan sih? Kamu juga Sean, kok nggak malu ribut sama anak sendiri! Arsya juga! Sudah malam kok masih jejeritan! Sudah, malam ini Arsya tidur sama Daddy! Mommy tidur sendiri di kamar Arsya!" bentak Zinnia kesal dan malu melihat suami dan putranya ribut tidak jelas.
Sean dan Arsyanendra menatap wanita cantik berambut hitam itu yang memasang wajah galak.
__ADS_1
"Mommy..." rengek Arsyanendra dengan wajah memelas.
"No drama Arsyanendra. Taktik dari Oom Shinichi lagi tidak berhasil membuat mommy terpengaruh." Zinnia bersedekap dengan judes.
Arsya pun menatap Sean yang juga bingung. Dirinya sudah hapal jika Zinnia marah pasti bakalan beneran melakukan.
"Sya, kayaknya mommy beneran marah deh..."
"No mommy... Mommy jangan malah. Asya janji nggak malah-malah sama Daddy" rengek Arsya mendrama lagi.
Para Opa dan Oma hanya melengos. Beneran deh! Ajaran trio kampret terlalu merasuk.
***
Akhirnya demi ketenangan bersama, Arsya tidur bersama dengan kedua orangtuanya di kamar Zinnia. Batita itu pun tidur di tengah-tengah antara Zinnia dan Sean membuat pria itu cemberut.
"Zee, nanti kalau Arsya sudah bobok, pindahkan saja ke cribnya" ucap Sean dengan bahasa Belanda.
"Daddy ngomong pakai bahasa apa sih? Asya nggak ngelti."
"Bahasa Holland Bakery" jawab Sean asal yang mendapatkan pelototan Zinnia.
"Itu bahasa Belanda,.Arsya. Besok Arsya belajar juga ya" ucap Zinnia lembut.
"Asya pucing mommy. Bahasa Jelman belum belajal masih tambah bahasa Belanda. Asya bobok saja!" Arsyanendra lalu memeluk Zinnia yang membuat Sean manyun.
"Aku kan belum puas meluk kamu, mumpung adiknya Arsya masih di awang-awang."
"Please deh Sean..." keluh Zinnia jengah.
Sean pun menaikkan selimutnya dan memunggungi istri dan anaknya. Zinnia hanya menggelengkan kepalanya gemas dengan kelakuan suami dan putranya.
***
Seminggu di Dubai setelah melalui beberapa drama Arsyanendra dan Sean, akhirnya keluarga kecil Léopold terbang ke Brussels menggunakan pesawat pribadi milik Al Jordan.
Kedatangan mereka di bandara International Brussels, disambut oleh para anggota kerajaan termasuk Greg dan Sarah sebagai asisten Sean dan Zinnia.
Arsyanendra yang merasa asing, tampak menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zinnia yang menggendongnya. Wanita itu tahu bahwa putra nya tidak nyaman. Arsya bukannya tidak pernah disambut seperti itu karena di Dubai juga biasa disambut seperti itu tapi itu tidak sama dengan di Brussels karena posisi Arsya adalah pangeran Belgia yang kemungkinan besar menjadi putra mahkota jika Sean naik tahta.
"Arsya, jangan sembunyi dong. Kan belum kenalan sama Oom Greg dan Tante Sarah" bujuk Zinnia.
Arsya mengintip dari ceruk leher mommynya. "Oom Gleg? Tante Salah? Apa seperti Bang Liyad dan Jaz?"
"Iya sayang" ucap Zinnia sambil menerima sambutan dari para anggota kerajaan.
__ADS_1
Arsyanendra mulai mengangkat wajahnya dan para anggota kerajaan dan para wartawan yang meliput langsung heboh karena batita itu sangat mirip Sean.
"Alamat kamu bakalan saingan pamor sama pangeran Richard dari Inggris deh!" bisik Sean ke Arsya yang juga didengar Zinnia.
Keluarga itu pun masuk ke dalam mobil Range Rover milik Sean dan menuju ke istana Brussels.
***
Istana Brussels Belgia
Raja Andrew yang terpaksa duduk di kursi roda, tampak antusias menyambut putra, menantu dan cucunya datang. Seminggu terakhir ini kesehatan raja Andrew semakin memburuk, membuatnya tidak bisa beraktivitas seperti biasa dan harus duduk di kursi roda.
Kepala Urusan Istana pun menghampiri Raja Andrew, yang mengatakan bahwa rombongan dari Dubai sudah datang. Wajah pria paruh baya itu tampak bahagia, apalagi selama ini hubungan dirinya dengan Sean jalan di tempat tanpa ada perbaikan komunikasi.
Semoga dengan rujuknya mereka berdua, Sean kembali seperti dulu, tidak sekaku dan sedingin sekarang. Raja Andrew menatap pintu ruang raja dengan perasaan berdebar debar.
Tidak lama Sean datang sambil menggendong Arsyanendra di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggandeng Zinnia. Raja Andrew menitikkan air matanya saat melihat cucunya yang hampir empat tahun ini tidak diketahuinya.
"Sean. Selamat datang Zinnia dan ini pasti Arsyanendra?" senyum raja Andrew saat ketiganya mendekat.
"Mommy, ini siapa?" tanya Arsya ke Zinnia.
"Ini Opa Andrew. Kalau Opa Ayrton papanya mommy, nah ini opa Andrew papanya Daddy. Ayo, salim dulu nak" perintah Zinnia yang dituruti putranya untuk salaman dengan Raja Andrew.
"Ya ampun Sean, Arsya sangat mirip dengan mu." Raja Andrew terharu bisa melihat cucunya.
"Jelas mirip, karena dia anakku!" jawab Sean tegas.
"Kalian menginap disini kan? Father masih rindu dengan Arsyanendra." Mata Raja James menatap penuh permohonan kepada Sean dan Zinnia.
"Bagaimana Zee? Aku nurut nyamannya kamu saja. Kalau tidak nyaman, jangan dipaksa" ucap Sean ke istrinya karena tahu meskipun sudah hampir empat tahun Zinnia meninggalkan Belgia, trauma itu masih berbekas.
"Nggak apa-apa kita menginap disini." Zinnia menatap suaminya.
"Are you sure?" tanya Sean dan dijawab anggukan istrinya.
Raja Andrew pun tampak senang. "Terimakasih Zinnia."
"Sama-sama Father."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️